Jurnal9.com
Headline News

Maraknya Kasus Mafia Tanah, Perlu Mengetahui Cek Keaslian Sertifikat Tanah, Ini Caranya

Ilustrasi sedang melakukan pengukuran tanah

JAKARTA, jurnal9.com – Maraknya kasus mafia tanah belakangan ini telah banyak beredar sertifikat tanah palsu. Dan banyak orang yang melakukan jual beli tanah jadi korban penipuan menerima sertifikat tanah yang palsu..

Untuk menghindari penipuan praktik mafia tanah dengan sertifikat palsu ini, maka masyarakat perlu mengetahui bentuk sertifikat tanah yang asli.

Dikutip dari laman Indonesia.go.id, disebutkan ada dua cara untuk bisa mengecek keaslian sertifikat tanah. Masyarakat bisa mendatangi langsung ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN), atau bisa melakukannya secara daring.

Masyarakat yang langsung datang ke kantor BPN, bisa mengecek keaslian sertifikat tanah tersebut dengan menelusuri peta pendaftaran, daftar tanah, surat ukur, dan buku tanah.

Saat melakukan pengecekan keaslian sertifikat tanah di BPN itu tidak membutuhkan waktu lama. Dalam sehari saja, sebenarnya sudah bisa mengetahui keaslian dari sertifikat tanah tersebut. Dari hasil penelusuran itu, jika menurut BPN menyatakan aman, biasanya sertifikat tersebut akan dicap.

Tapi jika BPN menilai ada kejanggalan, maka akan diajukan plotting. Maksud plotting itu merupakan upaya pengajuan BPN kepada pemohon, baik individu maupun atas nama notaris, dengan tujuan memastikan kebenaran dari data sertifikat tersebut.

Upaya plotting ini menggunakan teknologi global positioning system (GPS) untuk masuk ke dalam peta pendaftaran.

Nantinya hasil plotting akan menunjukkan apakah benar di lokasi tersebut terdapat lahan kepemilikan sesuai keterangan di sertifikat. Jika benar, hasilnya akan 100 persen menunjukkan sertifikat tersebut asli: dari data pendaftaran maupun lokasi tanah yang bersifat valid.

Sebaliknya, jika tidak ditemukan tanah pada lokasi tersebut, maka sertifikatnya akan dinilai tidak valid. Pasalnya, bisa saja dalam data pendaftaran memang sudah tercantum, namun dalam pengecekan lokasi menggunakan GPS tanah bersifat fiktif.

Adapun persyaratan cek keaslian sertifikat tanah, yakni mengisi formulir permohonan dan ditandatangani pemohon atau kuasanya diatas materai. Lalu membawa surat kuasa itu jika dikuasakan.

Selain itu membawa fotokopi identitas pemohon (KTP, KK) dan kuasa, jika dikuasakan, dan dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket. Dokumen lainnya adalah sertifikat hak atas tanah/sertifikat hak milik satuan rumah susun (HMSRS), surat pengantar dari PPAT untuk kegiatan peralihan/pembebanan hak dengan akta PPAT, identitas diri, luas, serta letak dan penggunaan tanah yang dimohon.

Baca lagi  PSBB di Surabaya, Sidoarjo, Gresik Mulai Diberlakukan pada 28 April 2020

Untuk pelayanan pengecekannya hanya dikenakan biaya Rp50.000 per sertifikat hak atas tanah.

Sedangkan bagi masyarakat yang mengecek keaslian sertifikat tanahnya melalui daring.  Platform daring yang bisa digunakan yakni KiosK, website BPN, sentuh tanahku, dan aplikasi BPN Go Mobile.

KiosK merupakan media informasi pertanahan yang tersedia di lobi atau ruang pelayanan Kantor Pertanahan (Kantah). Melalui KiosK, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi secara mandiri dan gratis tanpa harus antre untuk bertemu petugas di loket.

Informasi yang tersedia pada KiosK, antara lain informasi jenis layanan pertanahan beserta persyaratan, jangka waktu serta alur proses penyelesaiannya, dan informasi biaya layanan serta simulasinya.

Kemudian informasi berkas permohonan, informasi pegawai, informasi PPAT, serta informasi jadwal Layanan Jemput Bola (LARASITA).

Untuk website, layanan cek sertifikat BPN online yang kedua bisa ditemukan melalui situs resmi BPN RI, yakni www.bpn.go.id. Lewat situs web ini, ada dua layanan fitur seputar pertanahan, yaitu informasi tentang jenis layanan pertanahan beserta persyaratan, jangka waktu, alur proses penyelesaian dan informasi biaya layanan beserta simulasi, serta informasi tentang berkas permohonan.

Selain kedua cara di atas, ada juga aplikasi BPN Go Mobile yang tersedia pada perangkat komunikasi berbasis software Android. Aplikasi itu merupakan inovasi layanan yang dilaksanakan oleh Kantah Kota Surabaya II untuk mempermudah masyarakat mendapatkan informasi dengan cepat dan murah.

Melalui aplikasi BPN Go Mobile, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai persyaratan dan biaya layanan pertanahan, jadwal LARASITA, serta informasi permohonan.

Aplikasi itu bisa diunduh melalui Play Store yang ada di handphone Android. BPN juga meluncurkan aplikasi Sentuh Tanahku untuk gawai pintar Android dan iOS agar masyarakat dapat memperoleh informasi resmi dengan cepat dan mudah. Fitur yang tersedia di dalam aplikasi tersebut, antara lain notifikasi, info berkas, plot bidang tanah, info sertifikat, lokasi bidang tanah, dan info layanan.

Dengan menggunakan aplikasi itu, masyarakat dapat mencari tahu persyaratan, menelusuri proses pengurusan sertifikat tanah, mengetahui lokasi suatu bidang tanah, serta mengetahui prediksi perhitungan biaya yang akan dikeluarkan. Semua pengguna perangkat berbasis Android dan iOS dapat mendaftarkan diri untuk menjadi pengguna aplikasi Sentuh Tanahku.

RAFIKI ANUGERAHA M  I  ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Presiden Jokowi: Perekonomian Ibarat Komputer, Sedang Hang

adminJ9

72 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Sembuh

adminJ9

Upaya Sri Mulyani untuk Mencapai Pertumbuhan Ekonomi Mendekati Nol Persen

adminJ9