Jurnal9.com
Sport

Hansi Flick dan Thomas Tuchel Adu Strategi di Final Liga Champions, Siapa yang Juara?

JAKARTA, jurnal9.com – Manajer Bayern Muenchen Hansi Flick, tidak banyak merubah strategi yang diterapkannya menjelang laga final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain di Stadion da Luz, Lisbon, Portugal, Minggu waktu setempat (Senin WIB).

“Semua pertandingan selama 10 bulan terakhir, kami lebih berupaya mempengaruhi lawan dengan gaya bermain kami ketimbang melakukan penyesuaian,” kata Flick dalam jumpa pers pralaga dilansir laman resmi UEFA, Minggu dini hari WIB.

“Kami selalu menerapkan garis pertahanan tinggi yang sejauh ini membuahkan hasil bagus, jadi saya rasa itu tidak akan berubah banyak,” ujarnya.

Kendati demikian, Flick menyadari PSG mempunyai daya ancaman lebih di lini depan dengan keberadaan Kylian Mbappe, Neymar dan Angel Di Maria, sehingga garis pertahanan yang diterapkannya selama ini harus disokong kemampuan untuk mencegah terciptanya ruang serangan bagi tim lawan.

“Tapi kami sadar tidak boleh memberikan banyak ruang bagi lawan, walaupun itu bagian dari risiko garis pertahanan tinggi,” katanya.

“Yang terpenting kami bisa mengawal ketat ketika lawan memiliki penguasaan bola, sehingga setiap ruang bisa kami tutup ketika permainan beralih ke wilayah pertahanan kami,” ujar Flick.

“Penting bagi kami memotong garis umpan mereka sebab PSG punya kecepatan dalam diri pemain-pemain hebat di skuat mereka,” kata Flick lagi.

Flick mengakui PSG punya rekor pertahanan yang bagus di Liga Champions musim ini. Le Parisien sejauh ini cuma kebobolan lima gol.

“Mereka cuma kebobolan lima gol, paling sedikit di kompetisi musim ini, jadi jelas lini belakang mereka seefektif lini depannya. Kami punya strategi dan semoga bisa diterapkan dengan baik besok,” katanya.

“Kami akan berusaha mengeluarkan performa terbaik, permainan terbaik kami dan hanya bisa melakukannya dengan 100 persen. Kami bisa memenangkan pertandingan,” tandas Flick.

Baca lagi  Bayern Muenchen Melaju ke Semi Final Setelah Membantai Barcelona 8-2

Sementara itu Manajer Paris Saint-Germain Thomas Tuchel menegaskan timnya menjalani penampilan perdana di final Liga Champions, tapi tidak membuat hal itu jadi faktor kelemahan menghadapi Bayern Muenchen.

Skuat PSG saat ini ada Neymar dan Angel Di Maria yang masing-masing sempat sekali juara bersama Barcelona (2015) dan Real Madrid (2014).

Ada juga kiper Keylor Navas yang berada dalam skuat Real Madrid peraih triruntun juara Liga Champions 2016 sampai 2018.

“Saya berbicara banyak soal itu dengan Keylor sebelum semifinal,” kata Tuchel dalam jumpa pers pralaga.

“Kami juga memiliki Angel dan Neymar, yang pernah menjuarai kompetisi ini,” ujarnya menambahkan.

Kendati demikian, Tuchel tak mengelak Bayern yang sudah berkali-kali tampil di final memiliki sedikit keunggulan, tetapi bukanlah sesuatu menentukan hasil pertandingan.

“Tentu saja Bayern yang terbiasa tampil di final Liga Champions punya keuntungan, saya harus akui itu, tetapi bukan sesuatu yang menentukan,” katanya.

“Hari ini di sesi latihan kami tak melakukan banyak persiapan taktik, semuanya tentang fokus bermain dan merasakan nyaman,” ujar Tuchel.

Jika berhasil menjuarai Liga Champions besok, PSG akan menorehkan rekor sebagai satu-satunya klub Prancis yang meraih caturgelar, setelah dinobatkan sebagai juara Liga Prancis, serta meraih trofi Piala Prancis dan Piala Liga Prancis.

Ant l MULIA GINTING

Related posts

Strategi Flick untuk Menghentikan Penguasaan Bola Barcelona

adminJ9

Sean Gelael Bakal Maksimalkan Momen GP Hungaroring

adminJ9

Tim Indonesia Targetkan Lolos Ke Perempatfinal Asian Nation Chess Cup Online 2020

adminJ9