
Kosasih, Direktur PT Langgeng Makmur Industri Tbk (foto kanan), dan Sekretaris Perusahaan, Henri Subiyanto (foto kiri).
SURABAYA, jurnal9.com – Meski menghadapi geopolitik global dan daya beli masyarakat yang menurun, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) optimis meraih penjualan Rp 447 miliar.
“Ini bisa kita lihat pada triwulan pertama tahun 2026, kami telah meraih penjualan bersih sebesar Rp 69 miliar,” kata Kosasih dalam paparan publik RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa di Surabaya, Selasa (30/6/2026).
“Dari kontribusi penjualan divisi peralatan dapur dari aluminium, lalu divisi peralatan rumah tangga plastik, masing-masing sebesar Rp 26 miliar dan Rp 20 miliar. Dan secara akumulatif merupakan 67% dari total penjualan,” ia menambahkan lagi.
Kemudian Kosasih menyebut penjualan ekspor juga mengalami peningkatan sebesar 42,44% dari US$ 0,144 juta pada 2024 menjadi US$ 0,190 juta pada 2025. Dengan tujuan utama ekspor ke negara-negara Asia, termasuk Timur Tengah dan Australia.
“Memang penjualan sepanjang 2025 yang meraih sebesar Rp 472 miliar, turun sebesar Rp 49 miliar atau 9,51% dibandingkan penjualan tahun 2024 yang meraih sebesar Rp 521 miliar,” tutur Kosasih.
Penjualan domestik, lanjut dia, turun sebesar Rp 51 miliar atau 9,74%. Sebelumnya pada 2024 yang meraih sebesar Rp 519 miliar turun menjadi Rp 469 miliar pada 2025.
Penurunan ini terutama pada produk peralatan dapur dari aluminium yang meraih penjualan sebesar Rp 238 miliar, turun sebesar Rp 19 miliar atau 7,24% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kemudian divisi peralatan rumah tangga plastik meraih penjualan Rp 96 miliar, turun sebesar Rp 18 miliar atau 15,67% dibandingkan penjualan tahun 2024.
Selain itu, Kosasih menyebut divisi pipa, fitting dan profil juga mengalami penurunan sebesar 10,54%, yaitu sebesar Rp 144 miliar pada 2024 turun menjadi Rp 129 miliar pada 2025.
Dalam upaya meningkatkan pangsa pasar dan penjualan, Kosasih optimis dengan menerapkan strategi, meningkatkan komunikasi dengan pelanggan, melihat perubahan selera konsumen, memperbaiki mutu produk secara berkesinambungan, sehingga dapat menaikkan branding produk-produk rumah tangga dan pipa.
“Strategi meningkatkan penjualan pada divisi pipa dan fitting, perusahaan akan terus menambah beragam produk dan ukuran guna mengantisipasi semakin meningkatnya proyek insfrastruktur pemerintah dan swasta,” ujarnya.
“Selain itu perlu inovasi dan diversifikasi produk untuk pengembangan pasar. Dan menjaga meningkatkan kualitas, mulai dari proses produksi hingga produk jadi,” lanjut dia.
Kosasih mengakui pengaruh gejolak di Timur Tengah, dengan ditutupnya Selat Hormuz, perusahaan menghadapi kesulitan dalam menyesuaikan harga produknya.
“Jadi biaya angkutan kapalnya naik, tapi kami nggak bisa menaikkan harga produk. Karena melihat persaingan dan daya beli masyarakat yang menurun itu. Sehingga kami terus bertahan dengan harga lama,” keluhnya. “Tapi dengan strategi yang kami lakukan tadi, perusahaan masih optimis penjualan terus tumbuh.”
AMRULLAH I ARIEF RAHMAN MEDIA
