Jurnal9.com
Business

Indonesia Perlu Entrepeneur Kuat yang Miliki Kompetensi dan Tahan Banting

JAKARTA, jurnal9.com – Pada masa pandemi Indonesia memerlukan entrepeneur-entrepeneur yang memiliki kompetensi dan bermental kuat, sedangkan peran perguruan tinggi memberikan ilmu pengetahuan, nilai tambah terhadap kompetensi SDM untuk terjun sebagai pelaku usaha.

“Kami mengapresiasi yang digagas rekan-rekan STIE Ganesha yang bekerjasama dengan Hipmikindo. Semoga calon wirausahawan di SMK maupun mahasiswa betul-betul mengambil ilmu dan paling penting kesanggupan menghadapi tantangan saat ini dan tahan banting,” kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan, saat meresmikan Koperasi Padiadi Nusantara Jaya, di kampus STIE Ganesha, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (17/8/).

Indonesia tertimpa krisis paling parah berbeda dengan krisis 1998 dan 2009, lanjut Rully, saat itu UMKM yang paling terkena dampak awal, dan UMKM menjadi solusi.

Solusinya, menurut Seskemenkop, pemerintah mengeluarkan skema-skema program untuk membantu UMKM. Namun peran masyarakat juga diperlukan seperti yang dilakukan STIE Ganesha yang memberikan beasiswa bagi pelaku UMKM untuk studi lanjut.

“Ini sangat membantu pemerintah, karena lembaga pendidikan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan kemampuan, keterampilan kompetensi sertifikasi bagi UMKM termasuk memberi kesempatan bagi pelaku UMKM bergabung dalam entrepreneur center.”

Hikmah dari musibah (covid-19) ini, kata Rully, masyarakat terdorong untuk memanfaatkan digitalisasi, munculnya sikap saling tolong menolong satu sama lain. Melalui lembaga pendidikan seperti inilah nilai-nilai itu dipelihara dan pendidikan seperti ini sangat penting bagi anak muda.

“Di sini diajarkan melawan rasa takut rugi, resiko, khawatir dimarahi dan dicemooh orang bila gagal, khawatir modalnya tidak kembali. Untuk melawan itu semua membutuhkan pembudayaan dan pelatihan di lembaga pendidikan,” ujarnya.

Sebelumnya Ketua Umum Hipmikindo Dr Syahnan Phalepi mengatakan, salah satu tujuan kerja sama antara STIE Ganesha dengan Hipmikindo adalah ingin mendirikan entrepeneur center di beberapa perguruan tinggi. Dan sampai saat ini sudah ada 8 entrepeneur center yang didirikan Hipmikindo di Jabodetabek.

Baca lagi  SesKemenkop Ajak Masyarakat Cintai Produk Dalam Negeri

“Kita berharap program-program Kementerian Koperasi dan UKM bisa disinergikan dengan STIE Ganesha-Hipmikindo, khususnya yang berada di daerah Tangerang Selatan,” ucap Syahnan Phalepi.

Hipmikindo menyambut baik program-program pemerintah untuk diimplementasikan sampai ke bawah agar masyarakat bisa mendapatkan manfaat, khususnya pendampingan.

Kerjasama yang sudah dilakukan antara STIE Ganesha-Hipmikindo ini antara lain berupa pendampingan terkait mengurus izin, izin halal, PIRT, uji kompetensi, advokasi, termasuk konsultasi langsung maupun online (daring),

Kerjasama ini sudah meluluskan 80 orang yang sudah tersertifikasi  pendamping UMKM, termasuk sertifikasi kewiraan industri.

Rully memberikan bantuan masker kepada UMKM yang terdampak Covid-19 melalui pendiri STIE Ganesha Dr H Alimudin Al Murthala dan Ketua Yayasan Ganesha yang juga sebagai Ketua DPC Hipmikindo Tangsel Syarief Hidayatullah.

MULIA GINTING

 

 

Related posts

GIMNI Ancam Pemerintah, Kini Jokowi Larang Ekspor Minyak Goreng dan CPO

adminJ9

PSBB Jakarta akan Berdampak pada Ekonomi Nasional Kembali Negatif

adminJ9

Kemenkop Sosialisasikan Program Restrukturisasi Pinjaman LPDB-KUMKM

adminJ9