Jurnal9.com
Headline News

Australia Berhasil Tekan Penyebaran Corona

Suasana di The Sydney Harbour Bridge yang sepi sejak diberlakukan lockdown   (Foto ABC)

CANBERRA, jurnal9.com – Sejak virus corona mulai menjangkiti Australia, Perdana Menteri Scott Morrison mengambil keputusan penting dalam menangani kasus corona ini dengan memberlakukan lockdown di semua wilayah negara bagian secara ketat sejak minggu kedua bulan Maret lalu.

Wartawan  jurnal9.com, Hengki Setiawan dari Australia, melaporkan dalam upaya menghentikan penularan virus baru corona, pemerintah negeri Kanguru ini mengambil langkah menghentikan penerbangan dari Cina, serta melakukan karantina pada warganya yang pulang dari Amerika Serikat, Iran dan negara lain yang terjangkit positif virus corona.

Langkah Scott Morrison memberlakukan lockdown dan melakukan karantina terhadap kedatangan semua warganya yang masuk ke Australia ini dianggap berhasil menekan angka penularan baru virus corona.

Seperti dialami wartawan jurnal9.com saat kembali ke Australia juga terpaksa harus mengikuti aturan yang sangat ketat dengan masuk karantina selama dua minggu. Mulai menjalani proses di keimigrasian sampai ditempatkan masuk hotel mewah dilakukan dengan prosedur yang ketat.

“Bahkan mulai kami tinggal di dalam kamar hotel pun, semua prosedur makanan, mulai pengantaran makanan oleh pelayannya tak boleh bertatap muka. Jadi semua kebutuhan makanan dan minuman ditaruh di depan pintu kamar,” kata Hengki Setiawan.

“Komunikasi dengan petugas hotel sampai kontak dengan keluarga di rumah yang sedang menunggu kedatangan kami, semua difasilitasi lewat pihak hotel. Tapi kami tetap merasa nyaman meski dikarantina. Karena semua prosedur ini terpaksa dilakukan demi keselamatan kami dari paparan virus corona,” lanjut wartawan yang tinggal di Australia ini.

Buktinya aturan ketat yang harus dipatuhi secara disiplin semua warga negeri Kanguru ini berhasil menekan penyebaran virus corona.

Seperti dilaporkan Kepala Otoritas Kesehatan Australia yang memantau perkembangan covid-19 secara berkala, sampai kemarin kasus virus corona positif di negara ini ada 6.400 orang, dengan jumlah orang yang meninggal 63 orang.

Baca lagi  Waduh! Wagub NTB Sudah Dua Kali Disuntik Vaksin, Dinyatakan Positif Covid-19

Pemerintah memiliki data bahwa lebih dari 80 persen kasus corona positif di Australia berasal dari luar negeri, sehingga segera menerapkan pembatasan ketat.

Salah satunya dengan memaksa setiap warganya yang baru datang dari luar negeri untuk tinggal di hotel selama dua minggu dengan biaya pemerintah Australia. “Dan menurut kami, satu-satunya negara yang mengambil kebijakan seperti ini. Semua warganya yang datang dari luar negeri harus mengikuti karantina tinggal hotel selama 14 hari,”  cerita Hengki Setiawan mengenai pengalamannya.

Semula  pemerintah Australia tidak menduga jika penyebaran virus corona banyak ditularkan oleh mereka yang berlibur di kapal pesiar, kemudian masuk negara Kanguru ini.

Karena itu keputusan penting terkait semua kegiatan berbagai event, seperti balapan Formula Satu  (F1) yang banyak digemari warga Australia terpaksa dibatalkan. Padahal balapan F1 ini rencananya akan diselenggarakan di Albert Park dalam waktu dekat ini.

Bahkan sejumlah pembalap F1 dari berbagai negara pun sudah tiba di Melbourne untuk mejalani sesi latihan yang biasanya dibanjiri puluhan ribu penonton. Namun pemerintah Australia tak mau mengambil resiko yang lebih berat terhadap penyebaran virus corona ini, sehingga penyelenggaraan balapan F1 harus dibatalkan.

Padahal pemerintah negara bagian Victoria dan panitia penyelenggara sudah mengumumkan bahwa balapan F1 tetap digelar sesuai rencana.

ARIEF RAHMAN MEDIA

 

Related posts

Andrea Pirlo Didaulat Menjadi Pelatih Baru Juventus

adminJ9

BPOM Terbitkan Izin Vaksin Sinovac, Tingkat Kemanjuran Hanya 65,3 persen

adminJ9

Masih Ada Saja Orang yang Memperdebatkan Bunga Bank Kok Halal?

adminJ9