Jurnal9.com
Headline Travelling

Labuan Bajo Ditetapkan Sebagai Kawasan Wisata Premium

Pulau Komodo ini didorong sebagai salah satu destinasi wisata tingkat premium karena punya keunggulan komodo, di dunia tidak ada tempat wisata seperti ini  

JAKARTA, jurnal9.com – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan bahwa Integrated Tourism Master Plan (ITMP) Labuan Bajo, terutama Pulau Komodo, akan diarahkan untuk pengembangan  kawasan wisata premium di Indonesia.

Hal itu disampaikan dalam rapat Rapat Kerja dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat, Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula, Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores Shana Fatina serta Kepala Balai Taman Nasional Komodo Lukita Awang Nistyantara di Hotel Inaya Bay Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (17/7).

Suharso menegaskan penetapan ITMP Labuan Bajo sebagai kawasan pariwisata premium  tersebut sesuai keinginan dan arahan Presiden RI Joko Widodo.

“Pulau Flores ini kita dorong sebagai salah satu destinasi wisata tingkat premium karena punya keunggulan komodo, saya kira di dunia tidak ada yang punya, kecuali di NTT ini,” tegas Suharso dalam siaran pers yang dikutip Antara.

Taman Nasional Komodo

Karen itu, Bappenas dan pemangku kepentingan menyusun Master Plan secara terintegrasi.

“Apa saja yang perlu dilakukan pemerintah pusat terutama infrastruktur dasarnya apa yang mesti dibantu, sektor-sektor ekonomi apa yang bisa jadi pembangkit untuk ekonomi di daerah NTT ini,” ujar Suharso.

ITMP akan disusun pada tahun 2020-2021 dan akan berfungsi sebagai panduan bagi pemangku kepentingan untuk mempercepat pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas secara terpadu dalam aspek-aspek kepariwisataan, infrastruktur, kehutanan, kemaritiman, tata ruang dan investasi yang selaras dengan perkembangan wilayah secara keseluruhan.

Suharso mengakui Bappenas sebagai pengarah ingin tahu persis dan mendengar visi dari Gubernur NTT yang banyak memahami keadaan dan apa saja yang perlu diselesaikan di lapangan agar terjadi percepatan pembangunan.

Baca lagi  Polemik dan Celah Menggugat UU IKN, Ini Penjelasan Pasal-Pasal UU IKN Lengkap

ARIEF RAHMAN MEDIA

 

Related posts

Mahfud: Pemerintah Tak Akan Memproses Laporan Alumni ITB Soal Din Syamsuddin Radikal

adminJ9

TikTok akan Luncurkan Fitur Video Berbayar Lewat Shutouts

adminJ9

Web 3.0, Metaverse dan Ransomware Masih Mendominasi Tren Teknologi 2022

adminJ9