Jurnal9.com
BusinessHeadline

Purbaya: Meski Tumbuh Lebih Rendah dari Perkiraan, Tapi Arah Ekonomi Sudah Membaik

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

JAKARTA, jurnal9.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencapai  5,11 persen, mengalami peningkatan sebesar 5,2 persen dibandingkan capaian 2024.

Realisasi tersebut masih berada di bawah target pertumbuhan ekonomi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2025 yang ditetapkan sebesar 5,2 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan nilai produk domestik bruto (PDB) Indonesia selama 2025 atas dasar harga yang berlaku; mencapai Rp 23.821,1triliun. Sementara atas dasar harga konstan sebesar Rp 13.580,5 triliun.

“Secara kumulatif ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tumbuh 5,11 persen,” ujarnya kepada wartawan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Berdasarkan lapangan usaha, jelas dia, hampir semua sektor mencatat pertumbuhan yang positif. “Satu-satunya sektor yang mengalami kontraksi, cuma pertambangan dengan penurunan sebesar 0,66 persen.”

Sektor yang berkontribusi besar terhadap PDB 2025,yaitu industri pengolahan yang tumbuh 5,30 persen dengan porsi 19,07 persen.

Disusul sektor perdagangan yang tumbuh 5,49 persen dengan kontribusi 13,17 persen. Kemudian pertanian tumbuh 5,33 persen dengan kontribusi 13,10 persen.

Sektor konstruksi tumbuh 3,81 persen dengan kontribusi 9,35 persen.

“Andil kelima lapangan usaha ini sepanjang 2025 sebesar 63, 92 persen terhadap PDB. Dari sisi laju pertumbuhan, lapangan usaha yang memiliki pertumbuhan tertinggi, yaitu  sektor jasa lainnya yang mencatat pertumbuhan sebesar 9,93 persen,” tegas Amalia.

“Ini karena didorong meningkatnya aktivitas rekreasi, seiring meningkatnya jumlah wisatawan domestik dan mancanegara,” ia menambahkan.

Selanjutnya, jasa perusahaan tumbuh 9,10 persen, karena meningkatnya aktivitas agen perjalanan, serta adanya penyelenggaraan kegiatan berskala nasional dan internasional.

Sektor transportasi dan pergudangan, kata Amalia, juga mencatat pertumbuhan cukup baik; sebesar 8,78 persen. Ini dipicu oleh peningkatan jumlah penumpang di berbagai moda transportasi, pengiriman barang domestik dan internasional.

Baca lagi  Defisit APBN Capai Rp956,3 triliun Akibat Belanja Negara Naik

“Dari sumber pertumbuhan ekonomi, industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 1,07 persen. Ini merupakan pencapaian tertinggi dalam empat tahun terakhir,” jelas Kepala BPS.

Kemudian Amalia merinci kalau industri makanan dan minuman tumbuh 6,39 persen. Ini ditopang peningkatan produksi beras, CPO dan produk turunannya,  serta terjaganya kapasitas produksi.

Sementara itu industri logam dasar, kata dia, juga mengalami peningkatan sebesar 15,71 persen, seiring tingginya permintaan global terhadap produk olahan logam, besi, baja dan logam mulia.

Berikutnya, industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh 8,35 persen, seiring dengan meningkatnya kebutuhan domestik pada produk kimia dasar dan farmasi.

Amalia juga menjelaskan pada sektor pertanian pun mencatat pertumbuhan positif, berkat meningkatnya produksi domestik. Kemudian sub sektor tanaman pangan tumbuh 9,94 persen.

“Ini didorong kenaikan produksi padi dan jagung yang didukung perbaikan jaringan irigasi, subsidi pupuk, serta bantuan sarana dan prasarana,” jelasnya.

Purbaya akui lebih rendah

Menanggapi realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 yang mencapai 5,39 persen (yoy), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui pertumbuhan  ini lebih rendah dari perkiraannya.

“Janji saya ingin 5,5 persen. Tapi realisasinya lebih rendah. Tapi lumayan.. keseluruhan kita masih tumbuh 5,11 persen,” ucapnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

“Dan realisasi ini lebih baik dari sebelumnya. Begitu pun kalau dilihat secara kuartal, ekonomi Indonesia tertinggi sejak kuartal III 2022,” ia menambahkan.

Purbaya mengaku arah ekonomi Indonesia sekarang sudah membaik.”Tadinya kan 4  sekian persen, 5 sekian persen. Sekarang 5,39 persen. Itu tertinggi sejak 4-5 tahun terakhir. Lumayan ada sinyal perbaikan ekonomi dari sebelumnya,” tegasnya.

ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Bambang Tri Kurang Kerjaan, Kok Sempat-Sempatnya Ngotak-Atik Ijazah Palsu Presiden Jokowi

adminJ9

DPMPTSP DKI Berikan Relaksasi Izin untuk Bangkitkan Usaha Kecil

adminJ9

Anwar Usman Tak akan Mundur Meski Usai Diperiksa Majelis Kehormatan MK

adminJ9

Leave a Comment