Jurnal9.com
Sport

Menpora Siapkan Tempat TC Pelatnas Angkat Besi Olimpiade

JAKARTA, jurnal9.com – Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) mengucapkan terimakasih atas perhatian Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali yang menyediakan tempat Trainning Camp (TC) Angkat Besi di dua tempat.

Kedua tempat masing-masing di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PPPON) Cibubur, Jakarta Timur khusus untuk lifter junior. Tempat kedua di Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Jawa Barat untuk lifter senior.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Menpora, Zainudin Amali. Dan saya juga sudah dihubungi pak Gatot Dewa Broto selaku Sesmenpora soal tempat TC untuk angkat besi yang akan disiapkan Kemenpora,” kata Wakil Ketua Umum PB PABBSI, Joko Pramono yang dihubungi melalui telepon selular, Jumat (17/7).

Menurut Joko Pramono yang pernah menjadi Komandan Pelatnas saat Indonesia sukses menjadi juara umum pada SEA Games Jakarta 1997, pihaknya juga sudah menyiapkan beberapa contoh tempat TC yang akan diusulkan.

“Ya, kita sudah menyiapkan beberapa contoh tempat TC yang ideal buat angkat besi baik untuk lifter junior maupun senior,” tandasnya.

Selama ini, Tim Pelatnas Angkat Besi Olimpiade Tokyo 2021 menjalani TC di Mako Marinir Jalan Kwini Jakarta Pusat. Dengan adanya tempat TC itu, kata Joko, pihaknya akan terus meningkatkan pembinaan atlet angkat besi sehingga mampu mempertahankan tradisi medali di Olimpiade.

“Tempat TC yang disediakan Kemenpora ini akan mendorong PB PABBSI untuk mencetak lifter berkualitas menggantikan Eko Yuli Irawan dan Triyatno yang sudah mengukir prestasi di Olimpiade. Selama ini, angkat besi kan baru bisa menyumbang medali perak dan perunggu bagi Kontingen Indonesia. Mudah-mudahan di Olimpiade Tokyo 2021 bisa lahir medali emas pertama angkat besi,” tuturnya.

Baca lagi  Kalah dari India, Imbang dengan Uzbekistan dan Menang Atas Vietnam, Indonesia Posisi Kelima

Sebelumnya, Menpora Zainudin Amali yang ditemui pada acara pelantikan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemnpora beberapa waktu lalu, mengatakan, sudah ada beberapa cabang olahraga yang mengajukan untuk mendapatkan tempat Trainning Camp (TC) .

“Ya, sudah ada beberapa cabang olahraga yang sudah mengajukan seperti angkat besi, balap sepeda, panahan. Kita memang menyiapkan tempat TC di Cibubur dan Hambalang,” katanya.

Cabang angkat besi menyumbangkan medali bagi Kontingen Indonesia sejak Olimpiade Sydney 2000 hingga Olimpiade Rio de Janeiro Brazil 2016. Sejarah kejayaan angkat besi Indonesia  dimulai dari lifter putri pada Olimpiade Athena 2000.

Saat itu, Lisa Rumbewas (kelas 48 kg) meraih perak, Sri Indriyani (48 kg) meraih perunggu dan Winarni (kelas 53 kg) dengan medali perunggu. Kemudian, Lisa yang turun di kelas 53 kg meraih perak di Olimpiade Athena 2004 dan Olimpiade Beijing 2008.

Di Olimpiade Beijing 2008, Eko Yuli Irawan yang turun di kelas 56 kg putra meraih perunggu dan Triyatno (kelas 62 kg) juga meraih perunggu. Lalu di Olimpiade London 2012, Eko meraih perunggu kelas 62 kg dan Triyatno meraih perak kelas 69 kg putra. Kedua jagoan angkat besi ini tampil sebagai penyelamat muka Indonesia saat tak satupun medali disumbangkan cabang bulu tangkis.

Konsistensi penyumbang medali itu kembali dipertahankan pada Olimpiade Rio de Janeiro Brazil 2016. Malah, Eko yang tadinya meraih perunggu mampu meningkatkannya menjadi perak dan Sri Wahyuni yang turun 48 kg putri merebut perak.

MULIA GINTING

Related posts

Kalah dari India, Imbang dengan Uzbekistan dan Menang Atas Vietnam, Indonesia Posisi Kelima

adminJ9

Tim Catur Indonesia di Peringkat Empat pada Hari Pertama

adminJ9

Rahasia Gol Fulham Saat Promosi ke Liga Premier

adminJ9