Jurnal9.com
Headline LifeStyle

Ternyata Makan Daging Kambing atau Sapi Tak Menyebabkan Kolesterol

Ilustrasi olahan daging bakar yang sehat

 

JAKARTA, jurnal9.com – Saat Idul Adha boleh dibilang banyak warga yang menyembelih hewan kurban. Momen ini dimanfaatkan warga yang memperoleh daging dari pemberian kurban untuk ‘berpesta daging’ sapi atau kambing. Ada yang dibikin sate. Ada juga yang dibikin olahan gule, rendang dan lainnya.

Sementara masih banyak warga yang mikir dan khawatir jika makan daging kambing atau daging sapi bisa bikin hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Seperti kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam [Ginjal-Hipertensi] dr Tunggul Situmorang, SpPD-KGH mengkonsumsi daging kambing maupun daging sapi tidak ada yang menyebabkan hipertensi atau darah tinggi.

“Dari semua buku referensi tentang hipertensi yang saya baca, tidak ada satu pun yang menyatakan daging [daging sapi atau kambing] menjadi penyebab hipertensi atau darah tinggi,” ungkapnya.

Menurut dr Tunggul, lebih dari 90 persen penyebab utama hipertensi atau darah tinggi itu karena faktor genetik atau keturunan. Kondisi ini dikategorikan sebagai hipertensi primer atau essential hypertension.

“Bisa jadi olahan daging ketika dimasak terlalu banyak asupan garam. Sehingga jumlah asupan garam yang masuk ke dalam tubuh akan berisiko hipertensi. Kaitannya dengan hipertensi ini karena kandungan garam atau risiko kandungan lemaknya yang menyebabkan kolesterol,” ia menjelaskan.

“Selama ini persepsi yang salah terkait daging. Sehingga banyak orang berpikir makan daging sapi, lebih-lebih daging kambing bisa bikin hipertensi atau darah tinggi,” tegas dr. Tunggul.

dr. Sepriani Timurtini Limbong menambahkan sebetulnya penderita kolesterol dibolehkan untuk mengkonsumsi daging. Cuma ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

“Dagingnya digoreng atau dibakar? Lebih baik olahan daging dibakar daripada digoreng. Cara yang baik mengolah daging dengan cara dibakar, seperti steak atau burger,” katanya.

Mengolah daging dengan cara dibakar, kata dia, lebih baik dibanding dengan menjadikannya gulai atau semur. Sebab olahan daging untuk gulai misalnya, ada kandungan santan, Apalagi sampai berlebihan bisa memicu kolesterol.

dr. Sepriani menyarankan jika ingin memasak daging kurban dengan cara dibakar, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi supaya sehat yaitu:

  • Gunakan kompor atau memanggang dengan cara dioven. Boleh dipanggang di atas arang. Tapi jangan sampai temperatur terlalu tinggi. Sebab kalau temperatur terlalu tinggi dapat mengakibatkan karsinogenik atau berpotensi menyebabkan kanker.
Baca lagi  Zara Rutherford: Ini Benar-Benar Gila, Terbangkan Pesawat Sendirian Keliling Dunia

Ini yang perlu diperhatikan: daging yang dibakar itu rasanya memang lebih nikmat. Tapi kalau temperatur terlalu tinggi ternyata dapat memicu kanker.

  • Buang bagian lemak pada daging sebelum dimasak.
  • Potong kecil-kecil dagingnya agar lebih cepat matang.
  • Simpan daging di freezer pada suhu < -40 derajat celcius.

Dan hindari makan daging bagian lemak dan jeroan dari kambing maupun daging sapi.

Daging sapi atau kambing lebih tinggi kolesterol?

Dalam buku ‘Memahami Gejala, Tanda dan Mitos’ yang ditulis Dr. dr. Umar Zein, DTM&H., Sp.PD., KPTI., FINASIM dan dr. Emir El Newi, Sp.M, menyebutkan daging kambing lebih baik dibandingkan daging sapi maupun daging ayam, Dan aman dikonsumsi penderita hipertensi atau darah tinggi.

“Daging kambing lebih rendah kolesterol dibandingkan daging sapi maupun daging ayam. Coba bandingkan, kadar kolesterol daging kambing hanya sekitar 57 mg per 100 gram. Sedangkan kadar kolesterol daging sapi sekitar 89 mg per 100 gram. Dan daging ayam 83 mg per 100 gram,” sebut dalam buku itu.

“Jika ditotal, kandungan lemak pada 100 gram daging kambing hanya 2,3 gram, sedangkan per 100 gram daging sapi mencapai 15 gram, dan daging ayam kurang dari 7,5 gram.”

Selain itu disebutkan kandungan kalori daging kambing juga lebih rendah ketimbang daging sapi maupun daging ayam, dengan setiap 100 gramnya, daging kambing mengandung 109 kalori, daging sapi sebesar 250 kalori, dan daging ayam 196 kalori.

“Jadi lebih berisiko jika mengkonsumsi daging kambing maupun daging sapi kalau dalam cara memasaknya tidak benar.”

Penggunaan beragam bumbu penyedap selama memasak daging kambing maupun daging sapi [secara tidak langsung] dapat menjadi faktor pemicu seseorang berisiko akan mengalami tekanan darah tinggi.

Bumbu atau bahan penyedap seperti kecap, garam, atau micin cenderung mengandung sodium tinggi dan pengawet yang bisa menyebabkan tekanan darah tinggi jika dikonsumsi berlebihan.

Daging kambing atau daging sapi secara alami tidak mengandung kolesterol. Cuma yang perlu diwaspadai kandungan lemak jenuhnya cukup tinggi. Apalagi diolah dengan masakan bersantan seperti gulai atau rendang.

RAFIKA ANUGERAHA M  I  ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Airlangga: Indikator Pemulihan Ekonomi Seiring Keberhasilan Pemerintah Tangani Pandemi

adminJ9

MK: Gugatan Perselisihan Hasil Pilkada yang Banyak Dipertanyakan Netralitas KPU

adminJ9

Jangan Terjebak Pilih Pasangan Kekasih Seperti yang Dialami Lesti Kejora

adminJ9