Jurnal9.com
News

KemenkopUKM Adakan Pelatihan SDM bagi KUMKM di Tasikmalaya

Menteri Koperasi & UKM Teten Masduki saat membuka pelatihan koperasi dan pelaku UMKM di Tasikmalaya, Jawa Barat.

TASIKMALAYA, jurnal9.com –  Kementerian Koperasi dan UKM fokus melakukan upaya pendampingan dan penguatan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), khususnya yang terdampak wabah Covid-19. Pasalnya pada masa pandemi corona saat ini sebagain besar pelaku UMKM termasuk koperasi mengalami masalah permintaan produknya  yang anjlok.

Bahkan tak sedikit pelaku UMKM yang mulai memanfaatkan modal kerjanya untuk “menyambung nafas” agar bisnisnya tetap jalan. Hal ini sangat berisiko besar karena modal kerjanya dapat tergerus untuk kebutuhan konsumsi sehingga sangat mengancam keberlangsungan bisnisnya.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengatakan untuk membantu UMKM, pemerintah mengalokasikan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) khusus untuk sektor UMKM dan Koperasi senilai Rp123,46 triliun. Selain dukungan fiskal, pemerintah juga memberikan dukungan berupa pelatihan SDM dan peningkatan kualitas produk agar lebih berdaya saing.

“Kerja sama dengan pemerintah daerah dalam pelatihan akan selalu kita evaluasi metode pelatihannya. Mudah-mudahan paket pelatihan ini bisa menggerakkan ekonomi UMKM di wilayah Tasikmalaya,”  kata Teten saat membuka pelatihan koperasi dan UMKM di Hotel Horison, Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (10/7).

“Bahkan kalau ada produk UMKM yang mau ekspor, kita juga akan bantu urus, kita bangun trading house di Smesco Indonesia agar produk UMKM bisa terhubung ke market global,” ujarnya.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum, Walikota Tasikmalaya, Drs H. Budi Budiman, Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto, Deputi Bidang Pembiayaan KemenkopUKM Hanung Harimba Rachman, Deputi Bidang SDM KemenkopUKM Arif Rahman Hakim dan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (LPDB – KUMKM), Supomo. Paket pelatihan yang terdiri dari sembilan jenis ini diikuti oleh 340 pelaku KUMKM di wilayah Tasikmalaya.

Teten menyatakan anggaran PEN untuk sektor koperasi dan UMKM perlu dilakukan percepatan dalam penyalurannya. Dengan memanfaatkan dana PEN dipastikan beban koperasi dan UMKM akan berkurang.

Baca lagi  Indonesia Masuk Daftar Cekal Masuk ke Arab Saudi, Bagaimana Nasib Jemaah Haji Indonesia?

Dia berharap pelaku UMKM di wilayah Tasikmalaya dapat memanfaatkan kebijakan pemerintah tersebut agar beban usaha bisa lebih ringan sehingga mereka bisa lebih fokus untuk memulihkan usahanya.

“Sejak pandemi corona banyak koperasi UMKM turun usahanya, sehingga tidak mampu bayar cicilan ke bank atau BPR, sekarang pemerintah bantu restrukturisasi cicilan selama 6 bulan, pajak juga kita subsidi, kalau ada keperluan untuk modal kerja baru juga ada dana tersedia jadi silahkan ajukan saja,” sambung Teten.

“Selain pembiayaan, ada solusi lain dari sisi demand, sebab kalau pembiayaan digelontorkan tapi demand turun akan jadi kredit macet. Kita lihat di belanja pemerintah ada Rp 315 triliun yang bisa dialokasikan untuk belanja produk UMKM; makanya kita kerja sama dengan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah) untuk buat e-katalog bagi UMKM,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Walikota Tasikmalaya Drs. H Budi Budiman yang menyambut baik komitmen KemenkopUKM dalam membina dan mendampingi pelaku UMKM di wilayahnya. Melalui berbagai macam pelatihan dan penguatan SDM dianggap sebagai cara yang strategis untuk bisa mendorong daya saing pelaku usaha.

“Pelatihan dan pembinaan manajerial ini dibutuhkan supaya UMKM punya casing yang kuat, yang akhirnya bisa memajukan usahanya dan ekonomi di wilayah, sehingga bisa memberikan andil bagi ekonomi nasional,” kata Budi Budiman.

Sementara itu Andi (45 th) pelaku usaha konveksi di Tasikmalaya menyatakan terima kasih pada pemerintah pusat dan pemerintah daerah kota Tasikmalaya atas dukungan yang selama ini diberikannya. Melalui pelatihan dan dukungan pembiayaan usaha yang digelutinya kini berkembang cukup pesat. Bahkan di saat pandemi covid-19 pasarnya masih tetap bertahan lantaran saat ini dia melakukan penjualan secara offline dan online.

“Alhamdulillah saya ketika jual di market place banyak terjual dan tidak kalah dengan produk impor. Saya harap ada dukungan dari perintah agar kepercayaan masyarakat pada produk kami bisa semakin meningkat. Saya optimis dan saya punya mimpi besar bisa ekspor seperti yang dilakukan bibi saya,” kata dia

MULIA GINTING

Related posts

Pemerintah Tetapkan 160 juta Orang yang Dapat Vaksin Corona, Siapa Saja?

adminJ9

ICCN Gaungkan Optimisme dan Semangat Indonesia Pulih

adminJ9

Luhut Umumkan PPKM Jawa-Bali Berlanjut Hingga 20 September, Bali Turun Level 3

adminJ9