
Direktur PT Sekar Laut Tbk, John C Gozal (foto kiri) dan Corporate Secretary PT Sekar Laut Tbk, Jimmy Herlambang,(foto kanan)
SURABAYA, jurnal9.com – Pencapaian PT Sekar Laut Tbk sepanjang tahun 2025, menunjukkan kinerja positif dengan pendapatan tumbuh 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp 2.651 miliar. Ini juga tercermin dari laba yang meningkat 6 persen dari tahun sebelumnya.
“Pencapaian ini karena perseroan berhasil menjaga stabilitas kinerja usaha, di tengah ketidakpastian perekonomian global sepanjang tahun 2025,” papar John C Gozal, Direktur PT Sekar Laut Tbk, dalam public expose RUPS Tahunan di Surabaya, Selasa (28/4/2026).
Selain itu, lanjut dia, didorong oleh bertambahnya distribusi serta inovasi produk. “Perusahaan terus berupaya mempertahankan kegiatan produksi, dan penyaluran produk untuk memenuhi kebutuhan pasar,” ujarnya.
Sepanjang tahun 2025, lanjut dia, perusahaan kembali dihadapkan pada tantangan ekonomi global. Dampak geopolitik semakin besar terhadap perekonomian Indonesia. Seperti daya beli masyarakat melemah, meningkatnya suku bunga acuan.
“Dan tantangan bagi kami, semakin maraknya produk impor dari perusahaan asing yang menyerbu pasar dalam negeri. Meski demikian, perusahaan tetap fokus pada penyebaran luas area pemasaran dalam negeri; ke luar Pulau Jawa dan perluasan pangsa ekspor,” ungkap John lagi.
Corporate Secretary PT Sekar Laut Tbk, Jimmy Herlambang, menegaskan di tengah kondisi harga bahan baku meningkat, daya beli masyarakat yang menurun, perusahaan menyiapkan strategi, di antaranya mengeluarkan produk baru untuk pasar retail dengan kemasan yang kecil.
Selain itu, lanjut dia, perusahaan juga meningkatkan produksi, seperti krupuk dengan berbagai produk baru, guna memenuhi permintaan pasar yang cukup tinggi selama ini.
Karena itu Jimmy menyatakan perseroan tetap optimis pada 2026 ini dapat memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sebesar 10 persen.
Kemudian laba usaha diperkirakan dapat meningkat 10 hingga 15 persen.
“Kami memperkirakan pada awal tahun 2026 ini perseroan menargetkan kenaikan total penjualan sebesar 10 persen. Dan laba bersih sebesar 20 persen,” ujarnya.
Neraca perseroan
Jimmy juga memaparkan, sepanjang 2025, perusahaan mengalami kenaikan aset lancar sebesar 10 persen. Kemudian komponen aset lancar perusahaan paling besar ada piutang usaha senilai Rp 312 miliar. Dan persediaan sebesar Rp 454 miliar.
Perusahaan juga berhasil membukukan peningkatan aset tetap sebesar 28 persen dibandingkan tahun 2024. Secara total aset perusahaan naik sebesar 18 persen dari tahun 2024 ke tahun 2025.
AMRULLAH I ARIEF RAHMAN MEDIA
