Jurnal9.com
Headline LifeStyle

Lolly: Mama Sering Lakukan Kekerasan pada Anak-Anak, Mungkin Alami Gangguan Mental

Nikita Mirzani bersama anak-anaknya

JAKARTA, jurnal9.com – Nikita Mirzani yang bermulut nyinyir lewat media sosial (medsos) dan bikin keributan dengan siapa pun, ternyata ini watak aslinya. Kelakuan Nikita ini dibongkar oleh putrinya sendiri, Laura Meizani atau yang akrab dipanggil Lolly.

Melihat kelakuan ibunya yang keras kepala itu, Lolly merasa tidak tahan tinggal di rumah. Sampai untuk menghindari amarah ibunya itu, dia memilih tinggalkan rumah. Sebab kalau dia ada di rumah, sering ibunya melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kepada anak-anaknya.

“Mama itu kalau marah sering ringan tangan. Mukulin anak-anaknya. Makanya anak-anaknya jadi takut kalau mau bicara sama mama. Mending diam aja di dalam kamar. Tapi kalau sudah marah, anak-anak yang ada di kamar, malah dikunci dari luar,” ungkap Lolly.

Dia di rumah tinggal bersama dua adik laki-lakinya, Azka Raqila Ukra dan Arkana. Mereka bertiga berbeda ayah. Tapi mereka kelihatan akur.

“Meski adikku masih kecil, mama kalau sudah marah seperti nggak bisa kontrol. Nggak bisa mengendalikan diri. Main pukul-pukul aja ke adik-adikku yang masih kecil ini,” kata Lolly di tayangan video YouTube Antonio Dedola, Kamis (11/5/2023).

“Bukan saja memukul ke anak-anak, tapi kalau mama sudah marah, barang-barang yang ada ruangan rumah dibantingin semua,” tuturnya lagi.

“Waktu itu, pernah mama ribut, terus Azka melihat Antonio dipukul. Azka menangis. eh.. tiba-tiba mama marah. Aku nggak tahu apa penyebabnya,” kata Lolly.

“Mimi nanya, kenapa nangis? Eh.. Azka ditampar. Aku sih nggak melihatnya [waktu kejadiannya]. Sebab aku ada di kamar. Tapi aku dengar. Terus Omku membawa Azka ke bawah,” cerita gadis berusia 16 tahun ini.

Lolly yang mulai beranjak remaja, berani membuka aib ibunya kepada teman-teman dekat yang dicurhati. “Mama memang tipikal orang yang keras kepala. Aku mau ngomong sama dia [mamanya] nggak bisa. Aku takut membicarakan semua hal itu ke dia. Karena aku takut dipukul. Aku memang nggak dekat sama dia,” ujarnya.

Bahkan Lolly mengaku adik-adiknya pun lebih dekat dengan Antoni dibandingkan ke ibunya sendiri. Padahal Antoni sebagai ayah tiri. Bukan ayah kandung.

Baca lagi  WHO: Terlalu Lama Isolasi Diri Akibat Kasus Covid Terbukti Dapat Merusak Mental

“Aku ketemu pacar aja. Dia marah. Sampai aku disuruh di kamar dan dikunci pintunya,” keluh Lolly yang merasa bingung dengan sikap ibunya.

“Kalau Antoni benar-benar tahu tentang aku. Aku seperti merasakan ayah tiriku itu selalu ada di sisi aku. Dia benar-benar ngerti banget apa yang aku rasain. Tapi mama nggak pernah ngerti apa yang aku rasain. Tahu kenapa?,”

Melihat Nikita yang sering bikin ribut pada anak-anaknya sendiri itu membuat sejumlah warganet menganggap dia mengalami gangguan mental.

Kalo gue jadi lo Nik, gue nggak akan pernah malu buat jujur, kalo gue butuh psikiater. Orang sakit, kalo ga sadar dia sakit, sampai kapan pun nggak akan sembuh. Lo butuh pendampingan Nik. Serius,” saran dewi***.

Nikita ini fix sakit jiwanya. Coba ke psikiater atau konsul ke psikolog. Hidupmu keras, sekeras kepalamu,” imbuh @laili***.

“Nikmir ini kayanya bipolar deh, kaya perlu penanganan khusus, karena kasian anak-anak juga jadi korban nantinya,” lanjut @science***.

Efek negatif kekerasan

Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) pada 2021 tercatat ada 15.914 kasus kekerasan orangtua pada anak.

Dari efek negatif yang dialami anak-anak saat mendapat perlakukan kekerasan orangtuanya itu, maka si anak akan mengalami gangguan psikologis seperti ini:

Pertama akan menyebabkan si anak lebih mudah sedih dan ketakutan.

Kedua, anak yang menjadi korban kekerasan akan mengalami penurunan fungsi otak. Sehingga ia sulit berkonsentrasi saat belajar. Entah di rumah maupun di sekolah.

Ketiga, si anak akan mudah kehilangan kepercayaan dirinya maupun orang lain. Dan rentan mengalami kesepian.

Keempat, trauma akibat kekerasan yang dilakukan orangtuanya itu membuat si anak berisiko gangguan fisik dan mental seperti asma, diabetes, penyakit jantung, mudah panik dan depresi. Bahayanya lagi si anak akan mudah berbuat nekat untuk bunuh diri.

Solusi untuk mengatasi efek negatif tersebut, si anak dibawa ke psikolog atau psikiater untuk upaya penyembuhannya.

RAFIKA ANUGERAHA M  I  ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Anak Konglomerat, Chairul Tanjung: Putri Tanjung Dilamar Guinandra Jatikusumo

adminJ9

Bill Gates Prediksi Kondisi Dunia akan Mulai Normal Tahun 2021

adminJ9

Anda Lebih Mirip Siapakah Secara Genetik, Ibu atau Ayah?

adminJ9