Jurnal9.com
Headline LifeStyle

Perut Buncit, Selain Ganggu Penampilan, Berisiko Diabetes, Stroke, Jantung, Darah Tinggi

Ilustrasi penampilan perut buncit atau gendut

JAKARTA, jurnal9.com – Perut buncit atau gendut tidak menyenangkan. Dari penampilan bisa mengurangi rasa percaya diri. Ini bisa dialami siapa saja; perempuan maupun laki-laki.

Malah laki-laki, kadang jadi bahan ledekan teman-temanya. Perutnya besar seperti orang hamil. Kalau perempuan, ada yang melakukan diet agar tubuhnya kelihatan seksi.

Dikutip dari Health Line, disebutkan selain mengganggu penampilan, perut buncit atau gendut itu banyak menimbun lemak  Cenderung mengacu pada obesitas yang berisiko berbagai penyakit. Seperti darah tinggi, asma, diabetes, stroke dan jantung. Karena itu perut buncit atau gendut tidak boleh dianggap remeh.

Perut buncit atau gendut ini bukan hanya pada orang gemuk. Tapi orang yang bertubuh kurus pun bisa mengalami perut buncit atau gendut. Apalagi bertambahnya usia, atau orang yang berusia lanjut, risiko perut buncit atau gendut akan meningkat.

Biasanya seusia itu gerakan aktif tubuh sudah mulai menurun. Ini disebabkan masa otot tubuh yang semakin berkurang. Akibatnya terjadi penurunan metabolisme tubuh untuk mengolah kalori. Memang banyak laki-laki yang mengalami kondisi perut buncit atau gendut dalam usia yang semakin tua.

Tentu saja yang menjadi penyebab perut buncit atau gendut ini terutama karena tak pernah berolahraga. Kalau sudah berisiko pada obesitas, ini yang menjadi masalah dalam kesehatan.

Stres dan hormon

Menurut suau penelitian; salah satu penyebab perut buncit atau gendut pada laki-laki bisa terjadi karena faktor stres. Orang yang mengalami stres berisiko besar dalam penimbunan lemak pada tubuh. Sebab orang yang stres akan melepaskan hormon tertentu.

Jika hormon stres ini dikeluarkan secara terus menerus, maka akan mengubah metabolisme tubuh yang mengakibatkan penimbunan lemak. Sebagian besar lemak itu berkumpulnya di sekitar perut.

Semakin parah lagi, orang yang punya gaya hidup tak sehat. Ini seperti menjadi kebiasaan mereka untuk banyak makan. Apalagi makanannya banyak mengandung gula. Tentu ini akan semakin besar terjadinya penimbunan lemak di sekitar perut. Sehingga membuat perut buncit atau gendut.

Gaya hidup tak sehat ini termasuk kebiasaan buruk yang perlu dihindari. Sebaliknya perlu menjaga kesehatan tubuh; dengan mengubah gaya hidup yang sehat dengan memperhatikan pola makan yang baik dan sehat.

Bakteri dalam usus

Perut buncit atau gendut pada laki-laki, menurut penelitian, cenderung mempunyai bakteri firmicutes pada usus. Jumlahnya lebih banyak dibandingkan orang dengan berat badan yang normal.

Bakteri ini mampu meningkatkan jumlah kalori dari makanan yang diserap tubuh, sehingga dapat menaikkan lemak dalam tubuh, termasuk di perut. Meski cenderung dialami oleh orang gemuk, tetapi orang dengan tubuh kurus pun dalam ususnya terserang bakteri.

Baca lagi  Studi: Golongan Darah Jadi Faktor Penentu Kena Stroke Dini, Ini Penjelasannya

Malas olahraga

Malas olahraga menjadi penyebab paling banyak dialami seseorang laki-laki yang punya perut buncit atau gendut. Sudah jelas, orang yang malas berolahraga atau tidak melakukan aktivitas fisik akan lebih mudah menyimpan banyak lemak dalam tubuhnya. Sebab, orang yang tidak melakukan aktivitas olahraga, kalori yang didapat dari makanan tidak dapat dibuang dengan baik, sehingga akan tertimbun menjadi lemak dalam tubuh.

Olahraga rutin menjadi hal wajib setiap orang baik laki-laki maupun perempuan. Orang yang disiplin dan rutin berolahraga, tubuh dapat membakar kalori dan lemak jahat pada tubuh. Bukan hanya itu, berolahraga juga dapat memperlancar sistem metabolisme tubuh dan menjaga tubuh agar tetap bugar.

Postur tubuh buruk

Postur tubuh yang buruk menjadi salah satu faktor penyebab perut buncit atau gendut pada laki-laki. Entah orang itu sedang duduk, berdiri dan berjalan, atau membungkuk akan terlihat tubuhnya buruk karena perutnya yang buncit atau gendut.

Gerakan orang yang berpostur perut buncit atau gendut menjadi lamban. Karena tubuhnya menyanggah timbunan lemak di perutnya. Dan cepat letih dalam melakukan aktifitas kerja. Nafasnya pun tersengal-sengal seperti sulit bernafas saat bekerja atau melakukan aktifitas lainnya. Jika kondisi seperti ini, tak boleh langsung berolahraga seperti orang yang sudah rutin.  Tapi secara bertahap kalau mau memulai melakukan olahraga. Sebab ini akan berisiko pada detak kerja jantung yang berbahaya. Karena banyak orang yang tak paham, begitu mau melakukan olahraga, mereka lakukan secara berlebihan.

Kurang tidur

Tidur yang cukup, dibutuhkan setiap orang untuk menjaga kondisi tubuhnya agar sehat dan bugar. Idealnya, orang membutuhkan 8 jam untuk mendapatkan durasi tidur yang cukup. Jika hal ini tidak dipenuhi, maka tubuh pun akan lebih mudah mengalami gangguan.

Kebiasaan konsumsi alkohol

Anda yang punya kebiasaan mengkonsumsi alcohol, sebaiknya dihindari. Sebab kebiasaan minum alkohol termasuk salah satu faktor penyebab perut buncit atau gendut pada laki-laki. Sebab alkohol itu dapat meningkatkan asupan glukosa yang tidak dibutuhkan tubuh, sehingga bisa tersimpan menjadi lemak di perut.

Merokok

Anda yang perokok aktif perlu berhati-hati. Berdasarkan hasil penelitian, menemukan hal baru bahwa kebiasaan merokok mampu mendorong lemak ke bagian perut. Sehingga dapat membentuk timbunan lemak di dalam perut lebih banyak lagi.

Perlu mulai mengurangi kebiasaan buruk ini. Selain dapat menghindarkan dari kondisi perut buncit, juga dapat mencegah tubuh dari berbagai risiko penyakit.

RAFIKA ANUGERAHA M  I  GEMAYUDHA M

Related posts

Sudah Berpuasa, Kolesterol Tetap Naik, Kok Bisa?

adminJ9

Iwan Fals Bikin Lagu “Merah Putih” di Hari Kemerdekaan Indonesia ke-76 ini

adminJ9

Ini 3 Aturan Teknis Perpanjangan PPKM 3-9 Agustus 2021 yang Diterbitkan Mendagri

adminJ9