Jurnal9.com
News

“Omong Kosong Kalau Ada yang Mengatakan Saat ini di Indonesia Terjadi Islamofobia”

PADANG, jurnal9.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD keliru kalau orang berpandangan bahwa Pemerintah saat ini selalu mendiskreditkan Islam.

“Siapa bilang Pemerintah mendiskreditkan orang Islam, Presiden orang Islam, pesantren disediakan dan dibuatkan undang-undangnya, mau naik haji dilayani,” kata Mahfud, di Padang, Kamis (17/9) dalam Dialog Kebangsaan, di Universitas Andalas secara daring.

“Omong kosong kalau ada yang mengatakan saat ini di Indonesia terjadi Islamofobia,” lanjut nya.

Menko Polhukam menjelaskan Islamofobia itu dulu terjadi di zaman Belanda, karena orang Islam itu ditakuti dan disingkirkan dari pergaulan hidup bernegara. “Coba orang Islam di zaman Belanda jadi pejabat tidak boleh, sekolah tak boleh, tapi setelah Indonesia merdeka orang Islam sudah bisa jadi tentara,” ujarnya.

Mahfud mengatakan setelah merdeka dibuat kebijakan orang Islam mengikuti pendidikan, sehingga sekarang sudah bisa jadi kapolri, hingga panglima TNI. “Oleh sebab itu kalau ada aparat menangkap orang yang melakukan pengeboman, bukan Islamnya yang dipersoalkan tapi terorisnya dan itu siapa saja karena yang dilakukan melanggar ajaran agama dan hukum negara,” ucap dia.

Karena itu, ia mengajak umat Islam berperan bagi negara ini, maka ikuti prosedur kenegaraan yang ada dan menerima perbedaan. “Jangan saling mendiskriminasi karena yang paling utama adalah prestasi sesuai dengan porsi dan keahlian masing-masing, untuk bersama-sama membangun negara ini agar lebih maju,” ujarnya.

Mahfud menegaskan pemerintah melindungi setiap pemeluk agama, dan silakan jalani ibadah masing-masing dan itulah negara kesatuan berdasarkan Pancasila.

Semua komponen bangsa, menurut dia, sudah sepakat Indonesia adalah negara demokrasi dengan Pancasila sebagai ideologi. “Ikuti aturan main demokrasi, apakah demokrasi itu baik. Tidak, demokrasi jelek, tapi lebih jelek lagi yang bukan demokrasi,” cetusnya.

Baca lagi  Jawa Barat Tak Ikuti PSBB DKI Jakarta, PSBB DKI Jakarta Bermuatan Politik?

Mahfud mengatakan, demokrasi memberikan penghargaan kepada rakyat untuk menentukan nasib sendiri.

RAFIKI ANUGERAHA M

Related posts

Nadiem: Asesmen Nasional Berbeda dengan UN, Siswa Harus Banyak Baca Buku, Majalah

adminJ9

Penahanan Rizieq Diperpanjang 30 Hari, Mestinya Masa Penahanan Sudah Habis

adminJ9

Ini 3 Aturan Teknis Perpanjangan PPKM 3-9 Agustus 2021 yang Diterbitkan Mendagri

adminJ9