Jurnal9.com
News Sport

Pecatur Georgia Sopiko Unggul Pengalaman, Medina akan Memainkan Strategi

JAKARTA, jurnal9 com – Secara kualitas dan pengalaman pecatur Georgia, MI Sopiko Guramishvili lebih unggul atas pecatur Indonesia MI Medina Warda Aulia dalam pertemuan keduanya pada Dwitarung Internasional Online Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) pada 30 Agustus 2020.

Medina Warda Aulia mengatakan, lawan memang tangguh. Tetapi dia akan menjalankan strategi guna menumbangkan pecatur Sopiko Guramishvili. Pertarungan dilangsungkan enam babak, masing-masing dua babak pertarungan dimainkan dengan rapid chess, catur kilat dan bullet chess.

“Harus semangat melawan dia dengan penampilan terbaik. Dwitarung ini sebagai pertandingan umum. Saya mungkin bisa menang pada kesempatan ini,” ujar Medina kepada jurnal9.com.

Dwitarung diadakan SCUA untuk HUT sekolah catur tersebut ke-27. Hanya satu pertandingan internasional dilaksanakan, antara Medina melawan Sopiko. Sisanya pertarungan dwitarung antar pecatur terbaik nasional.

“Beberapa kali bertanding melawan Sopiko, hasil atau skornya saya selalu kalah,” ujar Medina seraya tertawa melalui Whatsapp (WA-nya). Itu sebabnya Medina ingin menggulingkan Sopiko sekaligus merubah hasil pertemuan mereka.

Dwitarung merupakan persiapan yang diberikan PB Percasi kepada Medina untuk menuju kejuaraan dunia yang akan berlangsung pada awal Oktober 2020.

“Saya berterimakasih kepada Eka Putra Wirya, Ketua Umum PB Percasi Utut Adianto dan Ketua Bidang Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi Kristianus Liem untuk mempercayakan posisi itu kepada saya di kejuaraan dunia,” tukas Medina.

Sedangkan WIM Ummi Fisabilillah yang menghadapi WIM Dita Karenza pada dwitarung nasional, menjelaskan targetnya untuk meraih kemenangan.

Ini merupakan penampilan pertama Ummi berlaga setelah berjuang di olimpiade online yang membawa regu Indonesia masuk ke divisi utama. Termasuk hasil perjuangan Medina Warda Aulia pada  Agustus 2020.

Pada 14-16 Agustus berlaga di Divisi II. Setelah lolos ke Divisi Utama 40 besar, berlaga lagi di Pool A dengan hasil 7 besar sesuai target pada pertandingan  21-23 Agustus 2020.

Baca lagi  Kebebasan Berpendapat di Era Jokowi Lebih Sulit, Dulu Zaman Soeharto Tak Ada Masalah

“Main dengan kemampuan terbaik saja. Saya lupa berapa kali berhadapan dengan Dita. Tapi menang merupakan target,” ungkap Ummi Fisabilillah.

MULIA GINTING

 

Related posts

278 Jamaah Ajukan Pengembalian Setoran Pelunasan, Sebagian Sudah Terbit SPM

adminJ9

Tak Mau Hadir ke Istana, Gatot Tetap Menerima Penghargaan Bintang Mahaputra

adminJ9

Kasus Virus Corona di Dunia Kini Sudah Tembus 50 juta

adminJ9