Jurnal9.com
Business

Sesmenkop Ajak Koperasi Melihat Peluang Baru di Tengah Kondisi Covid-19

Sekretaris Koperasi & UKM, Prof Rully Indrawan, saat berdialog dengan para pengurus dan pengawas Koperasi Industri Kerajinan Rakyat (Kopinkra) Karya Pusaka di Cibatu, Sukabumi.

SUKABUMI, jurnal9.com – Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan mengatakan, pandemi Covid-19 memang merupakan kondisi amat berat bagi seluruh pelaku usaha, termasuk koperasi. Dia mengajak pelaku koperasi, khususnya yang bergerak di sektor riil untuk melihat celah atau peluang lain yang bisa dimanfaatkan.

“Ada celah dan peluang yang bisa dimanfaatkan. Saat ini, impor produk luar sangat jauh menurun. Kekosongan itu sebagai peluang untuk diisi produk-produk UMKM kita,” ujar Prof Rully, saat berdialog dengan para pengurus dan pengawas Koperasi Industri Kerajinan Rakyat (Kopinkra) Karya Pusaka, di Cibatu, Sukabumi, Rabu (8/7).

Prof Rully memahami kondisi Kopinkra Karya Pusaka yang terdampak covid-19 yang selama empat bulan terakhir tidak ada pekerjaan, atau stop produksi sparepart kendaraan untuk kebutuhan PT Astra.

“Saya mengajak pelaku koperasi sektor riil untuk melakukan shifting produksi produk-produk lain. Saya berharap ada ide-ide baru akan hal itu,” ungkap Sekretaris KemenkopUKM ini.

Rully menekankan bahwa atas kondisi tersebut pemerintah tidak tinggal diam. Namun kebijakan pemerintah saja tidak cukup perlu keterlibatan semua pihak “Kita terus melakukan indentifikasi masalah dan kemudian mencarikan solusi atau jalan keluarnya bersama seperti apa,” tegasnya.

Dia mendorong agar terus memperkuat Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM untuk mendukung kinerja koperasi di tengah covid-19. “Kita mendapat dana dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp1 triliun, yang dikelola LPDB khusus untuk memperkuat koperasi dan UKM yang menjadi anggota koperasi,” jelasnya.

“Apabila dikucurkan modal baru misalnya dari LPDB, harus dipikirkan matang-matang peruntukan usahanya, jangan sampai macet karena pasar untuk produk-produk lama belum terbuka,” Rully mengingatkan semua anggota Koperasi Industri Kerajinan Rakyat (Kopinkra) Karya Pusaka,

Dia mengaku hampir semua agenda pemberdayaan koperasi dan UMKM tersendat karena pandemi covid-19. “Namun, kita tetap berkomitmen ada progres kegiatan atas hal-hal strategis yang sudah direncanakan,” tegasnya.

Terkait pemberitaan media online di Sukabumi yang menyebutkan Perajin Cangkul Terkubur Cangkul, Rully menyebutkan hal itu hanya terkendala masalah komunikasi belaka.

Bahkan, soal pendataan KUMKM terdampak Covid-19 yang disebut tidak ada tindak lanjutnya, data itu sudah disalurkan ke Kemensos dan Kemenaker sebagai pelaksana program bantuan sosial.

Baca lagi  MenkopUKM: Ada Tiga Kunci Agar UMKM Berbasis Sawit Dapat Tumbuh

“Ke depan, kita harus lebih meningkatkan komunikasi secara intens, bila terjadi masalah di lapangan. Jangan sampai menimbulkan disinformasi di tengah masyarakat,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kopinkra Karya Pusaka Asep Rohendi mengaku tidak tahu pemberitaan terkait cangkul itu bisa menjadi polemik dan ramai di masyarakat.

Asep menjelaskan, dirinya berkunjung ke redaksi sukabumiupdate.com dan bercerita keluh-kesah tentang kondisi terkini yang sedang dihadapi koperasinya. “Saat MenkopUKM Teten Masduki berkunjung ke Kopinkra pada 22 November 2019 berencana akan membentuk Tim Kecil yang tidak pernah datang hingga saat ini,” tegas dia.

Asep juga bercerita terkait pendataan KUMKM terdampak covid-19 yang dianggapnya tidak ada tindak lanjutnya. “Saya memang menumpahkan kekecewaan, tapi tidak menyangka pemberitaannya seperti itu,” keluh Asep.

Asep mengeluh kondisi saat ini, selama empat bulan terakhir tidak ada pekerjaan sama sekali, hingga sudah merumahkan karyawan sebanyak 32 orang. “Saya berharap ada solusi dan pembinaan dari KemenkopUKM,”  Asep meyampaikan harapannya.

Namun sejak 4 Juli 2020 sudah mulai ada pekerjaan lagi, meski belum seperti kondisi normal. “Kita juga akan memperbaiki proposal dana bergulir yang nantinya akan kita ajukan kembali ke LPDB untuk memperkuat permodalan kita ke depan,” selorohnya..

Siap Mendampingi

Sementara itu, Dirut LPDB KUMKM Supomo menegaskan bahwa pihaknya siap mendampingi pelaku koperasi untuk menentukan skema pembiayaan dalam kondisi seperti sekarang ini. Pasalnya, setiap koperasi memiliki masalah yang berbeda-beda.

“Kita harus jemput bola. Semua masalah bisa kita diskusikan, pasti ada jalan keluarnya,” ucap Supomo.

Supomo mencontohkan koperasi yang ahli dalam membuat produk, tapi juga harus kuat dalam pemasaran produknya. “Seperti  saat ini harus ada pemikiran baru untuk memproduksi sesuatu yang baru, yang dibutuhkan pasar,” papar Direktur LPDB itu.

Dia juga mengingatkan, jangan sampai pihaknya mengucurkan dana bergulir lalu timbul masalah (macet). Sebab, dana bergulir merupakan dana APBN yang harus dipertanggungjawabkan.

“Kita bisa diskusikan skema pembiayaan yang dibutuhkan seperti apa, sesuai kondisi masing-masing koperasi. Bisnisnya seperti apa, apakah bisnisnya aman. Kita terbuka untuk berdiskusi mengenai hal itu,” ucap Supomo.

Terlebih lagi, saat ini ada skema relaksasi yang merupakan bagian dari program PEN khusus koperasi dan UMKM. “Skema relaksasi itu untuk membangkitkan kembali KUMKM. Karena, kita tidak bisa memprediksi kapan pandemi Covid-19 akan berakhir,” lanjutnya.

MULIA GINTING

Related posts

Program PEN untuk Pulihkan UMKM, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp123,46 triliun

adminJ9

Meski Pandemi, Kinerja Penjualan Trias Naik Capai Rp 2,7 Triliun, 2022 Pasar Lebih Baik

adminJ9

Pelatihan SDM Guna Mendukung Destinasi Super Prioritas

adminJ9