Jurnal9.com
Headline News

Ulah Stafsus Milenial Presiden yang Bikin Gaduh

Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo  (Foto: Istimewa)

JAKARTA, jurnal9.com –  Staf Khusus (Stafsus) Milineal Presiden Joko Widodo tengah disorot karena dianggap ada konflik kepentingan dalam menjalankan program-programnya, sehingga menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Dua nama Stafsus Milineal yang dianggap memiliki konflik kepentingan itu adalah Adamas Belva Syah Devara dan Andi Taufan Garuda Putra.

Adamas Belva Syah Devara disorot lantaran perusahaan miliknya, Ruang Guru menjadi salah satu aplikator pelatihan online dari Program Kartu Prakerja yang sedang dijalankan pemerintah. Dalam hal ini, Ruang Guru menjadi salah satu vendor yang ditunjuk langsung oleh pemerintah tanpa melalui lelang.

Mendapat sorotan dari masyarakat karena ada konflik kepentingan terkait penunjukan langsung itu, Belva menyatakan siap mundur.

Sedangkan  Andi Taufan Garuda Putra, namanya terseret karena menyurati camat  seluruh Indonesia untuk meminta mendukung perusahaannya, PT Amartha Mikro Fintek, dalam program pemerintah untuk Relawan Desa Lawan Covid-19.

Dalam meminta dukungan kepada camat se-Indonesia itu, pria yang akrab dipanggil Taufan ini menggunakan surat berkop Sekretariat Kabinet dengan atribut Stafsus Presiden. Karena perbuatannya menyalahgunakan wewenang dengan mencantumkan nama perusahaannya itu, telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Taufan akhirnya  meminta maaf.

Melihat dari tujuh Staf Khusus Milenial itu, dua nama Belva dan Taufan, dianggap punya konflik kepentingan dengan mencoreng lembaga Stafsus Presiden yang telah mengundang keprihatinan atas polemik tersebut.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno mengaku prihatin dengan kejadian yang mencoreng lembaga Stafsuf Presiden itu. Karena menjaga kepercayaan terhadap pemerintah dalam situasi menghadapi pandemi covid-19 saat ini sangat penting. “Saya sangat prihatin dengan adanya polemik Stafsus Presiden ini,” tuturnya.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli  lewat akun Twitter-nya juga menyoroti tingkah laku anak muda yang tergabung dalam Stafsus Presiden ini. Dia melontarkan tanggapan yang bernada marah.

Baca lagi  Awas! Covid Varian Delta yang Baru Memiliki Gejala yang Lebih Mirip Pilek Biasa

“Stafsus muda-muda sudah abusive, tidak tahu malu ! Tidak punya etika, ndak ngerti bahwa conflict of interest itu tidak boleh. Payah abis. Belajar dari siapa ya?  Fwrd: 7.094 kecamatan seluruh Indonesia harus bekerja sama dengan PT milik Staf Khusus @jokowi?,”  cuit @RamliRizal beberapa waktu lalu.

Ulah Taufan ini terungkap dalam surat bernomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 tanggal 1 April 2020. Dalam surat itu disebutkan nama perusahaan milik Taufan yang menggunakan kop Sekretariat Kabinet telah meminta kepada camat se-Indonesia untuk membantu perusahaannya dalam program Relawan Desa Lawan Covid-19.

Akibat ulah Taufan itu telah menyedot perhatian publik yang sangat besar. Sehingga kejadian ini menjadi isu (Stafsus Presiden) yang trending di Twitter.

ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Presiden dan Menteri Boleh Kampanye Dukung Calon Tertentu, Pilpres 2024 Bisa Netral?

adminJ9

Menkes: Antibodi Terbentuk 2-3 Minggu Setelah Menerima Vaksin Dosis Kedua

adminJ9

Presiden Jokowi Bangun ‘Kerajaan Keluarga’, Lebih Buruk Ketimbang Era Soeharto

adminJ9