Jurnal9.com
News

Pasien Corona Melonjak di Surabaya, RS Tak Bisa Tampung

Sejumlah tenaga medis yang sedang merawat pasien positif corona di salah satu rumah sakit di Surabaya   (Foto:  Istimewa)

SURABAYA, jurnal9.com – Jumlah pasien yang terkonfirmasi positif terinfeksi corona di kota Surabaya sampai Rabu (27/5) mencapai 2.095 lebih. Akibat lonjakan jumlah pasien yang terjadi menjelang lebaran, sejumlah tenaga medis di rumah sakit mulai kewalahan tangani pasien tersebut.

Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia Surabaya, Arief Bakhtiar, mengatakan sejumlah rumah sakit di Surabaya, sudah mulai tak bisa menampung lonjakan pasien covid-19 yang terus meningkat setiap harinya.

“Di beberapa rumah sakit, pasien masih ngendon di IGD karena masih belum bisa masuk ruang isolasi,” kata Arief dalam keterangan tertulisnya.

Dokter yang bertugas di RS dr. Soetomo dan RS Royal Surabaya ini mengaku banyaknya pasien yang terus meningkat menjelang lebaran, para tenaga medis merasakan beban kerja yang berat. “Meski begitu para tenaga medis tetap bekerja merawat pasien,” ujarnya.  Dia berharap, “Mudah-mudahan saja kami tetap diberikan kesehatan.”

Sebab sejumlah tenaga medis di RS Surabaya, kata Arief, sudah mulai banyak yang terinfeksi virus yang mematikan ini. Dia bersyukur koleganya dalam kondisi yang baik sehingga bisa melakukan isolasi mandiri. “Mudah-mudahan tidak mengalami keburukan,” selorohnya..

Melonjaknya jumlah pasien positif corona di RS dr Soetomo itu, juga terjadi RS Universitas Airlangga (RS Unair) yang lokasinya berdekatan dengan RS dr Soetomo tersebut. Sejumlah pasien yang akan melakukan perawatan di ruang IGD RS Unair juga tampak menumpuk di luar.

Penumpukan pasien positif corona yang terjadi di Rumah Sakit Universitas Airlangga, ini disampaikan Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan RS Unair, Hamzah melalui surat pemberitahuan yang isinya menyatakan: RS Unair menghentikan sementara penerimaan pasien positif rujukan covid-19.

Baca lagi  Lonjakan Omicron di Arab Saudi, Kembali Terapkan Shaf Shalat Renggang di Mekah dan Madinah

Hamzah juga menjelaskan bahwa para tenaga medis atau kesehatan RS Unair akan difokuskan untuk merawat pasien yang saat ini sedang menjalani perawatan. “Penghentian sementara ini berlaku selama 14 hari mulai 26 Mei 2020,” ucapnya.

Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Unair, Suko Widodo mengatakan RS Unair harus mengantisipasi kemungkinan terjadinya peningkatan pasien baru covid-19. Karena itu perlu dilakukan penyesuaian kebutuhan mendesak agar kualitas layanan tetap terjaga.

“Bukan penutupan, tetapi penataan internal,” kata Suko dalam keterangan tertulisnya.

RAFIKI ANUGERAH M

 

Related posts

TMII Diambil Alih Negara karena Kerap Mengalami Kerugian Rp 40-50 Miliar Per Tahun

adminJ9

UU Cipta Kerja Lemahkan Kewenangan MUI dalam Menentukan Produk Halal

adminJ9

KH Miftachul Achyar Jadi Rais Aam PBNU 2021-2026, Gus Yahya Sebagai Ketua Umum PBNU

adminJ9