Jurnal9.com
Headline IT

Web 3.0, Metaverse dan Ransomware Masih Mendominasi Tren Teknologi 2022

Ilustrasi teknologi metaverse

JAKARTA, jurnal9.com –  Web 3.0 menjadi generasi ketiga dari layanan internet berbasis web yang masih menjadi tren teknologi pada 2022. Konsep web 3.0 ini sebenarnya sudah diperkenalkan pertama kali sejak 2001 lalu.

Ketika itu tim Berners Lee sebagai penemu World Wide Web (WWW), menulis artikel ilmiah yang menggambarkan Web 3.0 menjadi sarana mesin untuk membaca halaman-halaman Web. Berarti mesin memiliki kemampuan membaca Web; seperti yang dilakukan manusia sekarang ini.

Keunikan Web 3.0 ini memiliki konsep manusia bisa berkomunikasi dengan mesin pencari. Misal manusia bisa meminta Web untuk mencari informasi dan data tanpa bersusah payah; satu per satu di situs web. Bahkan pencarian informasi itu mengikuti sesuai bahasa pengguna (user).

Web 3.0 bisa diformulasikan dalam rumus: WEB 3.0 = 4C + P + VS 4C = content, commerce, community, context P = personality VS = virtual search.

Web 3.0 menjadi asisten personal penggunanya yang tahu segala sesuatu lewat internet untuk mencari jawaban yang menjadi kebutuhannya.

Teknologi dan inovasi ini yang terus akan mengubah kehidupan manusia dalam beberapa tahun ke depan.

Contoh selama pandemi covid-19 hampir dua tahun ini telah memaksa lahirnya budaya bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Momentum ini diiringi peningkatan pemanfaatan teknologi. Lalu perubahan strategi Facebook menjadi meta telah menyulut kembang api Metaverse, sebuah dunia baru yang disebut replika realita dalam bentuk digital.

Metaverse

Metaverse menjadi bagian konsep dunia maya yang dibuat semirip mungkin dengan dunia nyata dalam dunia internet fase kedua.

CEO Facebook, Mark Zuckerberg telah melakukan perubahan nama perusahaannya menjadi Meta Platforms Inc atau disingkat Meta.

Zuckerberg menggambarkan metaverse sebagai tempat yang berada di luar alam semesta ada di dunia maya, tetapi terasa sama nyatanya.

Gambaran sederhana yang dicetuskan pemilik Facebook tersebut, metaverse adalah sebuah perangkat ruang virtual, tempat seseorang dapat menjelajah dengan pengguna internet lainnya yang tidak berada di ruang yang sama dengan orang tersebut.

Ini merupakan salah satu platform media sosial yang kini paling kesohor di jagat raya internet; facebook. Dan ini menjadi rebranding facebook dengan ide-ide futuristiknya.

Kemudian pada 2019 Facebook berhasil menciptakan dunia virtual reality (VR) dengan peluncuran Facebook Horizon, lingkungan imersif khusus undangan yang dapat dimasuki pengguna dengan memasang headset Oculus.

Berikutnya berkembang dengan Horizon Workrooms, yaitu sebuah fitur yang memakai VR untuk mengadakan rapat di ruang virtual atau ruang yang jauh. Selain itu ada token game yang bisa dimonetisasi, dan aset yang disebut NFT (non-fungible token) yang muncul secara digital.

Seorang kapitalis ventura, Matthew Ball percaya jika metaverse akan menjadi pengalaman dunia digital dan fisik yang menawarkan interoperabilitas data, aset digital, dan konten yang belum pernah ada sebelumnya.

Baca lagi  BPK Temukan Rekening Pribadi dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Sampai Daerah

Zuckerberg mengatakan metaverse bukan hanya realitas virtual, tetapi juga bisa diakses di berbagai platform komputasi. Bisa komputer pribadi, perangkat seluler, dan konsol game (mesin elektronik yang dirancang khusus untuk permainan).

Misal orang dapat melakukan komunikasi secara virtual tanpa harus berada di ruang yang sama; seperti zoom atau google meet.

Gambaran metaverse dalam kehidupan sehari-hari dapat digunakan untuk pekerjaan, bermain, dan konser virtual, serta bisa berinteraksi dengan alam; seperti wisata virtual yang selama pandemi banyak dilakukan para traveller.

Fase pertama Web 3.0
Fase pertama internet adalah pembuatan situs web dan blog, yang menjadi cikal bakal lahirnya perusahaan seperti Yahoo, eBay, dan Amazon.

Fase sebelumnya adalah Web 2.0 yang ditandai munculnya media sosial dan konten buatan pengguna di situs seperti Facebook dan YouTube.

“Platform ini membuat penggunanya mendapatkan uang. Dan kini makin banyak orang menggunakan platform ini,” kata Benedict Evans, seorang analis independen yang berspesialisasi di Silicon Valley.

Evans menyebut sebuah podcast dalam fase ketiga ini, pengguna, pencipta, dan pengembang akan memiliki otoritas dan suara dalam platform dengan bekerja yang lebih dinamis.

Kali ini pengaruh jaringan ini terhubung dengan program jutaan komputer yang membuat munculnya mata uang kripto; seperti bitcoin, dan objek digital unik seperti gambar atau animasi yang disebut NFT.

“Kami banyak berbicara tentang keuangan terdesentralisasi, tetapi saya pikir pada tahun 2022 kita akan melihat lebih banyak kasus penggunaan lokal untuk memasuki kehidupan sehari-hari,” kata Bchiri dari perusahaan konsultan Fabernovel.

Karena uang digital yang sifatnya sangat fluktuatif; seperti Bitcoin telah mencapai rekor nilai tertinggi pada 2021 dengan munculnya gelombang besar pemain yang masuk ke dalam sistem keuangan.

Ransomware
Peningkatan tidak hanya terjadi pada teknologi yang berdampak baik, tapi juga memunculkan serangan ransomware dan kebocoran data.

Lonjakan pada serangan ransomware dan kebocoran data yang terjadi sejak 2021 lalu tampaknya akan meluas pada tahun mendatang.

Perampokan dan pemerasan di dunia maya membobol jaringan korban untuk menenkripsi data, lalu meminta tebusan.

Tebusan itu biasanya dibayarkan melalui mata uang kripto yang sebagai imbalan agar data bisa dibuka kembali

Beberapa faktor telah memicu tren serangan siber ini, termasuk nilai mata uang kripto yang melonjak, kesediaan korban untuk membayar, dan kesulitan yang dimiliki pihak berwenang dalam menangkap penyerang atau peretas.

Perusahaan keamanan siber SonicWall pada akhir Oktober: mencatat ada 495 juta serangan ransomware akan menjadi tahun paling mahal dan berbahaya dalam  kejahatan siber.

ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Kasus Virus Corona di Arab Saudi Tembus 200.000 orang

adminJ9

Bank Dunia Dulu Tolak Omnibus Law, Ada Apa Sekarang Kok Berubah Setuju?

adminJ9

RUU HIP Ditolak Umat Islam, Ada Kecurigaan Dibalik UU ini

adminJ9