Jurnal9.com
Business

“Pesantren Tidak Hanya Tempat Menimba Ilmu Agama, Tapi Jadi Pusat Kegiatan Ekonomi”

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo

JAKARTA, jurnal9.com  – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo berharap pesantren tidak hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi yang menopang kesejahteraan santri dan masyarakat sekitarnya.

“Melalui Hari Santri Nasional ini peran pesantren tidak cukup lagi sebagai pusat pendidikan dan dakwah atau ngaji fikih. Tetapi lembaga agama harus lebih dari itu,” ungkapnya saat memberikan sambutan Hari Santri Nasional melalui daring, Kamis (22/10).

Menurutnya, pesantren harus menjadi pusat kegiatan ekonomi syariah. Sehingga terwujud kemandirian ekonomi di pesantren. Sehingga menjadi momen pesantren untuk berperan aktif dalam ekonomi syariah nasional dan khusunya berkontribusi pada pemulihan ekonomi nasional saat pandemi ini.

“Sugih bahasa Jawa yang artinya kaya. Jadi lembaga pesantren harus menjadi kaya dapat menumbuhkan kegiatan ekonomi syariah yang menopang kesejahteraan santri dan masyarakat sekitar pesantren,” tegas Perry lagi.

Visi Indonesia maju perlu, kata Gubernur BI, didorong dengan transformasi untuk penguatan ekonomi. “Ini bisa dilakukan melalui penguatan sektor unggulan dan pengembangan ekonomi syariah,” cetusnya

Dia menegaskan ekonomi syariah bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Pengembangannya dapat mewujudkan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui peningkatan peran usaha syariah dalam mata rantai ekonomi halal.

“Serta pengembangan keuangan sosial syariah sebagai alternatif model bisnis sumber pembiayaan ekonomi secara inklusif. Untuk mewujudkan visi tersebut, pengembangan keuangan syariah harus bersifat komprehensif,” katanya.

Perry menjelaskan pesantren tidak hanya fokus pada sisi keuangan, tapi juga memberi dampak yang signifikan pada hal lainnya. Karena itu diperlukan kolaborasi dan sinergi banyak pihak.

“Sehingga berbagai program semakin maju. Ini juga sejalan dengan arahan Wakil Presiden [Ma’ruf Amin] yang terus mengajak kita berjamaah memacu ekonomi keuangan syariah secara inklusif sebagai ekonomi baru Indonesia,” jelasnya.

Baca lagi  MenkopUKM: Program PEN untuk Pembiayaan KUMKM akan Dilanjutkan pada 2021 ini

RAFIKI ANUGERAHA M

Related posts

Realisasi Penyaluran Dana PEN melalui LPDB-KUMKM Mencapai 58,2 Persen

adminJ9

MenKopUKM Dorong Budidaya Lobster Sebagai Produk Unggulan Daerah Lombok Timur

adminJ9

Indonesia Masuk Daftar 10 Negara dengan Utang Terbesar

adminJ9