Jurnal9.com
HeadlineLifeStyle

Banyak Orang Belum Bisa Bedakan Nyeri Dada karena Gejala Jantung atau Asam Lambung?

Ilustrasi wanita yang merasakan gejala penyakit jantung

JAKARTA, jurnal9.com – Seringkali banyak orang belum bisa membedakan nyeri di dada atau ulu hati karena gejala penyakit jantung, atau penyakit asam lambung (maag)?

Kalau anda salah menduga kalau ini panyakit asam lambung, Padahal sebenarnya merupakan gejala panyakit jantung, ini bisa fatal karena terlambat mengobatinya.

Dokter spesialis jantung, Adrianus Kosasih, SpJP(K) mengingatkan agar perlu mewaspadai untuk mengenali rasa nyeri di dada ini. Harus benar-benar mengenali apakah ini gejala penyakit jantung atau penyakit asam lambung.

“Sangat bahaya kalau sampai rasa nyeri di dada ini dikira sakit lambung (maag), padahal gejala penyakit jantung. Sehingga bisa berisiko meninggal mendadak,” ujarnya.

Adrianus menjelaskan untuk membedakan gejala penyakit jantung, anda harus bisa mengenali gejala-gejalanya, seperti nyeri di dada disertai sesak napas, dada terasa penuh, ada rasa panas, keringat dingin, mual, dan muntah.

Letak nyeri dadanya kalau penyakit jantung, ada di sebelah kiri, atau di tengah, lalu menjalar ke lengan kiri, naik ke leher, rahang, bahu atau punggung bagian atas.

Lalu nyeri dadanya, kata dia, terasa seperti terbakar atau panas di dada (heartburn). Dada terasa seperti ditekan atau ditindih benda berat.

“Dan biasanya rasa nyeri di bagian dada ini, sering hilang timbul dalam waktu yang lama. Lebih dari 15-20 menit. Saya kira gejala ini menjadi ciri-ciri penyakit jantung,” ungkap dia.

“Dan yang perlu diketahui: kalau jantung, nyerinya tidak hilang, meskipun si penderita beristirahat.  Polanya ini sering timbul mendadak, disertai sesak napas, dan keringat dingin,” kata dia menjelaskan.

Nyeri dada karena penyakit jantung ini, lanjut Adrianus, bisa muncul kapan saja, termasuk saat istirahat, beraktivitas fisik, saat tidur, dan kadang timbul tanpa pemicu yang jelas.

Baca lagi  Misi Jokowi Damaikan Konflik Rusia-Ukraina Sulit Terwujud, Ini Penyebabnya

Adapun perbedaan penyakit asam lambung, lanjut dr spesialis jantung ini, biasanya gejala nyeri di dadanya hanya sebentar saja. Tidak lama seperti gejala penyakit jantung.

“Memang nyeri dada yang ditimbulkan penyakit lambung, polanya bisa berulang, tergantung GERD yang tidak dihindari,” cetusnya.

Dan kalau nyeri dada karena penyakit asam lambung, tegas Adrianus, biasanya muncul setelah makan, terutama sehabis mengkonsumsi makanan pedas, asam, dan berlemak.

“Ketika asam lambung naik, terutama terasa saat berbaring, saat membungkuk. Itulah ciri-ciri penyakit asam lambung,” ujarnya.

GEMAYUDHA M 

Related posts

Marah: Ingatkan Pemerintah Agar Beri Informasi yang Benar Tentang Tragedi di Wadas

adminJ9

Menkeu Ingatkan Risiko Global: Laju Inflasi AS yang Tinggi Dampaknya ke Ekonomi RI

adminJ9

Lingkungan yang Buruk dan Polusi di Rumah Bisa Sebabkan Pneumonia

adminJ9

Leave a Comment