Jurnal9.com
Headline Travelling

Luhut: Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bali Meningkat, Pariwisata akan Dibatasi

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan

JAKARTA, jurnal9.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan mengatakan, meningkatkanya jumlah kasus positif  covid-19 di Pulau Bali membuat pemerintah akan melakukan pengetatan di sektor pariwisata di kawasan tersebut.

Luhut yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) mengatakan pembatasan yang dilakukan itu misalnya dengan mengharuskan wisatawan yang menggunakan mobil berkunjung ke Bali wajib melakukan rapid test antigen.

“Misal dari Jakarta, sekarang mobil yang masuk harus dapat rapid test antigen buatan dalam negeri sehingga industri jualan juga. Kalau itu kita jalankan, nanti saya pikir akan juga mengurangi penyebaran itu,” katanya, seperti dikutip dari Antara, Jumat (18/9).

Dia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin membuka pariwisata Bali tanpa batas, terlebih kasus covid-19 di Pulau Bali dalam beberapa pekan terakhir ini terus meningkat.

“Saya pikir kita juga tidak ingin buka turis Bali itu langsung tanpa batas. Tadi saya barusan telepon dengan Gubernur Bali, jadi memang kita akan batasi,” katanya.

Berdasarkan laporan terbaru, Bali menjadi salah satu provinsi penyumbang kasus terbesar covid-19 dengan jumlah pasien positif Covid-19 mencapai 7.543 orang, sembuh 6073 orang dan meninggal dunia 199 orang.

Selain Bali, ada DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara dan Papua yang jadi wilayah fokus penanganan covid-19.

Menurut Luhut, upaya untuk menekan kasus di Pulau Bali itu, pemerintah akan menerapkan secara ketat protokol kesehatan dan membatasi sejumlah kegiatan masyarakat. Meskipun demikian, lanjutnya, pengetatan itu tidak akan seekstrem sebelumnya agar ekonomi tetap bisa berjalan.

Baca lagi  Cerita Orang Desa Jadi Miliader, Bingung Uangnya Mau Buat Usaha Apa, Setelah Tak Jadi Petani

“Sekarang di Bali itu acara keagamaan dikurangi, sesajen itu sementara dikurangi, perkantoran juga dikurangi. Turis pun sementara dua minggu ini agak mereka kurangi, mungkin tidak ditutup seperti yang lalu (total) sehingga ekonomi masih bergerak,” katanya.

Perintah Presiden Jokowi, pemerintah akan mendorong perbaikan manajemen di rumah sakit, termasuk manajemen Intensive Care Unit (ICU) sehingga tingkat kematian bisa ditekan. Begitu pun untuk tingkat kesembuhan.

“Tadi baru dilaporkan oleh Gubernur, (tingkat kesembuhan) meningkat tajam sejak itu (pembatasan kegiatan) dilakukan,” katanya.

Sumber: Ant  I  RAFIKI ANUGERAHA M

Related posts

Program Pemulihan Ekonomi Belum Dirasakan Sepenuhnya Pelaku Usaha di Bali

adminJ9

Pasien Positif Covid-19 Indonesia Naik Jadi 14,5 Persen, Batas Aman dari WHO 5 persen

adminJ9

Jokowi: Struktur Ekonomi yang Bergantung Konsumsi Masyarakat Alihkan ke Sektor Produktif

adminJ9