Jurnal9.com
HeadlineNews

Israel Larang Warga Palestina ke Masjid, Protes yang Mengakibatkan Bentrok di Aqsa

Pasukan Israel serang jemaah yang berada di komplek Masjid Al-Aqsa.

YERUSALEM, jurnal9.com –  Ribuan warga Palestina melakukan protes atas tindakan agresi polisi Israel terhadap jemaah yang akan melaksanakan shalat di kompleks Masjid Al-Aqsa. Sehingga terjadi bentrok antara polisi Israel dengan jemaah.

Televisi Aljazeera dalam laporannya menyebutkan jemaah yang melakukan protes itu ada 178 orang yang terluka akibat bentrokan di kompleks Masjid Al-Aqsa, Jumat malam (7/5/2021) waktu setempat. Namun mereka yang menderita luka parah dan dibawa ke rumah sakit dilaporkan ada 88 orang Palestina dan enam orang polisi.

Menurut Bulan Sabit Palestina, 88 orang Palestina itu terluka parah kena peluru karet polisi Israel. Mereka mendapat layanan melalui ambulans Bulan Sabit Merah Palestina saat dibawa ke rumah sakit.

Ribuan jemaah memadati Masjid Al-Aqsa pada Jumat terakhir bulan Ramadan ini. TV Aljazeerah melaporkan jemaah yang berada di komplek masjid memprotes atas agresi polisi Israel yang melakukan pendudukan dan klaim pemukiman Yahudi di wilayah Palestina saat umat muslim merayakan puasa Ramadhan.

Selama sepekan terakhir, aktivis solidaritas Palestina, Sheikh Jarrah mengatakan warga Palestina yang berkumpul di kompleks masjid mendapat perlakuan pengusiran paksa oleh Polisi Israel karena protes pendudukan tersebut.

Polisi Israel berupaya membubarkan jemaah itu dengan menggunakan meriam air, gas air mata, peluru karet, dan granat kejut selama beberapa hari terakhir.

Sebagian ada yang ditangkapi saat terjadi bentrokan untuk pertama kali selama Ramadhan ini. Sejumlah pasukan Israel terus mengalir mendatangi kompleks Masjid Al-Aqsa untuk menghadapi aksi unjuk rasa warga Palestina.

Pasukan Israel itu terus mengusir jemaah yang berada di kompleks masjid saat mereka hendak melakukan shalat.

Pimpinan Masjid Al-Aqsa Sheikh Omar al-Kiswani melalui pengeras suara masjid menyerukan agar selama Ramadhan ini meminta jemaah menghindari tindakan kekerasan. Dan ia juga meminta polisi Israel mundur dari halaman masjid.

“Polisi harus segera berhenti menembakkan ke arah jamaah di masjid. Dan jemaah harus tenang dan diam tidak melakukan kekerasan,” kata al-Kiswani.

Baca lagi  Pemerintah Memberlakukan Pembatasan Aktivitas Masyarakat 11 - 25 Januari 2021

Kepala biro politik Hamas Ismail Haniya mengingatkan konsekuensi tindakan agresi polisi Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa tersebut.

Haniya menghubungi sejumlah pejabat di wilayah Yerussalem untuk meminta dukungan menghadapi serangan polisi Israel terhadap jemaah.

Mahmoud al-Zahhar, anggota dari biro politik Hamas, mengutuk para pemimpin Arab yang tidak ada kepedulian terhadap nasib warga Palestina yang mendapat serangan pasukan Israel.

Dia mengatakan satu-satunya solusi untuk menghadapi situasi di Yerusalem adalah melalui perlawanan bersenjata.

Sementara itu Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyerukan warga Palestina untuk melanjutkan perlawanan di wilayahnya dan mendesak negara-negara Islam untuk mendukung upaya tersebut. “Gerakan dari rezim Zionis telah dimulai lagi. Mereka dari dulu secara turun temurun tidak akan berhenti menyerang warga Palestina,” kata Khamenei.

Warga muslim Palestina saat hendak melakukan shalat Jumat di Masjid Al-Aqsa, pada Jumat terakhir bulan Ramadhan.

Apalagi otoritas Israel itu melarang warga Palestina dari Tepi Barat untuk memasuki masjid. Alasannya  karena warga Palestina yang hendak shalat di Masjid Al-Aqsa dianggap melanggar protokol kesehatan.

“Langkah anda ke Masjid Al-Aqsa membuat semua muslim di seluruh dunia menaruh perhatian dan beranggapan orang Palestina berada dalam tawanan. Padahal anda melanggar protokol kesehatan,” kata Ekrima.

Upaya itu dilakukan polisi Israel untuk membendung penyebaran virus corona yang makin meluas di wilayah Yerussalem.

Pihak pengelola Masjid Al-Aqsa membantah tudingan itu. Sejak pertama kali wilayah Yerussalem diserang virus corona setahun lalu, pihak masjid telah memberlakukan aturan prokes secara ketat; setiap jemaah yang hendak shalat di masjid wajib mengenakan masker dan menjaga jarak fisik  (physical distancing).

“Setiap orang jemaah jika ada yang melanggar prokes tidak pakai masker, mereka tidak boleh masuk komplek masjid. Dan saat shalat, jemaah harus menjaga jarak fisik,” bantahnya.

REUTERS  I  RAFIKI ANUGERAHA M  I  ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Varian Delta Menyebar di China, Membebani Pemulihan Ekonomi Negeri Tirai Bambu

adminJ9

Paket Pelatihan Kartu Prakerja Dihentikan, Ini Penjelasan Pemerintah

adminJ9

Jokowi: Kesehatan Rakyat dan Keselamatan Umat Menjadi Prioritas Saat Pandemi

adminJ9

Leave a Comment