Jurnal9.com
Business

KemenKopUKM Luncurkan KAU untuk Percepat UMKM Go Marketplace

Ir. Arif Rahman Hakim, M.S, Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM.  (Foto: Humas KemenkopUKM)

JAKARTA, jurnal9.com  – Kementerian Koperasi dan UKM meluncurkan program Kakak Asuh UMKM (KAU) untuk mempercepat upaya transformasi digital para pelaku UMKM, terutama melalui online marketplace.

Program KAU ini diselenggarakan dan ditandatangani komitmen bersama pelatihan digital marketing, antara Deputi Bidang Pengembangan SDM KemenKopUKM Ir. Arif Rahman Hakim, M.S., — Direktur Utama LLP KUKM (SMESCO Indonesia) Leonard Theosabrata, dan Chief Marketing Officer Lazada Indonesia, Monika Rudijono di Jakarta, Senin (15/6).

 

Ir. Arif Rahman Hakim, M.S mengatakan bahwa melalui KAU, nantinya KemenKopUKM akan mencetak para ahli marketing digital yang akan bertindak sebagai kakak asuh, dan mendampingi para pelaku UMKM dalam memanfaatkan marketplace secara lebih efisien.

 

“Calon kakak asuh yang ingin bergabung bisa melakukan pendaftaran melalui platform online EDUKUKM.ID. Peserta terpilih akan mendapatkan pelatihan online sebagai kakak asuh, serta mendapatkan sertifikat online. Kakak asuh kemudian akan melanjutkan dengan mencari UMKM untuk dibantu melakukan penjualan di Lazada.co.id.,” kata Deputi Bidang Pengembangan SDM KemenkopUKM.

 

Menurut dia, tantangan UMKM saat ini adalah memaksimalkan pemasaran digital melalui platform online, agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas secara efektif dan efisien. Namun, baru sekitar 13 persen UMKM yang sudah masuk ke online marketplace.

Upaya mendorong banyak UMKM untuk masuk ke pasar online, kata Arif, tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah, namun juga perlu melibatkan semua pihak terkait; seperti dengan Lazada Indonesia sebagai penyedia marketplace, dan komunitas Bolu.ID yang menjadi ruang berbagi pengalaman di antara UMKM.

Dia menekankan bahwa kerja sama ini bersifat mutual partnership, tanpa menggunakan APBN.

Direktur Utama SMESCO Indonesia Leonard Theosabrata mengatakan, sebagai lembaga yang terus berupaya membina, memberdayakan, dan meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM di Indonesia, SMESCO Indonesia berinisiatif membentuk gerakan KAU.

“Ini dalam upaya membantu para pelaku UMKM Indonesia agar dapat bersaing dan mengembangkan bisnisnya secara optimal melalui platform digital,” katanya.

Leo menjelaskan kerja sama perdana dengan Lazada Indonesia, sebagai pelaku bisnis e-commerce diharapkan bisa berjalan dengan baik dan menambah pengetahuan dan pengalaman di kemudian hari. “Saya  juga berharap agar program ini nantinya didukung oleh stakeholder ataupun e-commerce lainnya,”  tutur Leonard.

Baca lagi  Himbara Luncurkan Fasilitas Pinjaman Daring Bagi UMKM

Sejalan dengan program Gerakan Nasional (Gernas) #banggabuatanIndonesia yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo 14 Mei 2020 lalu, progaram KAU sebagai bagian dari program ‘Bangkitkan Bisnismu’ yang digagas Lazada Indonesia sejak awal masa pandemi, dalam upaya menjaga keberlangsungan bisnis pelaku bisnis, terutama UKM.

“Kami sangat optimis #BangkitkanBisnismu bisa berkontribusi terhadap Gernas #banggabuatanIndonesia, sekaligus mendukung perekonomian negara dan pelaku UKM.  Salah satu inisiatif dalam program #BangkitkanBisnismu ini adalah KAU, yang merupakan kemitraan Lazada dengan SMESCO Indonesia,”  ujar Monika Rudijono, Chief Marketing Officer, Lazada Indonesia.

“Program KAU ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong pelaku UMKM mengembangkan bisnis mereka di ranah digital melalui e-commerce,” lanjut Monika.

Manurut dia, saat ini ribuan penjual dan jutaan barang produksi UKM lokal sudah aktif di kanal Bangga Buatan Indonesia di platform Lazada. Dalam satu minggu pertama diperkenalkannya kanal khusus #banggabuatanIndonesia di platform Lazada, lebih dari 750.000 pengunjung datang dan berbelanja produk lokal di kanal tersebut.

“Program KAU tidak hanya menjadi ajang perkenalan dan pemberdayaan UMKM, namun juga memberikan kesempatan kepada sellers Lazada yang telah berhasil agar dapat membimbing UMKM konvensional agar mereka juga dapat meraih sukses di pasar digital,” lanjut Monika.

Setiap kakak asuh, kata dia, diharapkan bisa membantu 2–3 UMKM untuk mulai mengembangkan bisnis mereka di e-commerce. Sellers Lazada juga berkesempatan menjadi Kakak Asuh, dan mereka akan diseleksi berdasarkan beberapa kriteria, di antaranya kesamaan visi dan misi untuk memberdayakan UKM di Indonesia.

“Saat ini, sellers Lazada yang sudah berhasil membangun bisnis mereka di Lazada sangat aktif berbagi ilmu melalui berbagai payung komunitas seperti Lazada Club dan Lazada University,” ungkap Monika.

Di tahap awal, Lazada Indonesia akan memulai dengan merekrut 100 calon kakak asuh, masing-masing dengan maksimum 3 adik asuh yang akan dibimbing.

MULIA GINTING

Related posts

UMKM Eksis dan Mampu Beradaptasi Pada Masa Pandemi Covid-19

adminJ9

Gubernur Sultra Sempat Tolak TKA China, Kenapa Akhirnya Diizinkan?

adminJ9

MenkopUKM: Tata Niaga Produk UMKM Tengah Dibenahi

adminJ9