Jurnal9.com
Headline IT

Kandungan Melinjo Berpotensi Dapat Mencegah Penularan Virus Corona

Tanaman Melinjo

JEMBER, jurnal9.com  – Hasil penelitian Prof Tri Agus Siswoyo Guru Besar Fakultas Pertanian Univesitas Jember, menyebutkan dari temuannya ternyata melinjo atau emping (Gnetum gnemon) mempunyai kandungan anti kanker.

“Kandungan anti kanker dalam melinjo itu berpotensi besar menyembuhkan kanker paru-paru. Tentu melalui penelitian lebih lanjut, kandungan anti kanker melinjo ini juga bisa menjadi suplemen untuk mencegah virus corona yang menyerang pernapasan manusia,” ungkapnya di Jember, Selasa (20/10).

Temuan itu ia lakukan saat sedang riset melinjo dalam rangka post doctoral di Gyeongsang National University, Korea Selatan, pada tahun 2019 lalu.

“Dari penelitian yang saya lakukan, melinjo memiliki kandungan protein dan nonprotein yang banyak mengandung zat antihipertensi, antioksidan, antiperadangan, antikanker yang berguna bagi tubuh manusia,” kata Tri Agus Siswoyo.

Bahkan kandungan antikanker pada melinjo itu bisa menjadi obat untuk penyakit kanker.

Kini profesor yang sedang mengembangkan kandungan protein dari melinjo itu meneliti kegunaan untuk antihipertensi. “Caranya mengisolasi protein dari melinjo hingga menghasilkan peptida aktif dengan bantuan bakteri tertentu. Kemudian  dimasukkan ke padi, sehingga padi tersebut akan mengandung antihipertensi,”  urainya.

Peneliti yang juga guru besar Fakultas Pertanian Unej Prof Tri Agus Siswoyo menunjukkan bibit padi yang sudah diberi kandungan antihipertensi dari melinjo yang dikembangkan dalam skala laboratorium.

“Padi yang menjadi sumber makanan pokok masyarakat Indonesia diharapkan dengan adanya padi yang mengandung antihipertensi ini akan memberikan manfaat bagi penderita darah tinggi,” katanya.

Tri menjelaskan, padi yang memiliki kandungan antihipertensi dari melinjo dikenal sebagai nutraceutical. Padi jadi makanan sebagai obat, dan obat sebagai makanan. Namun ini masih perlu penelitian lanjutan untuk menjadikan makanan sebagai obat dan obat sebagai makanan yang dapat dikonsumsi masyarakat luas.

Baca lagi  “Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Masih Negatif, Tapi Mulai Terjadi Pemulihan”

“Itu tergolong sebagai produk rekayasa genetika yang harus melewati sekian banyak prosedur pengawasan agar benar-benar terjamin keamanannya,” ucap guru besar biokomia tanaman pertanian Unej itu.

Saat ini, menurut dia, justru para peneliti dan pengusaha dari Jepang rajin meneliti dan mengembangkan produk makanan berbasis melinjo. “Karena makanan melinjo manfaatnya berpotensi menjadi suplemen kesehatan super.  Padahal melinjo tidak tumbuh di Jepang karena merupakan tanaman khas daerah tropis,” ungkap Tri.

“Bahkan mereka ingin mengimpor melinjo dari Indonesia yang mutunya dinilai lebih bagus dari melinjo yang ada di daerah tropis lainnya seperti Afrika, sehingga pengembangan melinjo sebagai produk unggulan Indonesia sangat terbuka,” ujarnya.

Namun, lanjut dia, perlu pembenahan dari hulu hingga hilir untuk menjadikan melinjo sebagai produk unggulan Indonesia. Cuma masalahnya belum ada data pasti mengenai berapa luas lahan melinjo dan berapa produksi per tahunnya.

“Unej bertekad terus meneliti dan mengembangkan melinjo melalui PUI PT BioTin, Program Studi Magister Bioteknologi, kelompok riset maupun penelitian lintas disiplin lainnya mengingat potensinya yang luar biasa,” cetusnya.

Sumber: Ant

ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Awal Ramadhan di China: Selasa 13 April, Waktu Puasa Tahun ini Lebih Lama Hingga 15,5 Jam

adminJ9

Indonesia Masuk Daftar Cekal Masuk ke Arab Saudi, Bagaimana Nasib Jemaah Haji Indonesia?

adminJ9

Bupati Purbalingga Hentikan Belajar Tatap Muka, Setelah Ada 90 Siswa Positif Covid-19

adminJ9