Jurnal9.com
Business

MenkopUKM Ingin Koperasi Nelayan Fokus Bisnis Hulu hingga Hilir

BANYUWANGI, jurnal9.com – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menginginkan koperasi-koperasi nelayan di Indonesia serius masuk skala bisnis dengan fokus konsolidasi sektor hulu hingga hilir.

“Koperasi jika ingin maju harus memiliki skala bisnis, yaitu mengolah ikan, memiliki rumah produksi, dan bermitra dengan industri besar sebagai offtaker untuk menyerap produk perikanan,” tutur Teten saat meninjau Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muncar dan berdialog dengan Pengurus serta anggota Koperasi Mina Blambangan, di Banyuwangi, Jawa Timur, (2/10).

Turut hadir Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Rulli Nuryanto, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Mas Purnomo Hadi, dan Ketua Koperasi Mina Blambangan Sayidi.

Teten mengatakan, nelayan juga harus bertransformasi dari bekerja secara perorangan dengan skala ekonomi kecil menjadi berkelompok dan berkoperasi agar menjadi kuat. Apalagi, menurut Teten, Muncar merupakan sentra perikanan nomor dua terbesar di Indonesia dengan karakteristik nelayan yang tangguh.

“Muncar ini sentra perikanan nomor dua di Indonesia, nelayannya tangguh tapi masih kategori nelayan kecil. Karena itu kita dorong harus transformasi menjadi berkelompok dan berkoperasi agar menjadi kuat dan hebat. Di sini ada koperasi nelayan, tapi catatan kami koperasinya masih berkutat soal retribusi pelelangan. Harusnya masuk ke bisnis utama,” ucap Teten.

Kementerian Koperasi dan UKM tengah fokus memperkuat koperasi-koperasi sektor produktif di Indonesia, termasuk koperasi nelayan, untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan sebagaimana amanat dari Presiden Joko Widodo.

“Kami juga ditugaskan Presiden karena banyak informasi tangkapan nelayan tidak terserap meski ekspor masih bagus. Ini karena konsumsi sedang menurun sehingga serapan kurang bagus. Jangan sampai di tengah pandemi Covid-19 ini nelayan jadi susah,” ungkap Teten.

Baca lagi  Cadangan Devisa RI US$ 144,8 miliar, Ini Rekor Tertinggi, Apa Mau Utang Lagi?

Pihaknya juga bersama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB – KUMKM) siap membantu memberikan pembiayaan kepada koperasi nelayan di Muncar, dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten untuk mendesain Muncar menjadi kekuatan ekonomi produktif sektor perikanan.

“Kita ingin bantu memperkuat Koperasi Mina Blambangan, sehingga nanti nelayan menjual produk ke koperasi. Lalu urusan ke market atau pasar biarkan koperasinya yang mengurusi. Karena tentu kemampuan nelayan kan terbatas, belum lagi kalau pembelinya bayarnya mundur. Masalah semacam ini, nantinya bisa ditengahi lewat koperasi. Jangan lagi nelayan yang harus memikirkan pemasarannya. Koperasi juga nantinya bisa berinvestasi membeli alat-alat produksi yang modern,” jelas Teten.

Di tempat yang sama, Bupati Banyuwangi Azwar Anas mengatakan, potensi perikanan di Banyuwangi, khususnya Muncar sangat bagus. Bahkan di masa pandemi saat ini produksi tangkapan nelayan justru naik. Hanya saja, dibutuhkan model bisnis agar hasil tangkapan nelayan tidak saja dijual mentah, tetapi juga diolah untuk mendapatkan nilai tambah secara ekonomi.

Azwar Anas mengapresiasi perhatian dan bantuan dari Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, terhadap nelayan dan pelaku UMKM di Banyuwangi. Dia memastikan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi siap mendukung program-program untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pelaku UMKM.

Dalam kesempatan itu Teten meninjau pabrik sarden Pacific Harves, yang menyerap hasil tangkapan nelayan setempat berupa ikan lemuru dan ikan tuna.

MULIA GINTING

 

Related posts

Kemenparekraf Umumkan 232 Pelaku Pariwisata dan Ekraf Sebagai Penerima BIP 2020

adminJ9

HIPMI Bali Selenggarakan Musda XV dengan Teknologi Virtual

adminJ9

Angka Kasus Covid yang Tinggi, Membuat Ekonomi RI Menghadapi Ketidakpastian

adminJ9