Jurnal9.com
Business

MenkopUKM Apresiasi Dapur Bersama GoFood yang Fasilitasi UMKM Naik Kelas

Menteri Koperasi & UKM Teten Masduki mengunjungi Dapur Bersama GoFood di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, pada Rabu (9/7)

TANGERANG SELATAN, jurnal9.com – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi dibukanya Layanan Dapur Bersama GoFood yang dianggap selaras dengan visi dan konsep Rumah Produksi Bersama yang digagas oleh KemenkopUKM.

“Saya menyambut baik model bisnis Dapur Bersama ini yang menjadi wujud nyata keberhasilan visi konsep Rumah Produksi Bersama yang digagas oleh Kementerian Koperasi dan UKM untuk membantu UMKM menjalankan bisnisnya dan berkembang,” kata Teten Masduki, saat mengunjungi Dapur Bersama GoFood, di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis (9/7).

Dapur Bersama ini merupakan contoh model kesamaan visi dan manfaat dalam memfasilitasi kinerja UMKM melalui kelengkapan infrastruktur dasar untuk penghematan biaya operasional, jaringan UMKM, edukasi dan kelengkapan standar kebersihan,  ekosistem yang mumpuni, serta mendukung supply chain yang lebih efisien dan menguntungkan pelaku usaha.

“Kami mengimbau kepada para pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan cepat dan berinovasi agar tetap berdaya saing tinggi, sesuai perubahan dan tuntutan pasar. UMKM kuliner di Indonesia untuk layanan Dapur Bersama GoFood ini menjawab kebutuhan adaptasi, sekaligus mempersiapkan UMKM untuk naik kelas. Saya mengapresiasi dan mendukung pengembangan model bisnis ini, sehingga lebih banyak UMKM yang dapat tumbuh bersama,” harap Teten.

Di tempat yang sama, Co-CEO Gojek, Andre Soelistyo mengatakan, Gojek hadir menjadi mitra terbaik untuk pertumbuhan bisnis UMKM Indonesia. Gojeg konsisten memberikan solusi yang lengkap guna membantu pelaku UMKM beradaptasi di tatanan baru dan terus tumbuh dengan memperluas pasar melalui proses digitalisasi. Mulai dari teknologi yang mempermudah manajemen operasional bisnis, layanan logistik dan pembayaran, hingga inovasi yang melampaui teknologi seperti pelatihan keterampilan dan fasilitas Dapur Bersama.

“Kami memberikan dukungan yang komprehensif kepada mitra UMKM yang merupakan dari keluarga besar Gojek. Kami berupaya agar GoFood

Baca lagi  Sebanyak 15.000 UMKM Unggulan Jabar Siap Sukseskan Gernas BBI

dapat menjadi mitra pertumbuhan andalan UMKM kuliner. Bisa menghadirkan inovasi, tak hanya membantu mereka mengembangkan bisnis lewat teknologi, namun juga menangkap peluang baru sesuai perubahan perilaku konsumen dan dinamika pasar,” papar Andre.

Dapur Bersama ini diharapkan UMKM bisa bangkit dan mengelola biaya operasional yang efisien. Dapur Bersama GoFood ini diharapkan bisa membantu menekan berbagai pengeluaran seperti biaya sewa dan ekspansi serta beban infrastruktur.

Dapur Bersama ini merupakan inovasi baru dari super app, terdepan di Asia Tenggara untuk mengakselerasi pertumbuhan skala usaha UMKM kuliner. Dapur Bersama adalah ruang kerja dengan fasilitas pendukung restoran dan UMKM kuliner, dan terintegrasi dengan sistem teknologi serta layanan pengantaran dari Gojek. Sebanyak 80 persen peserta Dapur Bersama GoFood adalah mitra skala UMKM, yang rata-rata mengalami peningkatan transaksi sebesar 70 persen sejak mereka bergabung dengan Dapur Bersama GoFood .

Sejak diluncurkan pada Oktober 2019, Dapur Bersama GoFood kini beroperasi di 27 lokasi di 3 wilayah di Indonesia (Jabodetabek, Bandung, dan Medan). Kapasitas saat ini telah mencapai sekitar 250 outlet usaha kuliner dan 80 persen merupakan UMKM.

Sebagai bentuk kolaborasi erat antara GoFood dan KemenkopUKM, anggota koperasi binaan KemenkopUKM akan segera bergabung di GoFresh untuk mendukung kebutuhan bahan baku makanan di Dapur Bersama. GoFresh merupakan layanan marketplace yang lebih mudah menghubungkan berbagai UMKM pemasok bahan baku makanan dengan pembeli.

Sementara itu Deputi bidang Produksi dan Pemasaran KemenkopUKM Victoria br Simanungkalit mengatakan Dapur Bersama ini juga mendorong produsen suplayer bahan baku dari daerah-daerah bisa memotong rantai pemasaran.

“UKM konsumen bahan baku juga bisa mendapatkan harga yang lebih murah. Tidak hanya dapurnya yang pelaku UKM, pemasoknya juga UKM. Di sinilah UKM ketemu dalam suatu rantai tata niaga yang lebih baik,” ungkap Vicky.

MULIA GINTING

Related posts

Kemenparekraf Umumkan 232 Pelaku Pariwisata dan Ekraf Sebagai Penerima BIP 2020

adminJ9

MenkopUKM: Pemikiran Bung Hatta Memberi Wawasan Idealnya Membangun Koperasi

adminJ9

KemenkopUKM Dorong UMKM Tingkatkan Inovasi Teknologi Agar Masuk ke Rantai Pasok

adminJ9