Jurnal9.com
Business

Kehadiran Holding UMi Diharapkan Dapat Menekan Maraknya Rentenir di Masyarakat

Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina

JAKARTA, jurnal9.com – Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina mengatakan pembentukan holding Ultra Mikro (UMi) oleh sejumlah BUMN bertujuan untuk mengatasi berbagai persoalan permodalan yang dihadapi UMKM di berbagai daerah.

“UMi yang merupakan holding dari BRI, Pegadaian, dan PNM itu harus bisa menekan maraknya rentenir di masyarakat,” ungkapnya.

Adanya holding Ultra Mikro ini, tegas dia, memberi harapan sekaligus peluang kepada UMKM untuk bisa berkembang. Selama ini UMKM banyak yang tidak bankable, sehingga sulit mendapat bantuan permodalan dari pebankan.

“Kementerian BUMN mesti melakukan sosialisasi secara intensif ke masyarakat atas pembentukan Holding UMi ini. Masyarakat seluruh Indonesia mesti paham, apa itu UMi dan bagaimana mekanismenya,”  tutur Nevi dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (29/9/2021).

Politisi PKS ini menjelaskan bahwa masyarakat sendiri masih banyak yang belum paham holding Umi. Termasuk manfaatnya. Pembentukan Holding Ultra Mikro ini memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mengakses permodalan dengan fasilitas pinjaman suku bunga rendah.

“Perlu ada target jangka waktu berapa tahun ke depan, dan berapa pelaku usaha ultra mikro yang ditargetkan bisa naik kelas menjadi pengusaha mikro dan kecil,” ujarnya.

“Diharapkan dua hingga tiga tahun ke depan, sudah mulai muncul hasil pembentukan holding Umi; berupa penciptaan lapangan kerja baru, dan penyerapan tenaga kerja di daerah,” ia menambahkan.

Pembiayaan dan pemberdayaan UMKM melalui Holding Ultra Mikro (UMi) ini didukung sejumlah BUMN: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero)/PNM.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan pembentukan holding UMi bertujuan menciptakan ekosistem pelaku usaha ultra mikro menjadi bankable dalam memperoleh bantuan permodalan dari perbankan.

Baca lagi  KemenkopUKM Raih Opini WTP dari BPK Selama 6 Tahun Berturut-Turut

“Integrasi BUMN pada holding UMi ini diharapkan dapat menciptakan efisiensi biaya dana (cost of fund). Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM cost of fund dari ekosistem ini mempermudah ekspansi usaha dengan biaya yang lebih murah,” tegasnya.

Selanjutnya, kehadiran holding Umi BUMN ini diproyeksikan menghasilkan sinergi digitalisasi dan platform pemberdayaan pelaku usaha kecil di Indonesia. Sinergi ini akan menghadirkan pusat data UMKM yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber data UMKM dalam skala nasional.

Adanya pusat data ini nantinya akan membantu pemerintah untuk memberikan berbagai program untuk BUMN yang lebih tepat sasaran.

Holding Ultra Mikro yang didukung PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk sebagai induk, serta PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) diyakini akan mampu memperkuat interlink digital di segmen UMKM dan usaha ultra mikro nasional.

“Tentu Holding Ultra Mikro akan dapat memperkuat interlink ekonomi digital ini dengan produk pembiayaannya. Terlebih BRI sudah cukup kuat dengan banyak cabang dan dibantu oleh Pegadaian dan PNM,” ujar Doddy Ariefianto, pengamat perbankan dari Universitas Bina Nusantara dalam keterangannya, Senin (20/9/2021).

ARIEF RAHMAN MEDIA

 

Related posts

MenkopUKM : Tingkat Kepercayaan Masyarakat Kepada Koperasi Semakin Meningkat

adminJ9

Ketika Bank Konvensional Berubah Haluan Menjadi Bank Syariah yang Kuasai Pasar

adminJ9

Sinergi Tiga Menteri Usung Sentra Pengolahan Beras Terpadu di Kebumen

adminJ9

Leave a Comment