Jurnal9.com
Business Headline

Setelah Singapura, Korea Selatan Mengalami Resesi, Bagaimana dengan Indonesia?

Suasana di pusat pertokoan kota Korea Selatan yang nampak sepi pengunjung, dan sebagian toko ada yang tutup, setelah Pemerintah Seoul mengumumkan negara mengalami resesi.

Pada kuartal II/2020 produk domestik bruto riil (PDB) Korea Selatan terkontraksi -3,3 persen, sementara pada kuartal I/2020 ekonomi negara ini tercatat -1,3 persen.

JAKARTA, jurnal9.com – Dampak pandemi corona di sektor ekonomi telah dihadapi banyak negara. Banyak industri di negara-negara maju seperti Korea Selatan, Singapura, Taiwan, dan negara Uni Eropa yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), karyawan menerima pemotongan gaji, dan mereka yang bekerja di sektor informal juga turut terdampak.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya resesi ekonomi di banyak negara. Seperti dialami Singapura dan kini menyusul Korea Selatan, kedua negara ini mengalami pertumbuhan ekonomi yang minus selama dua kuartal berturut-turut pada 2020 ini.

Ekonomi Korea Selatan kini memasuki fase resesi, setelah kuartal pertama dan kedua tahun ini, berturut-turut mengalami pertumbuhan negatif.

Pada kuartal II/2020 produk domestik bruto riil (PDB) Korea Selatan terkontraksi -3,3 persen, sementara pada kuartal I/2020 ekonomi negara ini tercatat -1,3 persen.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal memprediksi resesi ekonomi tidak hanya akan terjadi di Korea Selatan dan Singapura.

Menurutnya, negara-negara lain juga akan menyusul mengumumkan hal yang sama karena tekanan dari pandemi covid-19 banyak terjadi khususnya pada negara mitra dagang Indonesia, kecuali China yang diperkirakan akan tumbuh positif karena ekonomi di negara ini yang sudah mulai pulih.

Pendapat senada disampaikan Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad yang mengatakan selain negara Asia, diperkirakan negara-negara Uni Eropa (UE) juga mengalami resesi di kuartal II/2020 ini.

Baca lagi  Singkong Beku Jadi Produk Olahan yang Punya Potensi Pasar Global

“Triwulan II/2020 kebanyakan negara Eropa seperti Jerman dan Prancis sudah mulai terjadi karena mereka sebagian besar pada triwulan 1 langsung anjlok perekonomiannya. Apalagi triwulan II ini pasti terjadi resesi,” kata Tauhid.

Sedangkan negara yang berpenduduk besar seperti Indonesia diperkirakan terancam mengalami resesi di kuartal III/2020. India juga terancam  pada kuartal III.

“Rata-rata kalau negara yang penduduknya besar seperti Indonesia dan India yang recovery-nya lama itu kemungkinan bisa di triwulan III,” ungkapnya.

Tauhid memperkirakan hal yang sama juga akan terjadi di negara-negara Asean, seperti Filipina, Malaysia, dan Thailand. “Saya pikir negara-negara Asean ini punya ketergantungan yang besar terhadap perdagangan dunia,” katanya .

Menurut dia, Indonesia tentunya akan ikut terdampak jika negara-negara ini mengalami resesi ekonomi, sebab permintaan terhadap ekspor Indonesia diperkirakan akan menurun.

Indonesia menurutnya kemungkinan akan mengalami resesi ekonomi, tetapi penurunannya tidak akan sedalam Korea Selatan dan Singapura.

“Indonesia belum [resesi], tapi kemungkinan besar akan menghadapi resesi. Ancamannya sudah di depan mata, tapi tekanannya tidak akan sedalam Korea Selatan dan Singapura, karena mereka ketergantungan terhadap trade-nya besar, kita relatif kecil,” jelasnya.

Indonesia  masih memiliki bantalan pasar dalam negeri yang besar yang bisa menahan resesi. Ekonomi Indonesia pada tahun ini diperkirakan akan terkontraksi di kisaran -1,5 persen hingga -3 persen.

Tauhid menilai resesi yang dialami Korea Selatan dan Singapura juga akan berdampak pada realisasi investasi di Indonesia dalam jangka pendek.

“Mungkin akan ada tekanan investasi ke indonesia dari Singapura dan Korea Selatan, tapi tidak akan lama. Kalau global sudah pulih, mereka akan cepat rebound di 2021 karena fundamental ekonominya relatif kuat,” tuturnya.

ARIEF RAHMAN MEDIA

 

Related posts

Teten Masduki: Koperasi Jadi Solusi Pembiayaan Usaha Mikro di Sektor Produktif

adminJ9

PP Nomor 7 Tahun 2021, Buka Peluang Kaum Milenial Kembangkan Koperasi Inovatif

adminJ9

Kok Bisa, Tahun 2030 Terjadi 2 Kali Ramadhan dan Idul Fitri dalam Satu Tahun

adminJ9