Jurnal9.com
Headline News

Ma’ruf Amin Perintahkan MUI untuk Usut Pesantren Al Zaytun yang Ajarannya Sesat

Saat shalat, wanita bercampur dengan pria dalam satu shaf paling depan    

INDRAMAYU, jurnal9.com – Pimpinan Pondok pesantren Al Zaytun, Syech Abdussalam Rasyidi (AS) Panji Gumilang menyampaikan ajakan salam Yahudi kepada ribuan santrinya. Ini yang dianggap kontroversial. Kemudian masyarakat menduga pimpinan pesantren tersebut telah menerapkan ajaran sesat.

Setelah viral tayangan video tentang ajakan salam Yahudi itu, sejumlah mantan santri dan masyarakat mulai menguak adanya sejumlah ajaran diniyah yang menyimpang dari syariah Islam.

Sebelumnya di pondok pesantren yang berlokasi di Indramayu, Jawa Barat ini membolehkan khotib jumat seorang wanita. Kemudian pada pelaksanaan shalat Idul Fitri yang lalu, tampak adanya seorang wanita bercampur dengan pria dalam satu shaf paling depan.

Salah satu mantan santri Al Zaytun bernama Ken Setiawan mengaku terkejut ketika mendengar Syech Panji Gumilang sebagai pimpinan pesantren ini telah mengubah rukun Islam. Seperti melaksanakan ibadah haji bukan ke Mekkah, tetapi di Indramayu Jawa Barat yang dilakukan setiap tanggal 1 Muharram.

Kemudian tawaf dan melempar jumrah dilakukan di Ponpes Al Zaytun dengan cara mengelilingi area ponpes yang memiliki luas 1.200 hektare.

“Itu kelilingnya mereka naik mobil,” kata Ken.

Menurut Ken, banyak dari kalangan pejabat yang mengikuti tawaf yang menjadi bagian pelaksanaan ibadah haji itu.

Anehnya pejabat Kemenag, Kabupaten Indramayu, pernah mengeluarkan pernyataan kalau penerapan ajaran di Pondok Pesantren Al Zaytun dianggap tidak menyimpang dari syariah.

“Kan heran juga dari pejabat Kemenag Kabupaten Indramayu menganggap semua ritual yang dilakukan santri dan jamaah Pesantren Al Zaytun ini tidak melanggar syariat,” ujarnya.

Apakah pejabat Kemenag Kabupaten Indramayu tersebut menganut aliran ajaran yang sama dengan pimpinan pondok pesantren Al Zaytun? Padahal di sejumlah media massa sudah diberitakan kalau ajaran Syech Panji Gumilang banyak yang menyimpang dan dianggap sesat.

Padahal pondok pesantren Al Zaytun yang didirikan Panji Gumilang ini sudah berdiri sejak Agustus 1999. Dan sejak itu pula pendidikan diniyah mulai diterapkan kepada sekitar 10.000 santrinya.

Anehnya lagi, Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Barat, tak pernah melaksanakan evaluasi di bidang pendidikan diniyah yang diterapkan di pondok pesantren tersebut. Sehingga Kanwil Kemenag Jawa Barat tidak mengetahui jika ajaran diniyah di pesantren ini menyimpang dan sesat.

Ketika hal itu dikonfirmasi ke pejabat kemenag kabupaten Indramayu, mereka mengaku tidak mengetahuinya.

“Ponpes Al Zaytun sangat eksklusif. Banyak prosedur jika ingin bertamu masuk ke dalam pesantren.. Pejabat pemerintah daerah Indramayu saja susah bisa masuk masuk pesantren Al Zaytun. Bahkan wartawan pun tidak diberi akses untuk  masuk ke dalam pesantren,” kata Jajang Sudrajat, Asisten Daerah bidang Kesra Setda Indramayu.

Baca lagi  MUI: Belum Tetapkan Fatwa, Tapi Bahan Sinovac Suci dan Halal

“Silahkan datang ke pesantren ini. Jangan takut lapar kalau tinggal atau bertamu ke sini. Nanti kita gelarkan karpet merah supaya paham peradaban umat manusia,” kata Panji Gumilang, ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Buktinya ketika sejumlah wartawan minta izin meliput pesantren ini, Panji Gumilang tidak memperkenankan masuk. Wartawan hanya diperbolehkan mengambil gambar dari luar pesantren..

“Tahu sendiri Al Zaytun tertutup. Kita aja mau masuk susah. Coba aja kalau nggak percaya. Nggak sembarangan orang yang diizinkan masuk ke dalam,” kata seorang wartawan TV One yang mau masuk ke dalam. Ditolak oleh keamanan internal pesantren tersebut.

“Iya betul. Kalau kita mau masuk ke dalam pesantren, disuruh mengajukan surat dulu,” kata Jajang Sudrajat, Asisten Daerah bidang Kesra Setda Indramayu itu

Kontroversi ajaran agama yang diterapkan Panji Gumilang di pesantrennya mendapat perhatian Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. “Saya meminta Kementerian Agama dan MUI untuk mengusut permasalahan di Al Zaytun, sehingga tidak membuat kegaduhan di masyarakat,” ujarnya.

“Jangan sampai isu ini merebak, kemudian menjadi kemarahan dari masyarakat,” kata Wakil Presiden KH Ma`ruf Amin mengingatkan.

Atas perintah Wakil Presiden itu, Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh, membentuk tim gabungan untuk mendalami laporan tentang dugaan adanya sejumlah kontroversi dalam ajaran Al Zaytun.

Adapun tim gabungan dibentuk dari Komisi Fatwa dan Komisi Pengkajian MUI.

Di samping itu, tim peneliti MUI juga melibatkan unsur MUI Provinsi Jawa Barat dan MUI Kabupaten Indramayu.

“Untuk mendalami kasus ini dan beberapa kasus kegamaan lainnya, tim ini sebagai tindak lanjut penelitian MUI 2002 lalu,” ujar Niam di Jakarta, Senin (15/5/2023).

Sebenarnya MUI, pernah melakukan kajian mendalam atas Al Zaytun pada 2002 lalu. Salah satu anggota tim, KH Aminuddin Yakub, menyebutkan ajaran di Al Zaitun dinilai menyimpang.

“Dulu ada kurikulum yang disembunyikan dan tidak disampaikan secara terbuka,” tegas Niam.

Pengarah tim peneliti MUI Prof Utang Ranuwijaya menyebutkan, surat keputusan untuk tim peneliti MUI sudah diterbitkan dan akan menggelar rapat membahas Al Zaytun.

“Tim membuat TOR (term of reference) bertugas untuk mengumpulkan data,” kata Prof Utang.

Dalam meneliti Al Zaytun, bisa dengan cara observasi yakni secara tidak terang-terangan atau melakukan wawancara dengan pimpinan Al Zaytun.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI KH Miftahul Huda menambahkan, langkah pertama tim peneliti MUI akan konsolidasi dengan tim gabungan untuk mendalami kasus ini dan beberapa kasus keagamaan lainnya.

“Jika diperlukan, tim akan melakukan penelitian ke lapangan. Tim akan menindaklanjuti rekomendasi dari hasil penelitian tim MUI pada tahun 2002,” kata Huda.

GEMAYUDHA M

Related posts

Mobil Rombongan KSAD Terguling, 1 Meninggal Dunia dan 3 Luka-Luka

adminJ9

Bulog Mau Tagih Utang ke Pemerintah, Buwas Minta Dukungan DPR

adminJ9

Daerah PPKM Level 3 dan 2, Pusat Perbelanjaan Boleh Buka, Daerah Mana Saja?

adminJ9