Jurnal9.com
BusinessHeadline

Nilai Tukar Rupiah yang Anjlok Tembus Rp 17.500 Bisa Bersiko Resesi

JAKARTA, jurnal9.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang tembus level Rp 17.500 pada perdagangan hari ini Selasa (12/5/2026) bisa meningkatkan risiko resesi ekonomi. Ini adalah level terlemah rupiah sepanjang sejarah.

Demikian yang disampaikan Wakil Ketua Umum Bidang Peternakan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Cecep M Wahyudin kepada wartawan di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Dikutip dari data Bloomberg, kurs rupiah dibuka melemah 64 poin di level Rp 17.478 per dolar AS. Kemudian rupiah bergerak kian melemah ke level Rp 17.502 per dolar AS pada pukul 09.14 WIB.

Kondisi ini dianggap sebagai anomali karena pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I /2026 mencapai 5,61%.

Hanya besar angkanya, tetapi tanpa penciptaan lapangan kerja.

“Kalau melihat ekonomi riil di lapangan itu bisa bergerak ya. Tapi harusnya dengan angka Rp 17.500 ini kan sudah resesi,” tegas Cecep.

Ini mungkin, menurut dia, salah satunya berkat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berkontribusi pada perputaran uang di masyarakat bawah.

Berdasarkan pantauan Kadin Institute, kata Cecep, harga dan permintaan komoditas di tingkat petani, mengalami peningkatan yang signifikan.

“Cuma saya mencatat adanya perlambatan pada sektor usaha lain di luar program MBG, akibat dampak kenaikan harga BBM,” ujarnya.

Cecep mengakui dunia usaha saat ini menghadapi tantangan berupa pembengkakan biaya operasional, dan terjadi penurunan daya beli di beberapa sektor tersier.

“Meskipun penjualan kendaraan dan perumahan masih tumbuh, tapi masyarakat mulai menahan belanja yang sifatnya non-primer,” ia menegaskan.

Dia menilai lemahnya nilai rupiah hingga mencapai rekor Rp 17.525 per dolar AS itu lebih dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah antara AS dan Iran. Kondisi ini memicu lonjakan harga minyak dunia yang turun menekan stabilitas fiskal dan moneter dalam negeri.

Baca lagi  Menkeu Purbaya: Memahami Kekecewaan Masyarakat yang Hidup Susah karena Tekanan Ekonomi

Dari pantauan Kadin, menurut dia, kelompok ekonomi menengah bawah relatif lebih aman dari guncangan kurs dibandingkan kelompok ekonomi atas.

“Ini disebabkan ketergantungan kelompok ekonomi atas yang jauh lebih besar terhadap penggunaan dolar AS dalam kegiatan usahanya,” tutur Cecep.

BI batasi dolar AS

Sementara itu Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyatakan BI akan memperketat.pembatasan pembelian dolar AS. “Kalau sebelumnya batas pembelian US$ 100 ribu per orang setiap bulan, sekarang dipangkas lagi menjadi US$ 25 ribu per orang setiap bulan,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, BI juga mendorong penggunaan mata uang Yuan dalam transaksi domestik, guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

Terpuruknya nilai tukar rupiah ini ditanggapi sejumlah netizen di media sosial dengan kritik yang sinis.

@Mesmanssos: knp rupiah bisa tembus angka 17.500…? ya krn pemimpin negara ini saking cerdasnya.

@Sultanalfais: pasti gara-gara MBG

@Totokpudyasdono: mau dolar 20 ribu yg penting MBG jalan terus…

@Dhanihasibuan: tambah lg menterinya pak wowo.. jgn lupa MBG dg mobil pickup impor, motor impor, buang aja terus anggarannya, munpung menjabat

@Abiesamudra: genjot terus… MBG nya mas wowo…  

@Trimulyono: Biasanya bila nilai rupiah nyungsep mk presiden dan wapres nya ikut nyungsep juga sep di tahun 98.

@ MangUji: tenang…msh jauh kok dari batas psikologis. fundamental ekonomi kita kuat lho, ini kata gerombolan batre kembung.

@wibowomurzen: sebuah prestasi yg luar biasa, lanjutkan dikit lg 20 ribu.

ARIEF RAHMAN MEDIA  

Related posts

Uya Kuya Terjun ke Politik: Memilih Jadi Kader PAN

adminJ9

Pemerintah Putuskan Beberapa Daerah Turun Level PPKM dari 24 hingga 30 Agustus

adminJ9

Dua Gubernur ini Berani Desak Jokowi Cabut Omnibus Law dan Terbitkan Perppu

adminJ9

Leave a Comment