Jurnal9.com
Business Headline

IMF Spring Meeting, Ada Tiga Agenda Prioritas Bagi Negara Saat Covid-19

Kristalina Georgieva, Direktur Pelaksana IMF    (Foto dok. IMF)

JAKARTA, jurnal9.com – Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva, dalam pertemuan Komite Moneter dan Finansial Internasional (IMFC) pada akhir pekan ini, mengeluarkan agenda kebijakan global yang menyoroti tiga prioritas bagi setiap negara saat menghadapi covid-19 di seluruh dunia.

“Prioritas pertama melindungi kehidupan. Prioritas kedua melindungi mata pencaharian. Prioritas ketiga merencanakan pemulihan dengan waktu ekstra dan tindakan yang luar biasa, dalam menghadapi kondisi covid-19 saat ini,” ungkapnya.

Menurut dia, siapa pun yang berjuang melawan virus corona adalah perjuangan semua orang. “Karena itu kita membutuhkan solidaritas global, tekad bersama, dan ada upaya terkoordinasi secara internasional. Sehingga banyak negara yang kekurangan sumber daya, kita perlu memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan.”

Peran IMF, lanjut Kristalina, menghadapi wabah global virus corona ini dalam keadaan krisis yang  sangat berat. Ini tantangan yang menakutkan bagi para pembuat kebijakan pasar di negara berkembang. “Pandemi yang menghantam sistem kesehatan masyarakat yang lemah, ada kendala kapasitas, dan ruang kebijakan yang terbatas untuk mengurangi dampak wabah,” tegasnya.

Dampak ekonomi yang sangat parah, kata dia, yang terjadi pada paruh pertama 2020 ini tidak bisa dihindari. Proyeksi jangka menengah dibayangi keadaan ketidakpastian mengenai besarnya penyebaran pandemi. Sedangkan dampak jangka panjang sulitnya mengendalikan lockdown dalam larangan bepergian kepada masyarakat untuk social distancing guna menghindari dampak wabah.

Direktur Pelaksana IMF ini menjelaskan sebagian besar EMDEs sudah mengalami gangguan pada matarantai nilai global, investasi asing yang makin rendah, arus keluar modal, kondisisi pembiayaan yang lebih ketat, penerimaan pendapatan pariwisata yang rendah, serta tekanan harga untuk beberapa komoditi impor seperti makanan dan obat-obatan.

Baca lagi  Tripadvisor Memilih Bali Masuk 25 Destinasi Wisata Terbaik Dunia

“Eksportir komoditas mestinya menyerap, selain terjadi penurunan tajam dalam harga ekspor, terutama harga minyak,” tegasnya.

“Ini yang terjadi di sebagian besar negara,” lanjut dia, “Wabah virus corona telah menghabiskan biaya besar yang tidak terduga, sehingga negara kehilangan pendapatan ketika aktifitas ekonomi melambat.”

Upaya mengatasi tantangan ini, Kristalina mengatakan akan sangat sulit bagi negara-negara yang kemampuan administrasinya terbatas, ada kendala pendanaan eksternal yang ketat atau tingkat utang yang tinggi. “Karenanya memerlukan dukungan substansial dari komunitas internasional,” cetusnya.

ARIEF RAHMAN MEDIA

 

Related posts

Menkop: UMKM Diharapkan Jadi Dinamisator Agar Indonesia Keluar dari Krisis Ekonomi

adminJ9

Kecelakaan yang Tewaskan Vanessa Tak Dapat Santunan dari Jasa Raharja, Ini Penjelasannya

adminJ9

Orang yang Mengaku Pancasilais, Harus Paham Makna Pancasila: Tanggapi Hendropriyono

adminJ9