Jurnal9.com
Headline News

Virolog China, Li Meng Yan Menyatakan Virus Corona Dibuat di Lab Wuhan

Dr Li Meng Yan, Virologi asal China

Akun Li Meng Yan, Virolog asal China yang memiliki sekitar 60.000 pengikut ini telah dibekukan, setelah menuduh China membuat virus yang mematikan dan menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia saat ini.

WASHINGTON, jurnal9.com –  Dr Li Meng Yan, ahli virus China yang dikabarkan melarikan diri ke Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa virus corona SARS-CoV-2 yang  kini menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia telah dibuat di Laboratorium Wuhan.

Tuduhan yang disampaikan Li Meng Yan ini diungkap dalam wawancara dengan seorang wartawan, Tucker Carlson, dalam program televisi “Tucker Carlson Tonight” di Fox News, Rabu (16/9).

Dr Li Meng Yan adalah seorang peneliti di Hong Kong’s School of Public Health, Hong Kong University (HKU). Dari hasil penelitian Li di laboratorium yang jadi referensi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) itu mengklaim menjadi bagian dari banyak ahli virus top dunia.

Wartawan itu bertanya kepada Dr Li Meng Yan, apakah dia yakin China membuat virus tersebut di Lab Wuhan, lalu menyebarkannya dengan sengaja,  Li menjawab; “Ya, tentu saja, itu sengaja.”

Li mengatakan banyak bukti yang akan dirilisnya. Dan ia yang meneliti di laboratorium referensi WHO itu akan  jadikan alasan agar orang-orang percaya dengan bukti yang dia sampaikan.

“Saya bekerja di laboratorium rujukan WHO itu dipercaya sebagai tempat laboratorium virus corona teratas di dunia. Dan saya melakukan penyelidikan itu secara rahasia sejak awal  wabah ini menyebar. Saya bekerja dengan para ahli virologi corona dari berbagai dunia,” ungkapnya.

“Dengan pengalaman ini, saya bisa memberitahu Anda, ini dibuat di laboratorium, dan  disebarkan ke dunia untuk membuat kerusakan seperti itu,” paparnya.

Fox News melaporkan Li membocorkan hasil penelitiannya ini untuk menekan upaya negara dalam penanganan virus yang mematikan ini agar tak membunuh makin banyak orang. Sebab hal ini membuat pemerintah China gagal memberitahu dunia sejak dini tentang ancaman virus corona SARS-CoV-2 yang mematikan ini.

Departemen Luar Negeri China tidak segera menanggapi pernyataan Dr Li Meng Yan yang disiarkan Fox News.

Namun pihak Hong Kong University, mengkritik klaim Li. “Isi laporan berita tentang hal tersebut tidak sesuai dengan fakta-fakta yang kami pahami,” kata pihak kampus dalam siaran persnya.

Baca lagi  Arab Saudi Tak Perbolehkan Jemaah Umrah Kenakan Pakaian Ihram Saat Tiba di Jeddah

“Secara khusus, Dr Li Meng Yan tidak pernah melakukan penelitian apa pun tentang penularan virus corona dari manusia ke manusia di Hong Kong University selama Desember 2019 dan Januari 2020.

Li mengaku dirinya adalah salah satu ilmuwan pertama di dunia yang mempelajari virus corona. Lalu ia melarikan diri dari China karena takut akan hukuman dari pemerintah Beijing.

Padahal Li diminta oleh atasannya di laboratorium yang menjadi referensi WHO, Dr Leo Poon, pada 2019 untuk menyelidiki kasus virus yang memiliki kemiripan dengan SARS di daratan China pada Desember 2019 lalu.

Sejak pemberitaan tentang tuduhan Li yang disiarkan Fox News, akun ahli virologi asal China  yang memiliki sekitar 60.000 pengikut itu telah dibekukan.

“Akun ditangguhkan. Twitter menangguhkan akun yang melanggar peraturan Twitter,” tulis pesan Twitter.

Ahli virologi itu bersama tiga rekannya membuat klaim tentang asal usul virus corona baru dalam laporan yang disiarkan minggu ini. Laporan itu menyebut teori asal usul alam diterima secara luas, namun dianggap tidak memiliki bukti atau dukungan substansial.

Li yang melarikan diri ke Amerika Serikat digambarkan sebagai whistleblower dalam sebuah wawancara pada awal pekan ini di Tucker Carlson Tonight Fox News. Selama kemunculannya, Li mengklaim virus corona adalah hasil buatan manusia bukan dari alam.

“Saya memiliki bukti untuk menunjukkan apa yang telah kami lakukan, dan bagaimana mereka melakukannya,” katanya dalam program itu, seperti dikutip Express UK, Kamis (17/9).

Dunia ilmiah juga diam … bekerja sama dengan Partai Komunis China, mereka tidak ingin orang mengetahui kebenarannya. Itulah mengapa saya diskors, ditekan, dan saya adalah target yang diinginkan partai untuk menghilang,” imbuhnya.

Namun viralnya perbincangan tentang asal muasal virus corona baru ini terus berlangsung. Hingga kini belum ada bukti yang kuat dari mana virus dengan kekuatan penyebaran tinggi ini berasal. Sebagian besar ilmuwan percaya bahwa patogen berasal dari hewan yang melompat ke manusia melalui inang lain.

Sumber: Express UK, Fox News

ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj Dinyatakan Sudah Sembuh dari Covid-19

adminJ9

Mutasi Covid-19 Varian Baru yang Menjangkiti India (B16172) Ditemukan di Bangkalan

adminJ9

Karyawan Upah di Bawah Rp 5 Juta akan Diberikan Bantuan

adminJ9