Jurnal9.com
Headline Sport

Tim Merah Putih Lolos Secara Dramatis Ke Divisi Utama Olimpiade

Tim catur Indonesia yang lolos ke divisi utama Olimpiade Catur Online Dunia 2020

Kemenangan Tim catur Indonesia lolos secara dramatis ke divisi utama Olimpiade Catur Online Dunia (FIDE Online Olympiad) ini merupakan kado untuk Indonesia saat merayakan HUT Kemerdekaan RI

JAKARTA, jurnal9.com – Tim catur Indonesia lolos secara dramatis karena saat bertanding dalam babak terakhir sempat terjadi jaringan internet Tim Indonesia terputus, padahal dalam  babak ini merupakan penentuan lolos tidaknya Tim Indonesia maju ke divisi utama Olimpiade Catur Online Dunia (FIDE Online Olympiad).

Pada babak terakhir atau kesembilan Pool A Divisi 2 yang berakhir pada hari Minggu (16/8) malam, Tim catur Indonesia sedang berhadapan dengan Tim catur Bangladesh untuk babak penentuan. Sedangkan Tim catur Australia yang memiliki nilai sama dengan Indonesia juga berjuang untuk bisa lolos saat berhadapan melawan Belarusia.

Akhirnya Australia kalah, sedangkan Indonesia pada pertandingan terakhir menang atas Bangladesh dengan 5,5 – 0,5 sehingga Tim Merah Putih memastikan maju ke divisi utama Olimpiade Catur 2020.

Dalam babak terakhir itu Indonesia berhasil meraih total poin menjadi 12 hasil dari enam kemenangan dan tiga kekalahan. Sementara Australia yang menjadi saingan Indonesia dalam peraihan nilai yang hanya selisih satu poin telah meraih total poin 11, setelah dalam pertandingan terakhir kalah dari Belarusia 2,5 – 3,5.

Kapten Tim Indonesia yang juga menjabat Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi, Percasi, Kristianus Liem yang mendampingi Tim Merah Putih, mengatakan lolosnya Indonesia ke grup catur elit dunia berlangsung secara dramatis.

“Tim catur Indonesia bener-bener lolos secara dramatis, karena saat bertanding melawan Bangladesh jaringan internet Indonesia terputus,” papar Kristianus Liem yang menggambarkan ketegangan dalam pertandingan tersebut.

Akhirnya Kapten Tim catur Indonesia melalui jaringan handphone menjelaskan secara rinci hasil akhir pertandingan Indonesia imbang melawan Bangladesh pada babak kesembilan atau terakhir, dan Australia dalam posisi kalah melawan Belarusia. Sehingga memastikan Tim catur Indonesia lolos ke divisi utama Olimpiade Catur Online 2020.

Baca lagi  Tim Catur Merah Putih Lolos Dramatis ke Divisi Utama Olimpiade Catur 2020

“Saat terjadi jaringan internet tim Indonesia terputus, komposisi Tim catur Australia kalah, maka Indonesia otomatis lolos. Hasil Indonesia lawan Bangladesh, tidak merubah posisi Indonesia lolos ke divisi utama. Itulah letak dramatisnya,” kata Kristianus Liem.

Kapten Tim Indonesia Kristianus Liem segera mengumumkan kemenangan tersebut, setelah mendapat kepastian lolos ke divisi utama dengan mengirimkan video via Whattsapp redaksi jurnal9.com yang berdurasi 22 detik, dan dalam tayangan video itu seluruh tim mendeklarasikan kelolosan tim Indonesia ke divisi utama.

“Kemenangan ini adalah kado dari kami untuk Indonesia yang saat ini sedang merayakan 75 tahun kemerdekaan RI. Kami senang lolos ke divisi utama. Catur tetap menang dan terus jaya,” ujar pecatur Tim Indonesia tersebut.

Sedangkan Ummi Fisabilillah mengemukakan secara singkat, “Ya, Indonesia lolos menduduki peringkat ketiga,” ujar Ummi yang meraih kemenangan satu-satunya melawan Bulgaria 1 – 5 pada babak kedelapan atas FM Beloslava Krasteva.

Lolos ke Divisi Utama

Di divisi utama, Indonesia masuk dalam 40 tim catur elit dunia yang akan berkompetisi pada 21 Agustus mendatang. Terdiri dari lima tim unggulan, 20 tim terbaik mewakili zona benua, dan 15 tim yang lolos dari kualifikasi divisi dua.

Hasil kemenangan Tim Indonesia atas Bangladesh sebagai babak penentuan untuk melaju ke divisi utama adalah sebagai berikut:

1. Bin Sattar Reefat (2437)  –  GM Susanto Megaranto (2517)  0  –  1

2. FM Md Taibur Rahman (2270)  –  IM Novendra Priasmoro (2312)  0  –  1

3. WFM Nazrana Khan (2013)  –  IM Irene Kharisma Sukandar (2381)  0  –  1

4. WCM Samiha Shimmi Sharmin (1852)  –  IM Medina Warda Aulia (2344)  0  –  1

5. IM Rahman Mohammad Fahad (2243)  –  CM Aditya Bagus Arfan (1772)  1/2  –  1/2

6. WFM Anjum Noshin (1676)  –  WIM Ummi Fisabilillah (2182)  0  –  1

 

MULIA GINTING

Related posts

Apakah Boleh Berdoa dengan Bahasa Indonesia pada Saat Sujud Shalat?

adminJ9

Siapa yang Melontarkan Ide Omnibus Law Pertama Kali? ya..! Presiden Jokowi

adminJ9

Bill Gates Prediksi Kondisi Dunia akan Mulai Normal Tahun 2021

adminJ9