
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro
WASHINGTON, jurnal9.com – Presiden AS Donald Trump menyatakan serangan militer ke negara Venezuela bertujuan untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro dari negara itu.
Karena Maduro dianggap bagian dari organisasi kriminal pengedar narkotika dengan organisasi terorisme. Dalih itu pernah dipakai George W Bush saat menangkap Noriega di Panama pada 1989.
Padahal Noriega adalah seorang diktator yang tadinya dipelihara AS, lalu kemudian berseberangan dengan AS.
Sedangkan Maduro merupakan Presiden Venezuela yang terpilih secara demokratis. Dalam mengambil kebijakannya selalu independen. Tak mau dikendalikan AS di bawah pemerintahan Trump.
Padahal semasa pemerintahan Presiden Joe Biden, AS berusaha menjalin hubungan dengan Maduro
Sejak Trump kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025, AS berbalik berseberangan dengan Venezuela. Dan Trump makin gencar melakukan provokasi dan ancaman atas pemerintahan Maduro.
Trump terang-terangan menyatakan AS ingin menguasai cadangan minyak dan gas Venezuela. Perusahaan AS akan melakukan investasi besar-besaran untuk mengelola minyak dan gas Venezuela.
“Mari kita mulai menghasilkan uang dari minyak dan gas untuk AS,” tegas Trump.
Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Jumlahnya mencapai 303 miliar barel atau sekitar 17 persen dari cadangan minyak dunia.
Trump juga mengatakan AS melakukan serangan ke kota Caracas, dan menangkap Maduro beserta istrinya, Cilia Flores di kediamannya pada Sabtu (3/1/2026).
“Sekarang Maduro dan istrinya sudah berada di New York untuk menjalani dakwaan atas tuduhan peredaran narkoba dan penjualan senjata,” ujarnya.
“AS akan mengambil alih pemerintahan sementara Venezuela,” kata Trump menegaskan lagi.
Ketika ditanya wartawan sampai kapan AS akan berkuasa di Venezuela, Presiden Trump menjelaskan, “AS akan memimpin negara ini sampai kami bisa melakukan transisi yang aman dan bijaksana.”
Kemudian wartawan lanjut bertanya lagi ke Trump, apakah serangan AS di Venezuela dan melakukan penangkapan Maduro beserta istrinya tak melanggar hukum internasional?
“Kami tak peduli dengan negara lain yang mengecam AS yang tak berkepentingan hubungan antara kami dengan Venezuela,” ucap Trump yang langsung buru-buru meninggalkan wartawan.
Salah satu konsensus internasional yang dilanggar AS, yaitu Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB pada Oktober 1945. Disebutkan sebuah negara dilarang menggunakan kekuatan militernya terhadap negara lain dan harus menghormati kedaulatan negara lain.
China mengecam keras aksi arogan Trump yang menggunakan militer untuk melakukan serangan terhadap negara berdaulat.
“China sangat terkejut dan mengecam AS yang mengintervensi negara lain. Kami mendesak AS mematuhi hukum internasional dan menghentikan pelanggaran terhadap kedaulatan dan keamanan negara lain,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China.
Sementara itu Presiden Kolombia, Gustavo Petro juga memperingatkan AS agar melakukan penghormatan terhadap hukum internasional, dan perlindungan kehidupan serta martabat manusia harus diutamakan daripada bentuk konfrontasi bersenjata.
“Jelas AS melakukan intervensi ke Venezuela sebagai negara berdaulat,” ujarnya.
Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel mengeluarkan kecaman keras, menuduh AS melakukan serangan kriminal terhadap Venezuela.
“Venezuela diserang AS secara brutal. Presiden Maduro yang dipilih rakyat ditangkap AS. Ini menggambarkan tindakan AS sebagai teroris yang selalu ingin ikut campur negara lain,” cetusnya.
Rusia juga ikut prihatin negara besar seperti AS terang-terangan melakukan pelanggaran hak asasi manusia, dan hukum internasional. “Kami mengutuk tindakan agresi bersenjata terhadap Venezuela. Semestinya Venezuela dijamin haknya untuk menentukan nasibnya sendiri. Tanpa campur tangan militer dari luar,” demikian rilis yang disampaikan Kementerian Luar Negeri Rusia.
Sumber: Reuters, BBC
ARIEF RAHMAN MEDIA
