Jurnal9.com
Business

Sinergi KemenkopUKM dan IPB Kembangkan Model Bisnis Bagi Petani Tanaman Hias di Bogor

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki bersama Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Profesor Arif Satria saat meninjau lokasi tanaman hias di Kebun Percobaan IPB di Desa Sukamantri, Kab. Bogor.

BOGOR, jurnal9.com – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan perlunya pengembangan koperasi dan UMKM model bisnis yang modern dan masuk skala ekonomi dengan produk yang unggul.

“Dengan produk yang unggul, kita akan selalu menjadi trendsetter, bukan lagi follower,”  tegas Teten pada acara Temu Wicara Pengembangan Bisnis Tanaman Hias di Kebun Percobaan IPB University, di Desa Sukamantri, Kabupaten Bogor, Ahad (6/6/2021).

Karena itu Teten menganggap tanaman hias (daun) bisa lebih dikembangkan lagi. Tak terkecuali, membangun laboratorium riset varietas yang bisa dilakukan IPB University.

“Ini bisa menjadi satu kekuatan karena kita banyak memiliki komoditi yang unggul,” kata MenkopUKM.

Selain tanaman hias daun, lanjut Teten, buah-buahan tropis bisa juga menjadi produk unggulan untuk pasar ekspor, seperti durian, mangga, alpukat, manggis, lengkeng, dan sebagainya.

“Dalam rangkaian pengembangan ini, KemenkopUKM berada di posisi pengembangan kewirausahaan. Para pelaku usaha tanaman hias bisa kita scaling-up,” jelas Teten.

Teten juga mendorong para petani tanaman hias itu untuk tergabung dalam wadah koperasi sebagai badan hukumnya.

“Kalau petani langsung berhadapan dengan pasar, maka akan berat,” ucap Teten.

Petani dengan lahan kecil-kecil, lanjut Teten, kesulitan membuat kontrak dengan market. Bahkan produktivitas petani berlahan sempit itu rendah, sehingga suplai mereka ke industri juga kecil dan tidak stabil.

“Untuk itu, perlu konsolidasi petani ke dalam koperasi agar bisa masuk skala ekonomi,” imbuh Teten.

Menurut Teten, dengan berkoperasi maka hasil produk petani akan dibeli koperasi secara tunai.

“Di sini, kita bersama LPDB-KUMKM yang akan memperkuat keuangan koperasi sebagai offtaker. Bank BNI yang akan masuk di tahapan on farm-nya” tegas MenkopUKM.

Baca lagi  MenkopUKM Desak Daerah Manfaatkan Peluang Belanja K/L 40 Persen Produk UMKM

Membina 202 petani

Dalam kesempatan yang sama, Rektor IPB University Profesor Arif Satria menyebutkan, kebun percobaan yang digagas IPB University di Desa Sukamantri, Jawa Barat, ini berhasil memberdayakan sebanyak 202 petani tanaman hias.

“Ke depan, kebun percobaan itu diharapkan dapat dikembangkan menjadi pusat edukasi, penelitian, dan agroeduwisata yang dapat memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” kata Arif.

Ia menambahkan bahwa kebun tersebut merupakan yang terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Sebanyak 202 petani tanaman hias di Desa Sukamantri  ini mendapat bimbingan dari IPB University.

“Saat ini, mereka telah menyuplai tanaman hias ke sejumlah wilayah Indonesia dan ekspor ke luar negeri, dengan omzet yang luar biasa besar,” ujar Prof Arif.

Saat ini, lahan seluas 39,9 hektare di kebun percobaan Sukamantri sudah ditanami melon, nanas, pisang, dukuh, tanaman hias, dan varietas tanaman inovasi IPB University.

“Selama ini, kebun percobaan ini dijadikan tempat pembelajaran untuk para petani tanaman hias di lingkungan Sukamantri. Tidak hanya itu, tempat ini juga dijadikan sebagai tempat uji coba varietas baru di IPB University, sekaligus tempat praktikum dan penelitian dosen,” papar Arif.

Selain pemberdayaan masyarakat, lanjutnya, kebun percobaan yang ditanami aneka pohon buah tahunan dan non-tahunan ini diharapkan dapat menjadi pusat penelitian, praktikum, serta agroeduwisata yang berdampak pada peningkatan ekonomi warga sekitar.

Bahkan, kebun percobaan ini dianggap berpotensi dikembangkan sebagai model teaching industry.

Sementara itu, Direktur Hubungan Kelembagaan Bank BNI, Sis Apik Wijayanto berharap ekspor tanaman hias dapat terus dikembangkan.

“KUR sektor pertanian di BNI memiliki tingkat NPL 0%. Ternyata, sektor pertanian sangat menjanjikan secara ekonomi dengan kredit yang baik,” ungkap Sis.

ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

KemenkopUKM Gandeng Grup Facebook Percepat Digitalisasi UMKM

adminJ9

Trump Guncang Perdagangan Global, Indonesia Bisa Kena Imbasnya

adminJ9

Program New LPDB KUMKM, Layanan Lebih Optimal dan Cepat

adminJ9

Leave a Comment