
Delcy Rodriguez diangkat jadi Presiden Sementara Venezuela
CARACAS, jurnal9.com – Setelah Presiden Nicolas Maduro ditangkap militer AS, Mahkamah Agung Venezuela memanggil Delcy Rodriguez yang sebelumnya menjabat wakil presiden untuk segera diangkat sebagai presiden sementara.
Mahkamah Agung Venezuela mengeluarkan keputusan untuk memberikan kewenangan presiden sementara itu kepada Rodriguez. Minggu (4/1/2026).
Kemudian dengan mendapat dukungan Mahkamah Agung dan militer Venezuela, akhirnya pada Senin 5 Januari 2026 pukul 8 pagi Rodriguez dilantik sebagai presiden.
Setelah dirinya ditunjuk sebagai Presiden Venezuela, Rodriguez langsung memimpin rapat kabinet. .
Dalam konferensi pers, ia menyatakan akan mengambil sikap melunak menghadapi tekanan Trump yang menginvasi Venezuela. “Kami bersedia melakukan perundingan dengan pemerintah AS dibawa kendali Trump. Guna melanjutkan kerja sama dalam agenda pembangunan kerangka hukum internasional,” ujarnya.
“Venezuela bersedia mengikuti apa yang diinginkan AS dalam keberlanjutan untuk kerja sama pengelolaan minyak yang selama ini sudah terjalin. Kami siap mengikuti apa yang diinginkan Trump sesuai kepentingan AS,” kata Rodriguez menegaskan.
Rodriguez menyatakan setuju dengan keinginan Trump yang akan “menjalankan” atau mengendalikan Venezuela untuk sementara waktu.
Mendengar pernyataan Rodriguez itu, Trump memuji sikap presiden pengganti Maduro itu. “Pada dasarnya Rodriguez bersedia melakukan apa yang kami anggap perlu untuk membuat Venezuela kembali normal,” ujar Trump kepada wartawan yang memuji sikap Rodriguez.
Pernyataan yang disampaikan Presiden AS itu ditepisnya. “Itu tidak benar. Kami tidak pernah mengatakan menyerahkan Venezuela di bawah kendali AS. Tidak ingin negara kami menjadi koloni: wilayah yang diduduki AS,” bantah Rodriguez.
Rodriguez menegaskan bahwa Venezuela akan mempertahankan pengelolaan minyak di bawah pemerintahan sendiri. Tak boleh ada campur tangan dari AS yang ingin menguasai ladang minyak di Venezuela.
Sekali lagi Rodriguez menegaskan rakyat Venezuela menolak rencana Trump untuk memimpin masa transisi pemerintahan Venezuela setelah AS menangkap Maduro.
Bahkan di televisi, Rodriguez mengatakan sebuah majelis kongres sedang menyiapkan dekrit darurat yang memberikan petunjuk mengenai bagaimana pemerintah bisa menjalankan pemerintahan normal kembali.
Trump pun jadi marah mendengar sikap Rodriguez yang dianggap tidak konsisten. “Apabila Rodriguez yang ditunjuk sebagai presiden sementara oleh Mahkamah Agung setempat, tidak bertindak sesuai keinginan AS, mungkin Rodriguez bisa “membayar” harga yang lebih mahal daripada Maduro,” ancam Trump.
Bahkan Trump menyakinkan Rodriguez bahwa perusahaan-perusahaan minyak AS akan masuk ke Venezuela untuk memperbaiki infrastruktur, sehingga lebih menghasilkan uang bagi negara itu.
Alasan itu yang membuat Trump ingin mengambil alih pengelolaan minyak di Venezuela. “Karena itu AS akan mengendalikan pemerintahan Venezuela sampai masa transisi yang aman dan bijaksana,” tegas Presiden AS itu.
“Apabila Venezuela tidak membuat keputusan yang benar, AS akan mempertahankan keputusannya untuk mengendalikan pemerintahannya. Dengan cara apa pun kami memberikan tekanan kepada Rodriguez untuk memastikan kepentingan AS terlindungi,” kata Trump mengingatkan Rodriguez yang dipercaya sebagai presiden sementara ini.
Siapa sebenarnya Rodriguez?
Ditunjuknya Rodriguez sebagai Presiden sementara Venezuela, karena ia dikenal sebagai tokoh yang berpengaruh dalam transisi pemerintahan Venezuela yang mendapat tekanan dari AS.
Publik mengenal Rodriguez sebagai pemimpin yang berpendirian sangat kuat. Sikap itu yang mebuat dia dijuluki sebagai “Si Harimau Betina”.
Julukan itu yang membuat dirinya dikenal sebagai loyalis garis keras yang bisa membela kebijakan Maduro. Sehingga kini Rodriguez dianggap sebagai benteng yang kuat untuk melawan Trump.
Banyak orang menilai Rodriguez tidak mudah tunduk pada Trump untuk kepentingan merebut ladang minyak di Venezuela. Apalagi Trump sudah menyatakan terang-terangan ingin menguasai minyak Venezuela.
Keberaniannya wanita berusia 56 tahun yang berlatar belakang sebagai pengacara ini tak diragukan lagi. Dalam perjalanan kariernya ia pernah menjabat Menteri Luar Negeri dan berbagai posisi strategis di politik. Ia juga pernah merankap jabatan sebagai Menteri Hidrokarbon. Dan sejak 2018 Rodriguez menduduki jabatan sebagai wakil presiden.
Sumber: Reuters, BBC
ARIEF RAHMAN MEDIA
