Jurnal9.com
HeadlineNews

Kecurigaan Publik atas Kematian Arya Daru Pangayunan Sudah Terjawab: Bukan Pembunuhan

Arya Daru Pangayunan

JAKARTA, jurnal9.com – Kecurigaan publik atas kematian diplomat muda Kemenlu, Arya Daru Pangayunan (ADP) sudah terjawab. ADP bukan korban pembunuhan, melainkan meninggal karena gangguan pada saluran pernapasan.

Kesimpulan penyidik Polda Metro Jaya, menyebutkan kematian ADP ini karena kepalanya terbungkus plastik dan wajahnya dililit lakban. Akibatnya tak ada oksigen dan mati lemas. Ini disimpulkan, setelah penyidik tidak menemukan adanya bukti keterlibatan pihak lain.

“Penyebab kematian ADP ini meninggal tanpa keterlibatan pihak lain,” jelas Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra kepada wartawan di Jakarta, Selasa (29/7/2025).

Kemudian ia merujuk dari hasil otopsi. Dokter forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, dr. G Yoga Tohijiwa, Sp.FM, menjelaskan penyebab kematian ADP karena gangguan pernapasan sampai mati lemas.

Pihak kepolisian mengimbau publik agar tidak membuat spekulasi liar. “Kami minta untuk menghormati privasi keluarga korban,” ia menegaskan.

Kemudian penyidik menyebutkan kepastian penyebab kematian itu terungkap, setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan dengan menerapkan sistem scientific crime investigation. Dan juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dalam proses penyelidikan ini, Polda Metro Jaya juga telah memeriksa 24 saksi. Saksi dari lingkungan keluarga, lingkungan tempat tinggal korban, dan saksi dari lingkungan tempat kerja korban.

Kemudian dari hasil olah TKP, polisi menemukan sejumlah barang bukti, seperti gulungan lakban, kantong plastik, dompet, bantal, sarung celana, dan pakaian milik korban.

Salah satu barang bukti yang mendapat perhatian mereka yang hadir dalam press conference ini, yaitu kondom dan pelumas yang biasa dipakai untuk berhubungan intim.

Dua barang bukti ini dimasukkan dalam satu plastik bening dengan beberapa sampah sisa makanan.

Baca lagi  Otopsi Yosua Jadi Anti-klimaks

Selain itu barang bukti berupa obat-obatan; obat sakit kepala dan obat lambung, meskipun belum bisa dipastikan kaitannya dengan penyebab kematian ADP.

“Dan hasil otopsi jenazah korban. Polisi tidak menemukan unsur pidana berupa pembunuhan oleh pihak lain dalam kejadian ini. Karena tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan,” kata Wira menegaskan.

Selain itu diperkuat fakta, penyidik juga menemukan sidik jari ADP pada permukaan lakban yang melilit wajah dan kepalanya. Namun polisi masih menyelidiki, apakah lakban yang melilit di wajah sampai kepalanya itu, dipasang oleh korban sendiri atau orang lain.

Otopsi versi Kompolnas

Namun Komisioner Kompolnas Choirul Anam mengaku mendapat penjelasan dari dokter forensik terkait hasil otopsi jasad ADP itu.

“Kami mendapat penjelasan ada luka memar dan lebam di tubuh ADP. Dan kami ditunjukkan hasil otopsinya, mana yang memar, mana yang lebam. Kurang lebih memarnya kenapa, lebamnya kenapa,” ungkapnya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (28/7/2025).

Anam mengatakan proses otopsi jasad ADP itu sudah dilakukan sesuai prosedur. Hasil otopsi itu menunjukkan ada memar dan ada lebam.

“Otopsi dilakukan secara detail, bagaimana kondisi tubuh di luar yang kelihatan kasat mata. Sampai bagaimana tubuh di dalam yang tidak kasat mata. Kedua kandungan yang ada dalam tubuhnya apa saja,” jelas Komisioner Kompolnas itu.

Dari penjelasan yang berbeda hasil otopsi versi Kompolnas, mungkin saja publik masih menyimpan kecurigaan terhadap kematian ADP ini.

Tapi pihak kepolisian tadi kan mengimbau publik agar tidak membuat spekulasi liar. “Kami minta untuk menghormati privasi keluarga korban,” ungkap Dirreskrimum Polda Metro Jaya itu.

ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Sandiaga Bantah Berita Media Asing yang Sebutkan Pariwisata Bali Dibuka September 2021

adminJ9

Jimly: Presiden Jokowi Mengeluarkan Perppu Cipta Kerja, Jelas Melanggar Hukum

adminJ9

“Tidak Benar, Kalau Anak-Anak Tak Rentan Tertular Virus Corona”

adminJ9

Leave a Comment