Jurnal9.com
Headline LifeStyle

Hasil Penelitian: Masa Inkubasi Varian Omicron Ternyata Lebih Singkat, Cuma 3 Hari

Ilustrasi covid-19 varian Omicron

JAKARTA, jurnal9 – Varian Omicron telah terdeteksi di beberapa negara termasuk Indonesia, sejak pertama kali ditemukan di Afrika Selatan dan Botswana. Setelah diteliti ternyata varian ini sangat cepat dalam menularkan virus.

Ketika varian Omicron ini ditemukan pertama kali di Afrika Selatan dan Botswana masih belum diketahui berapa lama masa inkubasinya. Waktu itu masih dalam tahap penelitian.

Namun hasil penelitian terbaru dari Norwegia menunjukkan bahwa masa inkubasi varian Omicron ini ternyata lebih singkat jika dibandingkan dengan varian covid sebelumnya.

Masa inkubasi adalah periode antara terinfeksi virus penyebab covid dengan gejala yang muncul.

Dari penelitian di Norwegia itu, diketahui masa inkubasi varian Omicron ini hanya butuh waktu tiga hari, Kasus terbanyak terjadi pada kerumunan acara pesta, dan varian Omicron banyak terdeteksi pada hari ketiga seusai pesta tersebut.

Jika dibandingkan dengan varian lain, varian Omicron memiliki masa inkubasi yang lebih singkat, ketimbang masa inkubasi varian Delta yang butuh 4,3 hari. Dan varian lainnya butuh waktu 5 hari.

Menanggapi masa inkubasi Omicron yang lebih singkat ini,  dr Adam Prabata, PhD Student di Universitas Kobe, dalam akun Instagramnya, Kamis (23/12/2021), menjelaskan jika masa inkubasi varian Omicron lebih singkat, maka orang akan lebih cepat bergejala jika terinfeksi virus ini.

Selain itu penularan varian Omicron akan lebih cepat terjadi, dan penularannya lebih sulit untuk dikontrol.

“Perlu ada perubahan strategi periode tes PCR dan antigen,” kata Adam.

Tetapi dr Adam menegaskan, penelitian ini berasal dari jumlah orang yang tidak terlalu banyak. Dan itu hanya terjadi di Norwegia. Sehingga bisa saja akan berbeda dengan negara lain yang jumlah orangnya lebih banyak.

Baca lagi  Meski Sudah Divaksin Lengkap, Omicron Bisa Menularkan ke Siapa Pun

“Masa inkubasi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain status vaksinasi, kondisi kesehatan, riwayat infeksi, usia, dan jumlah virus yang masuk,” ungkap dr Adam memberi alasan.

Varian Omicron ini sangat cepat dalam menularkan virus. Mereka diketahui memiliki mutasi dalam jumlah yang besar, sehingga memicu kekhawatiran bahwa varian ini mungkin kebal terhadap vaksin covid-19 yang sudah beredar di pasaran.

Saat ini para produsen vaksin tengah merancang vaksin virus corona yang disesuaikan dengan varian baru. Pfizer misalnya, mengumumkan bahwa vaksin terbarunya harus siap pada Maret tahun depan.

Sementara Moderna pada Senin (20/12) mengklaim bahwa dosis booster mereka dapat melindungi terhadap varian Omicron.

ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Virus Corona itu Rekayasa atau Fakta? Ini Kisah Dokter di Madura

adminJ9

Pencapaian Nagelsmann Pelatih Termuda Mengantar Leipzig ke Semifinal Liga Champions

adminJ9

Web 3.0, Metaverse dan Ransomware Masih Mendominasi Tren Teknologi 2022

adminJ9