
Ferdi Chandra, pedagang minuman cincau hitam
BOGOR, jurnal9.com – Badai pandemi covid-19 benar-benar menjadi bencana besar bagi pelaku usaha mikro. Tak hanya membuat usaha mereka banyak yang tiarap, tapi tak sedikit juga yang gulung tikar.
Selama pandemi modal usaha mereka tergerus dipakai untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. “Karena tidak adanya pemasukan. Kalau pun ada, sangat minim sekali,” keluh Ferdi Chandra, pedagang minuman cincau hitam di Pondok Rajeg Asri, Cibinong.
Ferdi berjualan produk minuman cincau hitam, cincau hitam berbentuk jelly, lemon, dan madu hitam.
“Usaha saya sudah berjalan lima tahun, dan sudah mempunyai legalitas halal, PIRT pada kemasan minumannya,” aku Ferdi.
Untung Ferdi mendapatkan dana Banpres Produktif. Sehingga usahanya yang tadinya kehabisan modal usaha, kini ibarat mendapatkan nafas dan energi baru bagi usahanya.
“Dana itu saya gunakan untuk modal belanja bahan baku, yang kebetulan sudah habis, karena penjualan menurun saat pandemi. Sehingga [Banpres Produktif] ini mempengaruhi pemasukan,” jelas Ferdi.
Apalagi bahan baku yang digunakan harganya cukup mahal, karena cincau hitam diproduksi sendiri melalui proses alami. Jadi, dengan menerima Banpres Produktif, sangat bermanfaat sekali bagi Ferdi.
“Akhirnya, saya bisa kembali untuk belanja bahan baku bikin cincau hitam,” tutur Ferdi.
Dalam memperoleh Banpres Produktif, Ferdi mendapat bantuan pendataan dan pendampingan dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor. “Selama ini saya menjadi binaan dinas,” imbuh Ferdi.

Yuni, buka usaha ‘Pempek Kakak’ dan tekwan
Pempek dan Tekwan
Sementara itu Yuni yang juga memperoleh Banpres Produktif, mengaku merasakan betul manfaatnya untuk mendukung usahanya, berdagang pempek dan tekwan. Kini usahanya yang buka di kantin UKM kawasan Cibinong Kabupaten Bogor, itu mulai pulih.
Sebelum pandemi, usaha ‘Pempek Kakak’ yang digeluti Yuni mampu menjual 1000 box. Namun selama pandemi penjualan menurun hanya berkisar 500 box saja. Namun Yuni tetap merasa bersyukur usahanya yang mendapat Banpres Produktif dari Presiden Jokowi terus bertahan.
Yuni mengaku, usaha yang dirintis bersama anaknya yang masih kuliah ini menerima Banpres Produktif dari informasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor.
“Prosesnya mudah karena didampingi terus oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor,” kata Yuni.
Dana Banpres Produktif digunakan Yuni untuk menambah modal. “Untuk pemutaran dagang pempek, yang sempat menurun karena pandemi covid-19,” ucap Yuni.
Yuni mengaku pempeknya juga dipasarkan melalui online, dan pengirimannya bisa sampai ke Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, bahkan sampai ke Lampung.
Yuni memilih dagang usaha pempek karena memiliki resep yang diwarisi keluarganya. “Mubazir kalau tidak dimanfaatkan untuk usaha rumahan.”
“Usaha yang sudah berjalan tiga tahun ini sekarang lagi tahap proses urus legalitas agar bisa memperluas pasarnya,” pungkas Yuni.
ARIEF RAHMAN MEDIA
