Jurnal9.com
Sport

Rudi Garcia Singkirkan Juve Sebagai Momen Terbaik dalam Kariernya

Saat Cristiano Ronaldo saat mencetak gol ke gawang Olympique Lyon

JAKARTA, jurnal9.com – Pelatih Olympique Lyon, Rudi Garcia, yang berhasil menyingkirkan Juventus dari Liga Champions di Stadion Allianz Arena sebagai momen terbaik dalam kariernya. Agregat yang diraih 2-2.

“Ini merupakan momen-momen paling memuaskan dalam karier saya. Menyingkirkan Juventus benar-benar menjadi pencapaian bagus,” kata Rudi Garcia kepada Sky Sport Italia, Sabtu WIB.

Tim tamu, Lyon datang dengan keunggulan 1-0 dari pertandingan 16 besar leg pertama. Eksekusi penalti Memphis Depay pada menit ke-12 membuat Juve harus mencetak tiga gol untuk lolos ke perempat final.

Misi mencetak gol gagal dipenuhi Tim Bianconerri, yang berusaha sekuat tenaga mematahkan pertahanan Lyon. Juve hanya menang 2-1 dan membuat mereka kalah produktivitas gol tandang. Pertandingan berlangsung Sabtu dini hari WIB.

Hasil itu juga membuat Lyon menjadi tim Prancis pertama yang mampu menyingkirkan Juve di fase gugur Liga Champions.

“Kami menatap malam ini dengan mengetahui betapa pentingnya hasil leg pertama. Kemenangan 1-0 di kandang tanpa kemasukan gol, membuat kami lolos sebelum masuk ke lapangan. Mengkonversi penalti untuk unggul 1-0, membuat kami tahu di mana berada,” tambahnya.

Dari tertinggal 0-1, Juve kemudian mampu menyamakan kedudukan melalui penalti Cristiano Ronaldo dan tendangan jarak jauh bintang Portugal itu membuat Bianconerri berbalik memimpin.

“Penalti ke gawang kami sebelum turun minum, menyakitkan. Juve tidak begitu berbahaya sebelumnya dan gol itu memberi kepercayaan diri kepada mereka. Cristiano Ronaldo kemudian mencetak gol, sebaliknya kami tetap tenang dan itulah yang paling saya apresiasi dari tim saya. Kami tidak panik, kami tetap berusaha. Semua berkontribusi menahan bola,” papar mantan pelatih AS Roma itu.

Baca lagi  Barca Sesumbar Punya Peluang Menang, Sama dengan Bayern

Pria Prancis itu membandingkan kerja keras pertahanan timnya dengan saat mereka menahan imbang PSG sebelum kemudian kalah adu penalti di final Piala Liga Prancis pada awal Agustus.

“Berat bagi Juve untuk tampil lebih baik tanpa Paulo Dybala, namun kami membuktikan memiliki pertahanan kuat, sebab kami juga menahan imbang PSG selama 120 menit di (final) Piala (Liga Prancis) sepekan silam,” ujar Rudi Garcia.

“Saya mengenal stadion ini, saya pernah kemari bersama Roma, maka saya tahu betapa beratnya untuk menang. Ini adalah kekalahan paling membahagiakan sepanjang karier saya.”

ANTARA  I  MULIA GINTING

 

 

Related posts

Dampak Virus Corona, Olimpiade Tokyo 2020 Ditunda

adminJ9

Wolverhampton Disanksi UEFA karena Langgar Aturan Finansial

adminJ9

Pencapaian Nagelsmann Pelatih Termuda Mengantar Leipzig ke Semifinal Liga Champions

adminJ9