Jurnal9.com
Headline News

RKUHP Hapus Pasal Pencemaran Nama Baik dan Penghinaan yang Tercantum dalam UU ITE

Ilustrasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana 

JAKARTA, jurnal9.com – Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej mengatakan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) akan menghapus pasal pencemaran nama baik dan penghinaan yang selama ini tercantum dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“RKUHP ini menghapus pasal-pasal pencemaran nama baik dan penghinaan yang ada dalam UU ITE,” kata Edward usai menghadiri Rapat RKUHP dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (28/11/2022).

Sebelumnya pemerintah, lanjut dia, mengusulkan untuk mengubah beberapa substansi RKUHP tersebut setelah mempertimbangkan sejumlah masukan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI pada Rabu (9/11/2022) lalu.

“Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI pada tanggal 9 November itu, pemerintah menerima masukan untuk membahas penyempurnaan RKUHP,” tegasnya.

Edward menegaskan penghapusan pasal itu menjadi kabar baik bagi iklim demokrasi dan kebebasan berekspresi.

“Teman-teman media selalu mengkritik aparat penegak hukum yang menggunakan UU ITE untuk melakukan penangkapan dan penahanan,” ungkap Edward.

Wamenkumham menyampaikan agar tidak terjadi disparitas, maka ketentuan di dalam UU ITE dimasukkan ke dalam RKUHP dengan penyesuaian-penyesuaian.

“Dengan sendirinya mencabut ketentuan pidana khususnya Pasal 27 dan 28 di UU ITE,” jelasnya.

ARIEF RAHMAN MEDIA

Baca lagi  Survei McKinsey Menyebutkan Ekonomi Indonesia Diprediksi Cepat Pulih

Related posts

Guru Besar UII Sebut Tanaman Obat untuk Virus Corona Ada dalam Alquran dan Hadist

adminJ9

Baru 45 Hari Menjabat PM Inggris, Liz Truss Mundur: Krisis Ekonomi Makin Buruk

adminJ9

Yusril: Perselisihan Pemilu Tak Bisa Gunakan Hak Angket DPR, Ini Penjelasan Undang-Undangnya

adminJ9