Jurnal9.com
Business

SeskemenkopUKM Ajak Pemda dan Stakeholder di Cirebon Support UMKM pada Masa Pandemi

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Arif Rahman Hakim saat berdialog dengan Bupati Cirebon H Imron Rosyadi di Pendopo Kabupaten Cirebon.

CIREBON, jurnal9.com – Sekretaris KemenkopUKM Arif Rahman Hakim mengajak stakeholders UMKM di Kabupaten Cirebon untuk bersama melakukan sinergi dalam mendampingi dan membangkitkan UMKM yang selama pandemi banyak terdampak.

“Kami memberikan apresiasi pada Bupati Cirebon, Bapak H. Imron Rosyadi dan jajarannya yang terus memperhatikan UMKM, meskipun saat ini UMKM  banyak yang terdampak akibat pandemi namun masih mampu berkontribusi,” ujar Seskemenkop Arif  Rahman Hakim, saat bersilaturahmi dan berdialog dengan Bupati Cirebon H. Imron Rosyadi, di Pendopo Kab. Cirebon, Jum’at (28/5/2021).

Hadir dalam dialog itu, Bupati Cirebon H. Imron Rosyadi, Kabiro Komunikasi dan Teknologi Informasi KemenkopUKM Budi Mustopo, Kadinaskop dan UKM Kab. Cirebon Mohamad Fery Asfrudin, Asdep Perlindungan dan Kemudahan Usaha KemenkopUKM Rachmadi, Ketua Asosiasi UMKM Kab. Cirebon Kurniasari dan Kabag Humas KemenkopUKM, Moh Nurul Rachman

Seskemenkop Arif R Hakim menjelaskan, pihaknya terus berupaya bersinergi dengan 22 K/L yang memiliki program UMKM seperti Kementrian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, KLH dan Kementrian Perdagangan.

“KemenkopUKM berkepentingan membantu UMKM terutama di sektor unggulan. Dengan kriteria terbaru program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM), sekarang ada 63,9 juta usaha mikro, dilanjutkan ada 12 juta pelaku UMKM yang dibantu permodalannya. Untuk tahap pertama 9,8 juta dan diusulkan lagi 3 juta jadi 12,8 juta UMKM,” jelas Arif R Hakim.

KemenkopUKM menggencarkan program transformasi UMKM dari informal menjadi formal agar UMKM memiliki legalitas usaha. “Dari 63,9 usaha mikro jika 10 persennya udah bisa legalitas itu bagus. Untuk transformasi usaha informal ke formal, kita ingin sebanyak-banyaknya memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang sekarang baru 2 juta UMKM. Yang tidak memiliki legalitas hukum kita arahkan agar punya NIB dan sertifikasi halal atau PIRT,” jelas Arif.

Dalam hal transformasi digital, UMKM diarahkan masuk ke dalam rantai pasok, sehingga bisa bersinergi dengan BUMN maupun usaha besar melalui kemitraan. Karena itu, kata dia, koperasi diarahkan menjadi koperasi modern yang bisa memanfaatkan digital sebagai sarana bagi kemajuan koperasi dan anggota.

Arif menambahkan, tahun ini juga menjadi implementasi UU Cipta Kerja dan PP No. 7 tahun 2021 yang membuat berbagai insentif dan kemudahan bagi perkembangan UMKM.

Baca lagi  PPKL Dituntut Profesional dalam Mendukung Terwujudnya Koperasi Pangan Modern

Ada 11 prioritas kegiatan sebagai perwujudan dari PP No.7 tahun 2021, antara lain penanggungan biaya pendampingan usaha mikro dalam perijinan usaha, infrastruktur publik sebagai tempat pengembangan usaha dan promosi. Lalu, kebijakan implementasi alokasi 40 persen belanja pemerintah kepada UKM. KemenkopUKM memiliki target penataan data tunggal UMKM pada 2022.

Seskemenkop juga menyarankan agar UMKM di Kabupaten Cirebon segera melakukan agregasi sehingga menjadi lebih kuat misalnya dengan membentuk koperasi. Setelah itu koperasi yang beranggotakan UMKM dengan produk sejenis bisa mendirikan sharing factory untuk mendapatkan akses pembiayaan maupun teknologi pengemasan (packaging) yang lebih baik dan efisien.

Potensi besar

Bupati Cirebon H. Imron Rosyadi menyatakan terima kasihnya atas kunjungan SeskemenkopUKM untuk berdialog langsung UMKM di Kabupaten Cirebon, yang menurut Bupati sangat terdampak pandemi.

“Saya atas nama Pemkab Cirebon ucapkan selamat datang dan mohon maaf karena ini lagi pandemi dimana zona Kabupaten Cirebon masih orange. Pandemi sangat berdampak sekali dalam kehidupan bermasyarakat di sini baik sisi ekonomi maupun sosial,” aku Bupati Imron.

Padahal Kabupaten Cirebon memiliki potensi ekonomi yang besar sebagai salah satu kabupaten terbesar di provinsi Jabar. Kabupaten Cirebon memiliki 40 kecamatan, 412 desa, 12 Kelurahan dengan jumlah penduduk 2,2 juta jiwa.

Dan secara geografis pun cukup strategis karena dekat dengan pelabuhan besar (Patimban) dan bandara (Kertajati).

Produk andalan kabupaten ini antara lain hasil pertanian, gerabah, mebel, garam, kerang ikan laut dan ikan air tawar, kuliner makanan khas nasi, jamblang, tape dan nasi lengko.

Sedang jumlah UMKM terdaftar sekitar 31 ribu terdiri UMKM bidang perdagangan 10.287 UMKM olahan, 18 ribu UMKM konveksi, 737 UMKM rotan mebel dan kerajinan lain. “Meski di Kab. Cirebon potensinya sangat besar namun karena kurang diolah secara optimal dan efisien, maka banyak yang terdampak pandemi. Misalnya petani garam yang saat ini harganya lagi jatuh sampai Rp250 per kg,” kata Bupati Imron.

ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Realisasi Penyaluran Dana Begulir PEN melalui LPDB-KUMKM Capai 67%

adminJ9

Di Tengah Kondisi Ekonomi Belum Stabil, Siantar Top Berhasil Catatkan Penjualan Rp 3,86 Triliun

adminJ9

Sinergi KemenkopUKM dan Masjid Istiqlal Berdayakan Ekonomi Umat Berbasis Masjid

adminJ9

Leave a Comment