Jurnal9.com
Headline News

PDIP Cemas Melihat Sikap Jokowi yang Mendua Dukung Capres 2024

Presiden Jokowi duduk di taman Istana Bogor

JAKARTA, jurnal9.com – Politisi PDIP yang menjabat Wakil Ketua Koordinator Relawan Ganjar Pranowo, Adian Napitupulu merasa kesal melihat Presiden Jokowi yang masih belum sepenuhnya mendukung Ganjar Pranowo. Dan mungkin bisa mendua.

Ini bisa melihat saat Presiden Jokowi menerima tiga nama calon presiden (capres) dengan suara tertinggi hasil pilihan relawan Jokowi dalam acara puncak Musra di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (14/5/2023) lalu. Tiga nama pilihan relawan Jokowi itu yaitu Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Airlangga Hartarto.

Menurut Adian, ini menjadi salah satu tanda kalau Presiden Jokowi belum sepenuhnya mendukung Ganjar Pranowo. Dan mungkin saja sikap Presiden Jokowi ini bisa mendua.

Adian menyebut hasil pilihan relawan Jokowi itu akan terus memaksa Presiden Jokowi untuk memberi arahan terkait calon presiden yang harus didukungnya.

“Semestinya relawan Jokowi itu tidak menarik-narik presiden terkait tiga nama calon presiden yang diusulkan tersebut. Dan Jokowi sendiri sebagai presiden tak seharusnya memberikan arahan urusan mendukung capres itu. Sebab tidak etis,” kata Adian mengingatkan Presiden Jokowi dan relawannya, di Jakarta, Jumat (19/5/2023).

Dan politisi PDIP ini secara tegas meminta Presiden Jokowi harus menempatkan diri sebagai kepala negara dan tidak berpihak pada salah satu capres lainnya.

Menanggapi kekesalan Adian Napitupulu pada Presiden Jokowi, Ahli hukum tata negara Refly Harun mengatakan bisa saja karena Jokowi terlalu dalam ikut campur dalam pencalonan presiden 2024.

“Selain Presiden Jokowi ikut deklarasi calon presiden dari PDIP beberapa waktu lalu, juga sangat mencolok ikut memberi dukungan kepada Prabowo Subianto, Saya kira Adian melihat sikap Jokowi itu yang dianggap tidak all out mendukung Ganjar,” kata Refly dalam channel YouTube-nya, Rabu (17/5/2023).

Baca lagi  Presiden Jokowi: NU Menjadi Teladan dalam Islam yang Moderat

“Atau Jokowi akan tinggalkan Ganjar untuk mendukung Prabowo Subianto?,” tegasnya lagi.

Melihat sikap Jokowi itu, lalu Andian mengingatkan presiden agar tidak boleh berpihak, apalagi ikut mendukung salah satu capres lainnya. “Tapi Adian sendiri lupa. Padahal Jokowi juga ikut mengendorse Ganjar Pranowo saat deklarasi calon presiden dari PDIP.”

“Seorang presiden memang memiliki hak politik. Tapi karena sekarang sebagai kepala negara, seharusnya Jokowi bersikap sebagai negarawan. Harus netral. Karena kalau ikut campur politik, Jokowi dianggap melakukan tindakan menyimpang atau abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan),” lanjut Refly.

Berbeda dengan pendapat pengamat politik,Rocky Gerung yang menganggap pernyataan poilitisi PDIP, Adian Napitupulu itu dianggap menarik.

“Dia [Adian] mengingatkan Presiden Jokowi harus netral, nah ini menarik,” kata Rocky dalam tayangan Youtube Rocky GerungOfficial2023, pada Jumat (19/5/2023).

Rocky memperhatikan pernyataan Adian yang sebelumnya sempat tidak mempermasalahkan dengan keputusan Presiden Jokowi mengundang 6 ketua partai politik pendukung pemerintah ke Istana Negara.

“Dia (Adian) yang termasuk membela Presiden Jokowi dengan menyatakan ‘wah itu bukan urusan cawe-cawe, nggak ada salahnya,” kata Rocky mengutip ucapan Adian saat membela Jokowi.

Kemudian belakangan ini, Rocky melihat sikap Adian itu sebagai ‘kode’ kalau PDIP sudah cemas dengan Sikap Presiden Jokowi yang ikut memberi dukungan kepada calon presiden dari partai lain.

Dia semakin meyakini kalau dukungan Presiden Jokowi pada capres lain, selain dari PDIP, ini menandakan kalau Jokowi bukan hanya memberi dukungan untuk Ganjar saja. Tapi juga ke Prabowo Subianto.

ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Roket Kehabisan Bahan Bakar di Luar Angkasa Tabrak Bulan

adminJ9

Majelis Kehormatan MK Tidak Bisa Membatalkan Putusan MK

adminJ9

BEM UI: Presiden Jokowi Sering Obral Janji Tak Sesuai dengan Pelaksanaannya

adminJ9