Jurnal9.com
Business

UMKM Bisa Naik Kelas dengan Teknologi Digital

Deputi Bidang Restruktrisasi Usaha, Kementerian Koperasi & UKM, Eddy Satrya

JAKARTA, jurnal9.com – Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) Eddy Satriya menekankan ada lima kunci proses digitalisasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) agar bisa berkembang dan naik kelas.

“UKM harus memperhatikan proses produksi, distribusi, pembiayaan (cashless), pemasaran, manajemen,” ungkap Eddy Satriya dalam diskusi di Jakarta, beberapa hari lalu.

Disebut penting konsolidasi UMKM dengan menyiapkan sentra-sentra produksi untuk menarik market yang lebih besar. “Perlu disiapkan program multiyear yang mengacu kepada ide besar dan konsep digitalisasi matang dan komprehensif,” tandas Eddy.

Mengkonsolidasikan digitalisasi UMKM yang menyebar di berbagai Kementrian/Lembaga (K/L) dengan leading sektor KemenkopUKM, sehingga semua K/L memiliki 1 desain pengembangan UMKM.

Program sinergi tersebut antara lain Gerakan Belanja di Warung Tetangga. Itu merupakan kolaborasi KemenkopUKM dengan sembilan BUMN Klaster Pangan, Bulog, dan PTPN yang menghubungkan warung tradisional untuk masuk ke dalam platform online (daring) serta menyediakan stok bahan baku yang mudah dengan harga kompetitif. “Sehingga, mereka dapat bersaing dengan ritel modern,” tukas Eddy.

Ada juga laman khusus UMKM pada e-katalog LKPP, yang melibatkan UMKM dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Jumlah pelaku UMKM dalam pengadaan pemerintah secara elektronik mencapai 1.237 penyedia dengan potensi total nilai paket bagi pelaku usaha kecil sebesar Rp310 triliun.

Pihaknya fokus pada strategi digitalisasi percepatan kebangkitan UMKM dengan menggulirkan program peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan, program Kelas Daring melalui edukukm.id, Sparc Campus, hingga Pahlawan Digital UMKM.

Mengangkat produk UMKM melalui komunitas dan aplikasi lokal seperti Pasar Gotong Royong Indonesia Creative Store. Termasuk digitalisasi UMKM agar Onboarding melalui program Kakak Asuh dan UMKM Katalog Digital (IMOOJI).

Baca lagi  Putri Tanjung dan Teten Masduki Berburu ‘Pahlawan Digital UMKM’

“Dukungan promosi dan pemasaran, Billboard untuk local brand activist dan #banggabuatanindonesia, hingga promosi produk PLUT KUMKM, review produk oleh influencer, artis juga musisi,” papar Eddy.

Saat ini baru 13% dari total 63 juta pelaku UMKM yang telah masuk ke dalam ekosistem digital. Digitalisasi UMKM harus menjadi agenda kolektif, melalui edukasi lalu inkubasi bagi UMKM agar terhubung dengan ekosistem digital.

“Dalam hal ini kita tidak dapat bekerja sendiri mengakomodir kebutuhan transformasi digital bagi UMKM. Perlu sinergi, kolaborasi sesuai dengan arahan Presiden Jokowi untuk mencapai target dua juta UMKM Go Online di tahun 2020,” papar Eddy

MULIA GINTING 

Related posts

Sinergi Tiga Menteri Usung Sentra Pengolahan Beras Terpadu di Kebumen

adminJ9

SesmenkopUKM: LPDB dan PNM Berkolaborasi Dukung Komida

adminJ9

Realisasi Program PEN Melalui LPDB-KUMKM Capai Rp1 Triliun

adminJ9