Jurnal9.com
Headline News

David Pelajar SMA yang Dianiaya Mahasiswa Gara-Gara Pacar

David saat masih berhubungan dekat dengan Agnes Gracia 

JAKARTA, jurnal9.com – Video Mario Dandy Satrio, 20 tahun, anak pejabat di Direktorat Jenderal Pajak, Rafael Alun Trisambodo yang juga seorang mahasiswa telah menganiaya David,16 tahun, pelajar SMA, beredar luas di media sosial Instagram.

Dalam video berdurasi 56 detik itu diduga Mario menendangi tubuh dan kepala David berkali-kali. Padahal David setelah dihajar sampai terkapar di tanah, dan terlihat tak berdaya, tapi masih terus ditendangi dan diinjaknya.

Dan bahkan pelaku Mario setelah menghajar korban, sempat melakukan selebrasi layaknya pemain bola setelah memasukkan gol ke jala lawan.

“Nggak takut gue, lapor. lapor anjing,” seperti diucapkan pelaku dalam tayangan video tersebut.

“Lapor ngent*t,” suara dalam video itu.

“Berani lawan lawan gue, inget lawan..!,” ungkap yang diduga suara Mario Dandy Satrio.

Penganiayaan itu dilakukan Mario pada Senin (20/2/2023) pukul 20.30 WIB di Perumahan Grand Permata, Pesanggrahan, Ulujami, Jakarta Selatan.

Setelah tayangan video kekerasan yang dilakukan Mario ini viral di media sosial. Sejumlah netizen yang melihat tayangan yang keji itu memberikan komentar.

Sakit hati liatnya. Gimna perasaan keluarga korban,” ucap nui07, salah satu netizen di kolom komentar.

Astaghfirullah mhswa ga punya hati biadab,” sambung @pia_pioo.

Ini bukan manusia sihh, sikopat udah. Semoga keadilan untuk korban ditegakkan. Jangan ada kata maaf!!!!!!,” tegas younita.

Netizen juga merasa senang ketika MDS yang kuliah di Universitas Prasetya Mulya, Jakarta, telah diumumkan oleh pihak perguruan tinggi tersebut, dipecat dari status sebagai mahasiswa.

“Rapat Pimpinan Universitas Prasetiya Mulya (UPM) memutuskan untuk mengeluarkan Mario Dandy Satrio dari status mahasiswa UPM,” kata Rektor Universitas Prasetiya Mulia, Djisman Simandjuntak, Jumat, 24 Februari 2023.

Djisman mengatakan pihak kampus menganggap tindakan kekerasan yang dilakukan Mario Dandy Satrio telah melanggar nilai kemanusiaan dan melanggar kode etik, serta melanggar peraturan yang tercantum dalam Buku Pedoman Mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya.

Mario Dandy Satrio anak pejabat Ditjen Pajak yang tampil dengan mobil mewahnya, Jeep Rubicon. 

Kronologi kejadiannya

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol. Ade Ary Syam mengatakan kejadian penganiayaan ini berawal dari adanya informasi yang diterima tersangka Mario Dandy Satrio (MDS) dari pacarnya saudari Agnes Gracia (AG), 15 tahun, siswi kelas X SMA Tarakanita 1 Jakarta.

“Saudari  AG mengadu kepada tersangka MDS kalau korban David (D) pelajar SMA kelas XI di Bogor ini telah melakukan perbuatan yang tidak baik kepada AG.” ungkap Ade saat konferensi pers di Polres Jakarta Selatan, Rabu (22/2/2023)

Beberapa hari sebelumnya, tersangka MDS mencoba untuk mengkonfirmasi perbuatan tidak baik yang diadukan AG. Tetapi korban D tidak meresponnya.

“Kemudian akhirnya pada 20 Februari, saksi AG yang kini jadi pacar MDS ini menghubungi lagi korban (D).  AG bilang mau ketemu ingin membagikan kartu pelajar miliknya. Kemudian korban (D) memberitahukan jika ia sedang berkunjung ke rumah temannya, saudara R,” ujar Ade.

Baca lagi  Menteri Agama Usul Tambah Anggaran Rp 2,6 triliun untuk Pesantren

Kemudian tersangka MDS bersama AG dan saksi S mendatangi korban. Dan MDS menghubungi korban (D) supaya keluar. “MDS berkomunikasi dengan korban minta korban keluar, mengarahkan ke sebelah rumah dari Bapak R dan Ibu N,” kata Ade.

Setelah pelaku MDS ketemu D (korban), pelaku membawa korban ke belakang mobil milik tersangka, Jeep Rubicon untuk mengkonfirmasi perbuatan D pada AG.

Pelaku MDS langsung melakukan penganiayaan terhadap D. Korban ditendang di bagian kaki, perut, dan kepalanya berkali-kali sampai terjatuh ke tanah.

“Jadi pelaku menendang kaki korban, berkali-kali sampai terjatuh ke tanah. Pelaku terus menendangi kepala dan perut korban,” kata Ade.

Polisi juga telah memeriksa AG yang dulu pernah berpacaran dengan korban (David). Tapi AG kemudian menjadi teman dekat (pacar) Mario (MDS). Kemudian, saudara SR yang juga merupakan teman tersangka. Lalu Bapak R dan Ibu N sebagai pemilih rumah yang disinggahi korban, sebelum korban bertemu dengan tersangka.

“Kemudian pelapor yang merupakan paman dari korban yang sudah dimintai keterangan juga,” kata Ade.

Korban yang diketahui sebagai anak dari salah satu pengurus GP Ansor itu sampai kini masih dalam keadaan koma.

Berdasarkan dari keterangan saksi, serta barang bukti, maka pada Selasa (21/2/2023) pelaku MDS ditetapkan sebagai tersangka dan telah dilakukan penahanan.

Pelaku dikenakan pasal 76C juncto pasal 80 UU Nomor 35 tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-Undang RI nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana maksimal lima tahun subsider pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan berat dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun.

Korban David sendiri bernama lengkapnya Cristalino David Ozora. Ayahnya, Jonathan Latumahina, seorang kader GP Ansor yang seorang mualaf.

Dan David sendiri ternyata juga mualaf sejak tiga tahun lalu. Ketika itu masih berusia 14 tahun.

“David 3 tahun lalu datang sendiri ke daerah Muntilan Magelang untuk bersyahadat Dia minta sendiri untuk menjadi mualaf. Tanpa ada paksaan dari ayahnya yang sudah mualaf lebih dulu.

Ketika David mengucapkan syahadat. Direkam dalam video dan ditayangkan di media sosial menjadi viral.

Banyak warganet mengaku sedih setelah melihat David mengucapkan syhadat di media sosial, kini tengah dalam kondisi koma akibat dianiaya Mario Dandy Satrio.

“Ndak kuat saya lihat video penyiksaan yg sangat biadab itu. Semoga David diberi kekuatan dan kesembuhan oleh Allah SWT,” tulis founder Drone Emprit, Ismail Fahmi. 

“Saya pernah liat ini, saat itu bapaknya yg juga mualaf nganter. Kl nggak salah mas @noeruzzaman nanya, apakah ada prmaksaan dr bpknya. dan dijawab tidak.

Salut anak sekecil itu bs mengambil keputusan. Cepat pulih yah David… di agama saya ada cerita David melawan goliath.. juara kamu,” tulis akun Twitter Feby Fiona.

“Saat itu maksudnya datang sendiri tanpa ada pemaksaan dr ayahnya yg lebih dulu mualaf mas,” jawab Feby.

David sendiri tercatat sebagai pelajar di Pondok Pesantren Inggris Assalam Gunung Geulis, Bogor.

RAFIKI ANUGERAHA  I  GEMAYUDHA M

Related posts

Pecatur Georgia Sopiko Unggul Pengalaman, Medina akan Memainkan Strategi

adminJ9

Rakyat Sudah Cerdas, Tak Mau Pilih Capres yang Bisa Diatur Seperti Boneka

adminJ9

Pemerintah Subsidi Biaya Haji? Ini Berita Sangat Menyesatkan

adminJ9