Jurnal9.com
Headline News

Jokowi Kaget, Masyarakat di Jawa Timur 70 Persen Tak Pakai Masker

Presiden Joko Widodo tampak kaget mendengar laporan yang disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang menyebutkan bahwa warganya 70 persen tak pakai masker.  (foto: Sekneg)

SURABAYA, jurnal9.com –  Ketika Presiden Joko Widodo nampak tercengang saat mendengar laporan yang disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 yang menyebutkan  bahwa 70 persen warga Jawa Timur tidak mengenakan  masker saat beraktifitas di luar rumah.

“Tadi disampaikan bahwa masih 70 persen warga Jawa Timur yang nggak pakai masker. Ini angka yang gede banget,” kata Presiden yang nampak kaget usai mendengar laporan Gubernur Jawa Timur  Khofifah Indar Parawansa.

Kurang sadarnya masyarakat pada penularan virus corona ini, menurut presiden, banyak yang menganggap enteng risiko yang mematikan akibat terinfeksinya covid-19. Sehingga banyak orang yang tidak pakai masker dalam setiap beraktifitas di luar rumah.

“Saya minta kita semuanya mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat untuk mensosialisasikan mengenai protokol kesehatan,” ujar Jokowi dengan harapan tokoh agama dan tokoh masyarakat tersebut  mampu memberi pemahaman dan kesadaran tentang bahayanya virus corona kepada mesyarakat.

Dalam kunjungan kerja ke Jawa Timur itu, Kepala Negara juga sempat senang ketika mendengar laporan Khofifah yang menyampaikan berhasil menekan tingkat penularan virus corona di Jawa Timur hingga menurun jumlah kasusnya.

Khofifah yang melaporkan kasus covid-19 kepada presiden, mengaku sempat senang berhasil menekan penularan virus corona, setelah diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya Raya yang berakhir pada 8 Juni 2020 lalu.

“Pak Presiden, sebetulnya kami sudah sempat mendapatkan satu kebahagiaan ketika tanggal 9 Juni sebetulnya rate of transmission  di Jawa Timur sudah 0,86 persen,” papar Khofifah kepada presiden.

Baca lagi  Aturan Baru dalam UU Cipta Kerja, Pesangon Pekerja yang Kena PHK Lebih Kecil

Setelah selang 14 hari sempat menurun, kembali tingkat penularan kasus baru naik lagi menjadi 1,08 persen pada 24 Juni 2020 lalu.

Menanggapi laporan Khofifah, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa tidak disiplinnya masyarakat tidak pakai masker itu  yang menyebabkan kondisi Jawa Timur saat ini menjadi provinsi dengan jumlah kasus penularan virus corona paling tinggi di Indonesia.

Padahal, sebelumnya DKI Jakarta tercatat paling tinggi sejak awal terinfeksinya virus yang mematikan ini menyebar di Indonesia sejak awal Maret 2020. Kini disusul daerah Jawa Timur yang menempati jumlah kasus covid-19 paling banyak di Indonesia.

Laporan Kamis (25/6) sore ini, ada penambahan sebanyak 247 kasus baru. Sehingga total ada 10.545 kasus orang terkonfirmasi positif di Jawa Timur hari ini.

RAFIKI ANUGERAHA M  I  ARIEF RAHMAN MEDIA  

 

 

 

Related posts

Dirut RS dr Soetomo Surabaya Tanggapi Keluhan Risma

adminJ9

AS Percaya Sikap Taliban Tak akan Diskriminasi: Perempuan Boleh Bekerja

adminJ9

AJI Indonesia: Omnibus Law Merugikan Pekerja dan Mengancam Demokratisasi Penyiaran

adminJ9