Jurnal9.com
Headline News

Gus Najih: Panji Gumilang itu Panglima Tertinggi NII KW9 yang Berkedok Nama Ponpes Al-Zaytun

KH Najih Arromadloni Maemon yang akrab dipanggil Gus Najih

JAKARTA, jurnal9.com – Wakil Sekretaris Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Najih Arromadloni Maemon menyebutkan Panji Gumilang adalah panglima tertinggi.dari organisasi turunan Negara Islam Indonesia (NII) yang ada di Indonesia.

Panji Gumilang berperan besar dalam menjalankan induk organisasi teroris dengan kelompoknya (KW 9) yang berkedok institusi bernama Pondok Pesantren Al-Zaytun. Gaya manuver ciri-ciri Komandemen Wilayah 9 (KW 9) dengan kehebohannya di ruang publik itu punya maksud tertentu.

“NII bersama kelompoknya KW 9 melakukan kegiatan sembunyi-sembunyi lewat pesantren ini sebenarnya sudah lama. Panji Gumilang bergerak dari bawah tanah sudah sejak tahun 1960-an,” kata putra KH Maemon Zubair yang akrab dipanggil Gus Najih ini kepada wartawan di Jakarta, Rabu (12/7/2023).

Kemudian Panji Gumilang mulai berani menampilkan dirinya lewat Ponpes Al-Zaytun yang dirintisnya dari 1992. Dan diresmikan Presiden BJ Habibie tahun 1996. “Sudah 30 tahun perjalanannya bertopeng Al-Zaytun. Dan berani melontarkan pendapat-pendapatnya ke publik dengan maksud tertentu,” ujarnya.

“Panji Gumilang yang bernama asli Abussalam asal Dukun Gresik ini merasa sudah saatnya untuk melakukan show of force (unjuk kekuatan) dan kemudian menawarkan ide-idenya ke publik,” kata Gus Najih menegaskan.

Karena itu ia mengingatkan bahwa NII masih aktif melalui sel-sel induknya, sehingga harus diwaspadai dalam menciptakan kelompok teroris baru. Dan ia meminta kepada pemerintah tidak boleh meremehkan.

Keberadaan turunan NII yang dikomandoi Panji Gumilang ini, lanjut Gus Najih, bisa ditelusuri sel-sel yang ada di dalam Al-Zaytun dengan KW 9-nya. Sebab mereka sudah bergerak dan berani menujukkan kekuatannya.

“Genealogisnya masih bisa dilacak sampai ke induknya; NII yang lama. Dulu ketika ada undang-undang (UU) subversif, mereka tidak berani terang-terangan. Tapi setelah tidak ada (dicabut UU-nya) kini mereka berani unjuk kekuatan,” ungkap Gus Najih.

Baca lagi  Wanita Dibunuh Temannya Sendiri, Motif Sakit Hati karena Cemburu?

Apalagi rumornya di dalam kompleks Ponpes Al-Zaytun itu, tegas dia, ada bunker dan tempat pembuatan senjata. “Makanya siapa pun yang masuk ke dalam komplek Al-Zaytun ada penjagaan yang sangat ketat. Hanya orang yang berasal dari kelompoknya yang boleh masuk. Jadi tidak semua orang bisa masuk,” ucapnya.

Gus Najih mengatakan Panji Gumilang sudah berani terang-terangan menunjukkan kekuatan dirinya, karena dia merasa tidak bisa dijerat lagi dengan undang-undang subversif.

“Sekarang gerakan sel-sel turunan NII sebenarnya bisa dimasukkan ke UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Penanggulangan Terorisme. Supaya turunan NII ini bisa dijerat dengan undang-undang yang baru. Kelompok NII harus dimasukkan Daftar Terduga Teroris dan Organisasi Teroris (DTTOT),” jelas dia.

Sementara itu Pakar Intelejen yang juga alumni Pesantren Krapyak, KH As’ad Said Ali menyebut penyimpangan Panji Gumilang dari Pancasila sebagai dasar NKRI sebenarnya terjadi sejak lama. Sekitar tahun 1970-an.

Selain itu Panji Gumilang juga mengajak pengikutnya; turunan NII untuk mendalami ajaran agama baru yang dianut Isa Bugis, seorang ustadz asal Aceh. Isa Bugis sendiri mengadopsi pemahaman Islam yang berdasarkan pemikiran ‘Synkretisme’ dan Eklektisisme’.

“Synkretisme’ merupakan suatu paham yang menggabungkan ajaran berbagai agama menjadi ajaran baru. Sedangkan Eklektisisme’.merupakan pola pikir yang mengambil teori yang dianggapbenar untuk digabung menjadi paham baru,” paparnya.

ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Menparekraf Jelaskan Cara Dapatkan Dana Hibah Pariwisata Rp3,3 triliun

adminJ9

Arab Saudi Putuskan Haji Tahun ini Dilaksanakan Secara Terbatas

adminJ9

Waduh! Vaksin Covid-19 Batal Didistribusikan Tahun Ini?

adminJ9