Jurnal9.com
Business

Meski Pandemi, Siantar Top Optimis Tahun Ini Penjualan Tumbuh Double Digit

SURABAYA, jurnal9.com – Meski masih dibayangi pandemi dan kenaikan harga bahan baku, namun industri makanan ringan tetap optimis pada tahun 2022 ini ada pertumbuhan penjualan double digit.

Direktur Utama PT Siantar Top Tbk, Agus Suhartanto, mengatakan pihaknya tetap menjaga agar dalam suasana pandemi ini masih mampu menjaga kinerja perseroan. Salah satunya dengan cara merilis produk baru untuk menambah varian produk yang sudah ada.

“Sekarang kondiisinya memang krusial karena pandemi. Tapi tetap optimis, karena  selain kami fokus menggarap pasar lokal, juga intens menggenjot pasar ekspor,” ujarnya.

“Siantar Top tahun ini juga akan menambah kapasitas produksi dengan capex (belanja modal) sekitar Rp 350 miliar,” lanjut Agus disela RUPSLB di Surabaya, Kamis (3/2/2022).

Mengenai produk baru, Agus belum bisa menjelaskan detail tentang produknya, karena pihaknya harus menyiapkan secara matang; ketersediaan bahan baku yang diperlukan. Sebab beberapa bahan baku yang dibutuhkan saat ini harganya masih tinggi.

Dia menggambarkan beberapa bahan baku utama seperti terigu yang harganya dua tahun terakhir sudah naik 20 persen. Demikian juga gula harganya naik 15 persen dan cenderung naik terus. Bahkan minyak goreng kenaikannya harganya sudah sekitar 100 persen.

Kenaikan harga bahan baku ini, kata Agus, akan berimbas signifikan pada kinerja perseroan ke depan. Karena hal itu akan mempengaruhi margin perusahaaan. “Jadi ke depan strateginya secara perlahan menaikan level produk ke segmen menengah,” jelasnya.

“Bahan baku tersedia, tapi harganya naik signifikan. Ini susahnya. Mungkin penjualan akan tetap naik, namun marginnya turun,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Agus, Siantar Top akan memperbanyak depo agar distribusi produk ke konsumen semakin cepat, terutama di Kawasan Indonesia Timur. Hal ini juga untuk mengantisipasi market domestik yang pertumbuhannya cukup signifikan meskipun ada pandemi.

Baca lagi  Siantar Top (STTP) pada 2024 Meraih Penjualan Bersih Rp 4,96 Triliun

“Sekarang yang penting menjaga supply sebaik mungkin sambil mencari peluang pasar baru. Kami ingin konsumen mendapatkan produk yang diinginkan. Depo harus merata dan penuh isinya,” jelas Agus.

Terkait pasar ekspor, saat ini pihaknya menjaga pasar yang sudah ada. Karena peraingannya sekarang juga semakin berat. Sebab banyak negara yang mengurangi impor dan berupaya memberdayakan produk di dalam negeri akibat pandemic covid-19.

Namun begitu, pihaknya terus mencoba mencari terobosan untuk bisa masuk di pasar ekspor baru. Saat ini beberapa negara tujuan ekspor emiten berkode STTP ini diantaranya adalah China, Korea, Taiwan, Vietnam, negara Timur Tengah, Australia dan Afrika.

“Setiap tahun pasar ekspor tetap tumbuh. Karena itu pasar existing tetap kami maintenance sambil terus mencari pasar baru. Saat ini kontribusi pasar ekspor masih 10 persen dari total sales kami. Sisanya dari pasar domestik,” tutur Agus.

AMRULLAH

Related posts

MenkopUKM: SAE Pujon Malang Jadi Pilot Project Modernisasi Koperasi Pangan

adminJ9

UMKM Bisa Naik Kelas dengan Teknologi Digital

adminJ9

KemenkopUKM Dorong Inovasi dan Transformasi Koperasi

adminJ9

Leave a Comment