Jurnal9.com
Headline News

Kampanye Trump yang Kontroversi Sebut Covid-19 Bisa Diatasi Tanpa Vaksin

WASHINTON D.C, jurnal9.com – Pernyataan Presiden AS Donald Trump  dalam menyampaikan pidato kampanyenya di Pennyslvania, Selasa (15/9) waktu setempat, mengundang kontroversi. Kali ini Trump mengatakan wabah pandemi corona yang menerjang negaranya bisa diatasi tanpa harus menunggu vaksin.

“Anda semua perlu mengembangkan mental herd [immunity]. Ini semua bisa meningkatkan imunitas. Itulah yang akan terjadi. Hanya saja, memang dengan vaksin [pandemi] ini akan mengatasi lebih cepat,” ujarnya seperti dikutip Bloomberg, Rabu (16/9).

Trump  yang maju lagi untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) pada November mendatang langkahnya sangat berat, mengingat reputasinya sebagai Presiden AS saat ini merosot karena gagal menangani wabah pandemi yang terus melonjak dan tak mampu menurunkan jumlah kasus yang terinfeksi virus corona di Amerika Serikat (AS). Bahkan

Saat ini jumlah kasus terkonfirmasi di AS telah mencapai angka 6,61 juta, dengan 196.000 lebih di antaranya telah dinyatakan meninggal.

Selain itu Trump dihadapkan pada tantangan berat masa kampanye. Pemungutan suara Pilpres Negeri Paman Sam itu tinggal 48 hari lagi, dan berdasarkan berbagai survei dirinya masih kalah popularitas dari Joe Biden.

Dari banyak survei popularitas Trump paling terpuruk di kalangan pemilih bergaris keturunan Asia. Dalam survei terakhir yang dilakukan Asian American Voter Survey, Trump cuma dapat 30 persen yang percaya untuk memilihnya. Sementara di kalangan pemilih Asia-Amerika terhadap Biden berada pada angka 54 persen.

Salah satu pemicu utama buruknya popularitas Trump karena keputusannya yang buruk dalam perang dagang dengan China. Keputusan yang mencoreng popularitasnya sebagai Presiden AS, saat kebijakannya menyingkirkan Huawei dari negaranya karena dianggap muncul sebagai mata-mata Beijing.

Penanganan wabah corona yang buruk juga ikut memperparah sentimen buruk terhadap politikus Demokrat tersebut.

Baca lagi  Kominfo: Bocornya Informasi NIK Presiden Bukan dari Sistem PeduliLindungi

Sumber: Bloomberg

ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Kisruh Mobil PCR, PDI-P Soroti Kaitan Rivalitas Politik Khofifah dengan Risma

adminJ9

Menag Dukung Bandara Radin Inten Lampung Jadi Embarkasi Haji

adminJ9

Penerapan Hukuman Mati Bagi Koruptor Mendapat Penolakan dari Aktivis HAM

adminJ9